MITU BABY LIQUID POWDER, SOLUSI BEDAK BAYI MASA KINI

Terima kasih banyak Mitu Baby Liquid Powder, akhirnya sekarang bisa ngerasain ngasih bedak ke bayi tanpa perlu takut mereka bakal hachi-hachi

– Madam A –

“Mbok, tolong itu dibawa pulang ya bedak-bedaknya. Khawatir di sini malah numpuk enggak terpakai.” Begitu kata saya sambil menunjuk botol-botol besar yang berisi bedak dengan kemasan warna-warni di lantai.

“Loh, sampeyan ndak pakai ta Bu?” Tanya simbok yang sehari-hari membantu saya beberes rumah heran.

Saya menggeleng sedih. “Kepengen mbok, tapi ndak bisa soalnya dilarang sama dokter.”

Dilarang sama dokter.

Saya tidak pernah menyangka akan menemui larangan memakai bedak saat datang ke dokter. Ketika itu, si Abang yang masih bayi menderita batuk-batuk. Sambil memeriksa, dokter bertanya apakah saya memakai bedak bayi atau tidak. Lalu dengan polosnya saya menjawab pakai.

Mendengar jawaban saya, dokter menghela nafas panjang. Melihat reaksi dokter yang seperti itu, saya langsung auto deg-degan. Ya Allah, apakah saya melakukan kesalahan?

“Ibu maaf, sepertinya ibu belum tahu ya kalau banyak tenaga kesehatan tidak lagi merekomendasikan pemakaian bedak tabur pada anak, terutama untuk bayi?” Tanya pak dokter seraya mempersilahkan kami duduk.

Saya menggeleng cepat, “Mohon maaf dok, saya belum pernah mendengar informasi tersebut.”

Sambil tersenyum kecil, Pak Dokter yang ramah itu kembali menanggapi. “Benar Ibu, partikel-partikel penyusun bedak yang sangat kecil ternyata berbahaya bila terhirup. Bisa jadi penyebab anak batuk bahkan sesak nafas, berbahaya. Itulah sebabnya banyak rumah sakit sekarang ini tidak lagi memakaikan bedak pada bayi.”

Saya tercenung, mencoba memahami penjelasan beliau. Pada sesi akhir pemeriksaan dokter mengatakan bahwa anak saya memiliki tanda-tanda asma Karena itulah beliau meminta saya untuk menyingkirkan barang-barang yang mengandung debu, berbulu, dan berhenti untuk menggunakan bedak bayi.

MEMAKAI BEDAK BAYI, WAJIB ENGGAK SIH?

Pengalaman yang saya tuliskan di atas terjadi tahun 2012 ketika anak saya baru satu. Saat itu saya masih menjadi ibu baru yang tidak begitu paham tentang merawat bayi. Mau enggak mau cuma mengikuti cara-cara jaman dulu.

Perkiraan dokter tentang kondisi si abang tidak meleset. Dia positif mengidap asma. Vonis ini sahih setelah saya membawanya ke dokter spesialis anak subspesialis respirologi di RSCM. Penilaian yang dilakukan pun objektif karena si abang melakukan tes menggunakan alat yang namanya spirometer.

Baca Juga : Hati-hati, diabetes pada anak!

Berangkat dari pengalaman inilah, saat kelahiran anak kedua dan anak ketiga saya betul-betul tidak lagi menyediakan bedak. Bahkan, tergoda untuk membelinya pun tidak.

Usut punya usut, saya dan suami sama-sama orang dengan keturunan asma. Jadi ya… bisa dipastikan anak dan cucu kami memiliki peluang besar kena asma. Konsekuensinya, benda-benda yang berpotensi memicu munculnya asma pada mereka harus ditiadakan. Sayang sekali, bedak termasuk di dalamnya.

Tapi, kalau dipikir-pikir lagi, sebetulnya pakai bedak itu perlu atau tidak sih?

Dari beberapa referensi yang saya baca, 90% diantaranya tidak menyarankan. Hanya 10% sisanya membolehkan, itupun dengan aturan pemakaian yang sangat ketat. Ini menjadi poin pertama.

Poin kedua, manfaat pemakaian bedak bayi yang digadang-gadang bisa mengurangi iritasi pada kulit anak pun nyatanya masih diperdebatkan. Ada beberapa yang bilang pakai bedak bayi tabur justru memperparah iritasi pada kulit.

Poin ketiga, ditemukan beberapa kasus di mana (maaf) penis anak laki-laki menjadi tersumbat karena si ibu sangat sering menaburkan bedak di daerah selangkangan bayinya. Poin yang ini menurut saya menyeramkan dan bikin sedih. Duh, membayangkan bayi yang masih sangat mungil itu dioperasi rasanya kok enggak tega. Huhuhu.

Emang sih, pakai bedak bayi bikin anak jadi wangi. Tapi kalau melihat pengalaman sendiri di mana anak malah jadi batuk, memakai bedak bayi berbentuk tabur lebih banyak mudharatnya dibanding manfaatnya.

Jadi bisa disimpulkan kalau saya termasuk dalam golongan emak-emak yang say no sama bedak bayi tabur.

PEMAKAIAN BEDAK BAYI, JADI MASALAH ANTARA MENANTU DAN MERTUA?

Yes, kalian enggak salah baca.

Jaman sekarang banyak sekali ibu-ibu muda yang sudah teredukasi mengenai perawatan anak. Mereka tahu kalau memakai bedak bayi tabur sifatnya tidak wajib, dan justru beresiko menimbulkan gangguan paru-paru atau pernapasan.

Tapi masalahnya, lingkungan di sekitar si ibu dan anak itulah yang sering nyinyir. Saya pernah membaca curhatan seorang new mom yang dicap sebagai menantu durhaka oleh mertuanya hanya karena menolak untuk memakaikan bedak pada si anak. Duh, masalah bedak bayi aja kok sampai bikin perang kayak gini loh. Sedih banget dengernya.

Saya bisa memahami banget curhatan si ibu. Please deh helooooo, ibu mana sih yang enggak pengen anaknya keliatan segar sepanjang hari? Ibu mana sih yang enggak pengen anaknya berbau harum nan wangi saat dicium-cium pagi maupun sore hari?

Demi Keanu Reeves yang makin tua gantengnya makin enggak ketulungan, saya yakin jawabannya enggak ada!

Sebagai orang yang sudah mengandung jabang bayi selama 9 bulan dan mati-matian melahirkannya ke dunia, percayalah kalau kami adalah ibu yang sayang banget sama anak-anak kami. Kami hanya enggak ingin ada sesuatu yang buruk menimpa mereka. Toh, orang pertama yang patah hati kalau lihat anak sakit adalah ibunya kan?

Makannya, sebel banget kalau nemu kasus beginian. Enggak ngasih bedak tabur ke anak enggak berarti enggak cinta. Justru karena cinta bingits sama anaklah kami menghindarinya.

MITU LIQUID POWDER, SOLUSI TERBAIK MASALAH BEDAK UNTUK ANAK

Benar sih, saya menghindari bedak bayi tabur. Saya paham banget efeknya ke anak-anak. Namun demikian, saya tidak memungkiri bahwa di dalam hati kecil saya, saya ingin sesekali memakaikannya ke anak-anak.

Terutama untuk si bungsu yang saat ini usianya 20 bulan.

Aylan si anak ketiga super duper aktif. Dia suka banget lari-lari. Salah satu pekerjaan wajibnya adalah jadi follower kedua kakaknya. Pokoknya mereka main apa saja kemana saja pasti diikutin sama Aylan. Kakak-kakaknya hilang sedikit dari pandangan aja Aylan bisa panik.

Nah, gara-gara kegiatannya keliling perumahan mengejar si kakak ini dia sering terlihat seperti anak yang enggak mandi, hahahaha. Kucel, kumel, dekil gitu deh. Padahal dia mandi belum lama, tapi kesegarannya sudah hilang aja diganti bau keringat.

Sebagai ibu, pandangan saya pada Aylan tentu saja tidak objektif. Sebau apapun, bagi saya dia tetep ganteng dan wangi. Tak peduli meski orang lain enggak setuju.

Tapi, gimanapun saya enggak mau anak-anak kelihatan dekil di luar. Saya juga enggak mau dicap sebagai ibu pemalas. Prinsip saya, ibu boleh keliatan kayak upik abu, tapi anak jangan.

Makannya, saya bersyukur sekali saat tahu kalau Mitu Baby, produsen perlengkapan bayi dan anak yang terkenal di Indonesia (yang iklan tissue basahnya kalian pasti hapal banget) mengeluarkan produk baru : MITU LIQUID POWDER.

Huwowww, apaan lagi nih Madam?

Well, buat teman-teman yang belum tahu, Mitu Liuid Powder adalah bedak khusus bayi yang hadir dalam bentuk cair dan bebas debu. Asli, menurut saya penemuan bedak cair bayi seperti ini sungguh sebuah terobosan yang menjadi jawaban atas kegalauan emak-emak milenial.

Apa saja isi kandungan Mitu Baby Liquid Powder?

Mitu Baby Liquid Powder mengandung Acti Natura yaitu kombinasi Active Natural Ingredients dari provitamin B5, talc, zinc, dan chamomile. Semua bahan ini berfungsi sebagai penjaga kulit bayi agar tetap sehat, kering, lembut, dan bebas keringat.

Mitu Baby Liquid Powder juga sudah terbukti d Hypoalergenic Tested sehingga tidak menimbulkan alergi pada si kecil. Terutama untuk pemakaian pada daerah lipatan-lipatan bayi. Jadi, emak-emak bisa merasa tenang.

KENAPA SIH HARUS MEMILIH MITU BABY LIQUID POWDER?

Alasannya banyak sekali menurut saya. Coba saya jembrengin satu per satu ya :

  1. Kemasannya lucu dan mudah dibawa kemana-mana.
  2. Karena teksturnya seperti lotion, penggunaannya jadi praktis dan tidak mudah tercecer.
  3. Merupakan bedak cair yang aman karena tidak mengandung debu sehingga tidak mengganggu pernafasan anak.
  4. Mengandung wangi yang lembut dan menenangkan.
  5. Hypoallergenic Tested, sangat aman di kulit anak bahkan di area wajah sekalipun.

Nah, untuk membuktikan kelebihan-kelebihan di atas. Mari kita coba kupas satu per satu

Packaging Mitu Baby Liquid Powder

Packaging luarnya sih didominasi warna biru putih yang memberi kesan lembut. Botolnya sendiri berwarna putih dan berbentuk ergonomis, pas banget untuk digenggam.

Model tutup botolnya sangat kekinian, kalau enggak salah namanya disc top caps. Jadi kita tingal menekan ibu jari, tutup akan terbuka ke atas. Lubangnya tidak terlalu besar sehingga kita bisa dengan mudah mengatur seberapa banyak bedak yang dibutuhkan.

Cara Pakai Mitu Baby Liquid Powder

Cara pakainya juga mudah sekali kok. Cukup tuang Mitu Baby Liquid Powder ke telapak tangan. Kemudian gosok kedua tangan dengan lembut untuk meratakan produk. Terakhir, usapkan secara merata pada kulit bayi seperti punggung, leher, bagian-bagian lipatan, serta wajah.

mITU Baby Liquid Powder Review

Iya, teman-teman tidak perlu khawatir untuk mengusapkan Mitu Baby Liquid Powder ke bagian wajah anak karena ini kan bedak cair, tidak mengandung bubuk yang memicu bersin atau menimbulkan batuk. Aman.

PENGALAMAN JUJUR MEMAKAI MITU BABY LIQUID POWDER

Kata-kata yang bisa menggambarkan pengalaman saya memakai Mitu Baby Liquid Powder adalah LAW alias Lembut, Adem, Wangi.

Teksturnya enggak seperti krim yang padat, tapi juga enggak terlalu cair. Begitu dioles ke kulit, sebentar saja sudah terserap. Meninggalkan wangi harum yang lembut banget di kulit.

mITU Baby Liquid Powder Review

Aylan si bungsu suka banget saya olesin Mitu Baby Liquid Powder setiap habis mandi. Tiap kali saya bilang, “Waktunya oles.” dia langsung memposisikan diri, siap untuk dioles-oles. Kayak sosis bakar mau dioles mentega, hahaha.

Wanginya cukup tahan lama. Pernah kami main-main agak lama di luar, saat pulang dan saya coba cium-cium wanginya masih terasa. Kulit Aylan juga jadi lebih kering dan terasa lembut. Suka banget!

So finnally, kegalauan saya menemui jalan keluarnya. Kini, saya enggak perlu lagi merasa khawatir untuk memakaikan bedak pada anak. Pun begitu dengan teman-teman yang lain, bisa banget loh tunjukkan produk ini pada kakek-neneknya anak-anak.

“Nih lo Pa, nih lo Ma, jaman now ada bedak cair. Yang beginian nih, aman.”

Kemudian drama perseteruan antara menantu dan mertua pun berhasil diakhiri dengan saling berpelukan…

Beli di mana Madam?

Di mana-mana ada kok. Toko perlengkapan bayi baik online maupun offline, minimarket, supermarket juga ada. Untuk informasi lebih jelas teman-teman mungkin bisa jalan-jalan ke sini :

Nah, yuk coba sharing pengalaman teman-teman memakai mitu baby liquid powder 🙂

22 Comments
  1. September 3, 2019
    • September 4, 2019
  2. September 3, 2019
    • September 4, 2019
      • September 4, 2019
  3. September 4, 2019
  4. September 4, 2019
    • September 4, 2019
  5. September 4, 2019
  6. September 4, 2019
  7. September 4, 2019
  8. September 4, 2019
  9. September 4, 2019
  10. September 4, 2019
  11. September 5, 2019
  12. September 5, 2019
  13. September 5, 2019
  14. September 5, 2019
  15. September 17, 2019
  16. September 17, 2019
  17. September 18, 2019
  18. September 18, 2019

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *