ruang cerita keluarga mama triplet

SOUNDING YANG EFEKTIF? INI TIPSNYA!

by | Oct 16, 2019 | Parenting | 17 comments

Sounding adalah salah satu kunci dari parenting yang sukses

– Madam A –

Genks, percaya kan kalau sesuatu yang dilakukan ujug-ujug tuh hasilnya pasti enggak baik? Kayak yang baru-baru ini dilakukan oleh para anggota dewan di Senayan sana itu loh. Bayangkan, nggak ada petir nggak ada mendung, tetiba ngasih badai ke rakyatnya dengan ngeluarin revisi Undang-Undang KPK. Gara-gara perbuatan nista mereka inilah seluruh lapisan masyarakat mulai dari mahasiswa, emak-emak, rakyat biasa, sampai anak STM langsung protes baik dari sosmed ataupun turun ke jalan.

Saya enggak mau terlalu jauh membahas demo yang menimbulkan korban jiwa tersebut (al-fatihah untuk para korban). Saya mau teman-teman memahami bahwa jika dalam skala nasional saja sesuatu yang ‘mendadak’ bisa memicu demo tanpa henti, bagaimana dengan lingkup paling kecil seperti keluarga?

Menurut saya, kehebohan yang akan ditimbulkan kurang lebih sama. Sama-sama rame dan bisa bikin pusing emaknya.

Ini salah satu sebab kenapa sounding amat penting.

Anyway, mari sejenak kita lupakan tentang DPR dan kisah-kisah absurd mereka yang bikin gregetan. Kali ini saya berniat menulis tentang sounding gara-gara sebuah DM yang masuk di instagram.

sounding efektif pada anak
Seorang teman bertanya, source: Instagram @ajeng.yulunay

Pada awal-awal percakapan, si ibu berkisah bahwa akhir-akhir ini dia merasa kesulitan ketika meminta anaknya untuk tidur siang dan potong kuku. Si Ibu ini bingung kenapa anaknya kok sulit sekali diminta tidur siang dan takut waktu potong kuku.. Lalu bertanyalah dia, “Mbak Ajeng, bisa enggak sih hal-hal seperti ini disoundingkan?”

Wohohoho, tentu saja bisa! Bisa banget zheyenk! Sangat bisa!

Sependek pengetahuan saya ngurus anak, sounding bisa dilakukan untuk hal apapun. Duh, asli seneng banget saya dapat pertanyaan kayak gini. Kan bisa jadi topik sebuah tulisan ~

Madam, apa sih sounding itu ?

Sounding adalah teknik menyampaikan kata-kata positif secara berulang dengan tujuan agar tertanam di alam bawah sadar seseorang. Banyak orang percaya bahwa lebih dari 80% perilaku seseorang dikendalikan alam bawah sadarnya. Maka dari itu, kalau kita mau mengarahkan perilaku anak-anak, sounding bisa dicoba.

Meski demikian, ada beberapa hal yang perlu dicatat mengenai sounding pada anak-anak. Sounding terhadap mereka tidak bisa dilakukan mendadak.

Banyak ahli mengatakan kalau saraf-saraf pada otak anak tuh masih tipis dan belum tersambung sempurna. Semua saraf itu bisa menyambung utuh paripurna kalau mereka melakukan hal yang sama secara terus menerus. Inilah alasannya bayi dan balita harus punya rutinitas dalam hari-hari mereka.

Hal ini pula yang menjadi penyebab anak tantrum jika kita mengganggu pola rutinitas mereka. Ya gimana, bukan salah mereka juga kan kalau saraf yang harusnya nyambung jadi putus karena ada gangguan . Rewel jadi sesuatu yang wajar.

tips sounding efektif pada anak
maramara adalah kebiasaan emak-emak yang harus diubah. source : pixabay

Sayangnya, masalah ini tidak dipahami oleh orang tua. Terutama yang sebelas dua belas dengan saya jaman dulu. Tipe orang tua yang maunya anak-anak manut kayak boneka barbie. Pokoknya kalau enggak nurut dikasih jurus terakhir : bentakan atau ancaman. Dua hal bodoh ini sangat sering saya lakukan alih-alih meminta maaf sudah mengganggu kinerja saraf mereka.

Ah, ternyata saya sejahat itu dulu…

In the end anak-anak mau sih akhirnya ngikutin aturan saya, tapi ya gitu, enggak ikhlas. Bahasa Inggrisnya, mereka masih nggresulo. Ya kali seneng dipaksa ngelakuin sesuatu dibawah ancaman.

Dulu, saya terpaksa melakukan hal tersebut (membentak dan mengancam) karena khawatir terpancing ikutan tantrum. Kan enggak lucu ya anak tantrum, emaknya ikutan tantrum.

Sekarang saya baru menyadari, betapa kasihannya anak-anak saya. Betapa tidak enaknya tiba-tiba dipaksa melakukan sesuatu. Masih mending kalau nyuruhnya pakai nada lembut, ini udah ujug-ujug, kasar pulak. Ya Allah, ampunilah hamba-hamba yang tidak bisa menjaga titipan-Mu ini ya Allah..

“Hati-hati dengan perasaan negatif anak ya pak, buk. Rasa kesal dan amarah yang dipendam oleh mereka bisa berubah menjadi benci, kalau ditumpuk-tumpuk lagi maka menjadi dendam.” begitu kata Ibu Safithrie Sutrisno saat saya membersamai beliau di kelas KPA (Komunikasi Pengasuhan Anak) di Depok.

Beuh, serem banget. Jangan sampai anak-anak jadi musuh ah, kelar hidup kita nanti.

MEMAHAMI SOUNDING YANG BAIK

Sounding tidak bisa dilakukan asal ya genks. Ada banyak hal yang mesti dipahami terlebih dahulu sebelum melakukan sounding agar efektif. Supaya kita enggak capek dan ngeluh kok udah berkali-kali diomongin anaknya enggak ngerti juga.

Berdasarkan pengalaman pribadi dan masukan yang saya dapatkan dari Ibu Safithrie Sutrisno, hal-hal yang perlu diperhatikan saat menanamkan konsep baru alias sounding pada anak adalah :

  1. KISS (Keep Information Short and Simple). Kalimat yang digunakan saat sounding jangan kepanjangan karena anak-anak enggak akan bisa tangkap. Based on research, anak-anak hanya bisa menangkap sekitar 7% kata-kata. Jadi semisal kita ngomong 100 kata yang bisa ditangkap hanya 7 kata saja. Itupun untuk anak usia 7 tahun. Kalau lebih muda lagi, berarti lebih pendek.
  2. Gunakan kalimat positif. Hindari penggunaan kata-kata ‘jangan’ atau ‘tidak’ . Saat menyapih misalnya, daripada bilang “Bulan depan sudah tidak nenen lagi ya.” ada baiknya kita katakan “Bulan depan adek bobok sendiri ya.” atau “Adek, mulai bulan depan kalau haus minum, kalau lapar makan.”
  3. Suara yang lembut dan bahasa tubuh positif. Saat sounding atur volume suara kita ke bagian paling lembut. Bahasa tubuhnya pun harus baik. Kalau kita ngasih sounding sambil bentak-bentak ya dijamin tertolak.
  4. Pemilihan waktu sounding. Waktu terbaik untuk sounding adalah sebelum tidur sih. Pas anak udah mulai merem-merem sambil mangap itu loh. Sambil dielus, sambil disayang. Tapi enggak cuman saat itu, sounding bisa dilakukan kapan saja di mana saja. Sambil bermain, sambil makan, sambil baca buku, sambil nemenin boker pun sah-sah saja.
  5. Lakukan sounding jauh-jauh hari. Untuk sekedar menyapih saya sudah sounding 6 bulan sebelumnya. Semakin lama dan sering kita sounding, semakin konsep tersebut tertanam di dalam kepala mungil mereka, dan semakin kecil kemungkinan anak untuk tantrum.

Madam, selama ini sudah sounding untuk apa saja?

Banyak! Saking banyaknya sampai bingung mau nyeritain yang mana. Maklum, sejak kenal Bu Fithrie setiap mau ngelakuin apa-apa sama anak pasti ingat sounding. Bahkan sereceh sebelum pergi main ke tetangga.

Oh iya, sebelum sounding biasanya saya membuat sebuah catatan kecil dulu. Entah itu di kertas atau di dalam pikiran. Saya membayangkan kami akan pergi ke suatu tempat, dan apa saja yang akan kami temui di sana. Dari bayangan itulah biasanya saya jadi tahu apa saja yang mesti saya katakan pada anak-anak.

Coba saya kasih sedikit contoh kejadian dan soundingnya seperti apa. Cekidot!

Menyapih

Masalah yang dihadapiBentuk sounding
Tidak bisa tidur tanpa nenenDedek mulai besok, bobok sendiri ya
Nenen sebagai pengalih rasa lapar atau haus Adek, kalau lapar makan kalau haus minum yah!
Nenen karena cari perhatian atau lagi ingin disayangMeski tanpa nenen, mama tetep sayaaangg sama adek.

Apakah setelah sounding menyapih jadi semulus paha anggota blekping? Short answer : No. Tetep ada tantrum-tantrumnya lah, tapi setidaknya enggak sedrama yang saya bayangkan. Coba deh nanti saya bikin postingan sendiri ya. Tapi saya sudah pernah menulis tentang menyapih dot pada anak di usia 2 tahun, klik aja silahkan.

Meninggalkan anak untuk pergi bekerja sebentar

Dari dulu saya berjuang untuk tidak membohongi anak. Saying lie to them is a big no! Mereka mau nangis atau marah pun biar, yang penting saya tetap menyampaikan kejujuran.

Masalah yang dihadapiBentuk Sounding
Anak tidak tahu kapan mama pergiSayang, besok pagi jam 7 mama mau pergi bekerja dulu ya
Anak menangis saat mam pergiWaktu mama pergi adek senyum ya, nanti kita main lagi

Toilet Training

Toilet Training bagi saya adalah sesuatu yang besar dan menguji kesabaran. Lebih sulit melatih anak mengenal apa itu pipis dan pup serta melakukannya di kamar mandi. Iya enggak sih?

Makannya, supaya emaknya enggak ikutan tantrum saat ngelatih anak toilet training, sounding dilakukan dengan jarak agak lama baik untuk anak ataupun emak.

Masalah yang dihadapiBentuk Sounding
Anak belum mengenal apa itu pipis dan atau pup(Setiap kali buka popok) Adek, ini namanya pipis, ini namanya pup
Anak merasa bebas untuk pipis dan atau pup di mana saja karena selama ini aman memakai popokSayang, mulai bulan depan pipis dan pup di kloset yah!
Anak masih bingung untuk berkata pipis dan atau pupSayang, mulai bulan depan kalau mau pipis bilang ya, “Mah pipis.”

Makan sendiri

Masalah yang dihadapiBentuk sounding
Anak terbiasa makan sambil diajak jalan di luarAdek, mulai minggu depan makannya sambil duduk di dalam rumah ya
Anak terbiasa makan sambil disuapiAdek, besok rabu mulai latihan makan sendiri ya

Sebetulnya, saya juga belum sukses-sukses amat dalam melatih anak makan sendiri. Makannya belum berani nulis post sendiri masalah makan ini, hihi. Mudah-mudahan soon Luna dan Aylan udah mandiri perihal makan yak!

Masuk sekolah

Nah, fase sekolah biasanya jadi momok bagi ibu-ibu. Kalau pagi para emak langsung berubah jadi tiger mom, mengaum kesana dan kesini, teriak-teriak ke anak karena si anak lambat, belum siap, dll.

One question, jauh sebelum si anak sekolah, sudahkah kita sounding tentang kehidupannya yang akan berubah? Kita cuma mempersiapkan tas baru, buku, dan seragam tapi tidak menyiapkan kondisi si anak. Wajar dong dia jadi keteteran.

Untuk sekolah sounding bisa dilakukan sejak 6 bulan sekolah dimulai yak.

Masalah yang dihadapiBentuk sounding
Anak bangun terlambatMulai besok minggu kita tidur jam delapan ya, supaya bisa bangun pagi
Buku belum disiapkanYuk kita siapkan buku-bukunya di malam hari
Belum mengerjakan PRMama snang kalau abang mengerjakan PR di malam hari

Aslinya, masih banyak yang bisa dikulik dari masalah sekolah. Bisa jadi satu post sendiri juga. Next time deh kalau bener-bener niat pengen cerita tentang pengalaman si abang yang harus sekolah di tempat yang jaraknya 24 km dari rumah.

Bobok Sendiri

Masalah yang dihadapiBentuk Sounding
Belum siap tidur sendiriMulai bulan depan, abang bobok di kamar sendiri ya
Takut hantuAbang takut hantu? Yuk, kita kalahkan hantunya bareng-bareng

Kondangan

Masalah yang dihadapiBentuk Sounding
Anak enggak mau pakai baju kondangan“Besok sabtu pas kondangan, kakak pakai baju yang merah ya.”
Anak lari-lari di tempat kondangan“Eh dek, besok waktu di gedung adek deket-dekt sama Mama aja ya. “

Masih banyak lagi, sebutin deh.

Yap, masih banyak lagi drama-drama yang sesungguhnya bisa dihindari dengan sounding. Kalau masalah bobok siang ya bisa dengan, “Kakak, pulang sekolah bobok yah!”

Begitu juga masalah potong kuku. You can easily sounding them. Kalau memang anak terlihat tidak nyaman, maka tinggal tarik saja perasaannya dengan bertanya, “Kakak takut potong kuku?” atau “Kakak tidak nyaman ya dipotong kukunya?”

Sambil menarik perasaan mereka, kita bisa menyelipkan sebuah pesan. “Oh kakak takut, baiklah. Tapi Mama hati-hati kok.” gitchuuu.

GIMANA?

Piye, apakah penjelasan Madam sudah cukup mudah dimengerti? Kira-kira bisa langsung diaplikasikan di dunia nyata enggak nih? Bisa dong bisa dong bisa dong.

Masih ada pertanyaan? Sok atuh follow instagramnya Madam :). See you next post ya, semoga sharing ringan ini bermanfaat

Ajeng Pujianti Lestari

Ajeng Pujianti Lestari

Blogger | Mother

Ibu tiga anak. Pecinta martabak coklat-keju. Suka menulis biar enggak histeris :). Untuk kerja sama silakan menghubungi ajenghimme@gmail.com

17 Comments

  1. Dian farida ismyama

    Menarik Mbak, ini aku dan suami belum konsisten sounding tentang keakuran kakak adek. Alhasil masih berantem bo. Tapi udah mulai cepet selesainya sih dibanding dulu2. Dan lucunya aku bisa senyum lho lht mereka berantem. Kalo dulu sunguku langsung metu, berasa ikutan kezal

    Reply
  2. Hastira

    makasih tipsnya bermanfaat

    Reply
  3. Pratiwi Kartika

    Setuju! Aku menerapkan ‘sounding’ ini untuk menghentikan anakku dari dot/empeng, dan betul itu berhasil, lebih mudah dari yg kukira. Aku baru tau sekarang sih istilah sounding dalam parenting ini, thanks for sharing..

    Reply
  4. Leila Niwanda

    Wah, terima kasih sudah sekalian menjabarkan contoh kalimat nyatanya, Madam. Bermanfaat banget, ini, karena kadang kalau sudah berhadapan dengan anak kok susunan kata-kata jadi seolah buyar. Dulu pertama kali tahu soal sounding dari grup ASI, di situ dicontohkan sounding ke bayi untuk tetap bisa minum ASIP dengan baik selama ibunya bekerja.

    Reply
  5. diazbela

    Mbak, kebetulan banget aku lagi mensounding anakku untuk satu dan lain alasan. Lalu nemu artikel ini! So far sih sudah sama dengan apa yang mbak tulis. Momen sounding di saat menjelang tidur itu memang terkenal efektif sih. Semoga misi ku berhasil 🙂

    Reply
    • Triyatni

      Makasjh banget Mba tipsnya. Jadj banyak contoh buat sounding. Saat ini baru belajar sounding buat sapih nanti. Semoga berhasil hehe. Hebat banget Mba udah anak 3. Semangat terus ya Mba

      Reply
  6. Diani Sekaring

    Subhanallah Ajeng ini memang parent idola banget. Aku udah sering sih mempraktikkan sounding seperti itu. memang gak harus berhasil, butuh proses sampai akhirnya anak nurut. Nah prosesnya itu yang kadang bikin orangtua gak sabaran, hehe.

    Reply
  7. Okti Li

    Soundingnya klop sekali Madam 😁😄

    Iya memang anak itu bisa karena terbiasa. Kita sebagai orang tua justru jangan merasa lelah atau capek. Kelelahan saat ini akan dirindukan saat kelak mereka besar lho. Hehehe

    Reply
  8. Visya Al Biruni

    Waw segitu ngefek ya sounding yaa, tapi memang butuh waktu yaa kak. Akupun ngerasain efek sounding utk masalah menyapih. Utk soal emaknya mau pergi, Masih berusaha nih

    Reply
  9. renayku

    sounding ternyata bisa dilakukan untuk siapa saja kepada anak ya jadinya si anak ga ngambek karena dikasih tau dengan lembut penuh kasih sayang. Orang dwasa saja senang kalau diberi tahu dengan lembut apalagi anak-anak pasti mereka akan nurut dan mau kerjakan yang kita suruh dengan senang hati. Udah gak jaman deh marah2in anak apalagi di depan orang banyak…

    Reply
  10. Herva Yulyanti

    Makasih mba tipsnya, aku juga udah mulai sounding walaupun prakteknya masih sakainget hahaha..semoga rutin kembali sounding buat anak-anakku 🙂

    Reply
  11. Rani Retnosari Mantriana

    Wah ilmu baru buatku nih mbak, meski aku belum nikah tapi berguna banget buatku kelak saat jadi orang tua. Ternyata ada banyak banget hal yang harus kita pelajari untuk menjadi orang tua yang baik salah satunya dengan sounding ini ya mbak..

    Reply
  12. Fenni Bungsu

    Kalau membicarakan kondangan tentang anak-anak ya itu benar kak. Soalnya daku sering lihat kalau lagi kondangan seperti itu anak-anaknya, cuma ada juga yang kalem diem nurut mengikuti arahan mamanya

    Reply
  13. Fazirotul Firdaus

    Aku udah tahu tentang sounding ini udah lumayan lama mbak, pertama kali tahu dari sepupuku sih. Thank you artikelnya mbak, sangat mengedukasi. Thanks for sharing

    Reply
  14. Julia

    Madam, sesuatu banget Aku baca ini. Beberapa sudah pernah Ku terrapin sih. Ternyata Saat Mereka Dalam keadaan sadar atau tidak tidur pun bisa ya. Ini yg Belum data Coba. Ok fixed start tudei Aku sounding☺️

    Reply
  15. Khoirur Rohmah

    Aahhh ini ilmu, ilmu banget buat aku calon ibu eaa hehee
    Aku aja kalau ke keponakan misalkan dia ga mau tidur siang, mesti marah ke keponakan ku, wkwkkw.
    Daripada main2 mending tidur nanti pas ngajinya bisa nggak ngantuk atau capek, walau anaknya sih easy going dan nggak ngeluh ngantuk wkwkkw
    BTW Makasih sharing dan ilmunya, madam heheee

    Reply
  16. Ririe Khayan

    Istilah baru, ilmu baru. Saya baru tahu menegnai sounding ini. Dari penjelasan dan contoh menegnai sounding ini, berarti mengajarkan anak mengenai Do and Don’t dengan kalimat yang mudah dipahami, tidak berkepanjangan dan diulang. (sedikit yg baru bisa saya tangkap, sekali lagi TFS ya Mbak)

    Reply

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Archives

Categories