EMPAT CARA MENGATASI PUTING LECET YANG AMAN DAN MUDAH

Puting lecet adalah mimpi buruk hampir semua ibu yang menyusui.

– Madam A –

Halo semua, gimana kabarnya? Mudah-mudahan meski berada dalam masa pagebluk Covid-19 kita semua tetap diberikan kesehatan dan keselamatan ya. Was-was banget eui tiap kali nonton berita. Bawaannya pengen nangis aja.

Nah, kali ini saya mau melipir sedikit dari pembicaraan tentang Corona dan kawan-kawannya. Saya pengen ngobrolin tentang salah satu bagian tubuh perempuan, yaitu payudara. Jeng jeng jeng wuaaa ada apakah dengan payudara, Mbak Ajeng? Mmm…enggak ada apa-apa sih, saya cuman mau berbagi tentang jungkir balik pengalaman menyusui tiga anak. Jadi, jangan pada ngeres dulu yaaaa.

Alhamdulillah, Allah SWT begitu murah hati karena mengamanahi saya tiga orang anak baik. Sekedar informasi, ketika hamil anak pertama saya tinggal di Kota Tulungagung, Jawa Timur. Kota kecil sebelahan sama Kediri. Di sana  suami menyediakan fasilitas  internet sehingga saya bisa mengakses berbagai informasi tentang menghadapi konflik rumah tangga, eh menjadi orang tua. Terutama menjadi ibu. Soalnya bulan Maret kami menikah, April positif hamil, hihi.  

Dulu tuh saya polos dan enggak tahu sama sekali tentang hamil, melahirkan, dan mengurus anak. Bahkan saya berpikir kalau begitu bayi lahir, dia akan dibersi susu formula karena selama ini saya jarang sekali melihat seorang ibu menyusui bayinya sendiri. Namun, pikiran tersebut langsung hilang begitu saya mengenal AIMI (Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia). Dari sana, juga dari beberapa webite parenting lain saya menemukan bahwa selama 0-6 bulan kehidupan pertama, bayi wajib mendapatkan ASI (Air Susu Ibu).

Para ahli menyatakan bahwa tidak ada asupan yang lebih baik bagi bayi selain ASI. ASI merupakan cairan ajaib yang diproduksi langsung oleh tubuh seorang ibu. Nutrisi yang terkandung pada ASI amat lengkap,  ada protein, vitamin, karbohidrat, dan lemak. Selain itu, komposisi ASI pun lebih mudah dicerna oleh bayi yang sistem pencernaannya belum sempurna.

Saya tentu saja takjub dengan pemaparan ini. Saking takjubnya saya sampai bertekad untuk membuktikan kecanggihan ASI setelah melahirkan. Niat suci ini (eciye niat suci), saya sampaikan kepada suami. Jadi, pada malam hari sambil mengelus-elus perut yang makin membesar kami berdua mempelajari lebih dalam mengenai ASI. Kami berdiskusi tentang bagaimana cara menyusui yang benar, kemungkinan kalau ASI tidak keluar serta bagaimana solusinya.   Maklum, sebagai perantau kami harus menyiapkan segala-galanya sendiri karena tidak ada orang tua atau kerabat mendampingi.

Alhamdulillah, puji syukur kepada Allah karena telah memberi saya waktu untuk belajar selama sembilan bulan. Saya cukup sukses menyusui anak pertama sampai usia dua tahun. Alhamdulillah, kesuksesan ini juga diikuti oleh kelahiran anak kedua dan ketiga. Sungguh, menyusui tiga anak adalah sebuah ibadah dan perjuangan yang begitu luar biasa dan tak terlupakan.

Hmmm…saya masih suka mewek kalau inget masa-masa inisiasi menyusui dini. Ketika itu sehabis bayi keluar dari rahim dan menangis, mereka ditidurkan dengan posisi tengkurap di dada kita. Si bayi, yang bahkan saat itu belum dimandikan dan masih lengket, dilatih untuk mencari puting ibunya. Untuk pertama kali dalam hidup, mereka belajar mengenali sumber makanannya.

Saat anak pertama, dia berhasil menemukan puting saya setelah sekitar 30 menit didiamkan. Tapi enggak benar-benar didiamkan sih, saya juga membantu dia memosisikan diri biar mudah. Enggak curang lah ya, kasian masih bayi, hihi. Anak kedua juga sekitar itu. Sedangkan anak ketiga lebih cepat lagi, makin pinter kayaknya yang anak ketiga ini, hahaha.

DRAMA SELAMA MENYUSUI

Sebagai seorang muslim, teman-teman pasti memahami bahwa menyusui adalah ibadah. Hal ini sebagaimana firman Allah SWT pada Quran Surat al-Baqarah  ayat 233 yang artinya: “Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. Apabila keduanya ingin menyapih (sebelum dua tahun) dengan kerelaan keduanya dan permusyawaratan, maka tidak ada dosa atas keduanya”.

Nah, agama sudah jelas dalilnya, secara medis pun sudah jelas penelitiannya, jadi saya tidak memiliki alasan apapun untuk menolak menyusui.

Tapiiii…tapi jangan salah, meski menyusui itu baik dan benar, hambatannya pasti ada. Tiga kali melahirkan, tiga kali menyusui, tiga kali saya mengalami drama-drama menyusui. Ada yang asi belum keluar, payudara kepenuhan hingga bengkak, kolik, bahkan hampir mastitis.

Drama-drama menyusui ini tidak jarang membuat saya menangis. Bahkan kalau boleh jujur, saya sempat mengalami baby blues saat menyusui anak pertama. Gimana ya, saat itu saya mengalami puting lecet. Sakitnya masya Allah, bikin begidik. Rasa sakit itulah yang membuat saya takut untuk menyusui langsung. Akibatnya bisa ditebak, bayi saya jadi rewel karena kehausan dan saya jadi stress karena terus-menerus mendengar tangisan dia. Pola itu berputar berhari-hari hingga baby blues.

Alhamdulillah waktu itu suami mau bergerak cepat untuk membantu, sehinggat puting lecet yang saya alami tidak parah dan lekas membaik.

Kalau itu merupakan pengalaman anak pertama, bagaimana dengan anak kedua dan ketiga? Anak kedua relatif tidak bermasalah. Anak ketiga ini yang betul-betul ujian karena tidak hanya puting lecet, saya bahkan hampir mastitis!

Apa itu mastitis? Pada saya, penyebab mastitis adalah tersumbatnya jalan keluar asi. Jadi, asi bener-bener sulit untuk keluar. Bahkan ketika saya berjuang keras untuk memompa, asi tetap tidak mau menetes. Payudara saya malah jadi makin bengkak dan nyeri. Saya mengalami hal tersebut di hari kedua pasca melahirkan, saat akhirnya bisa pulang ke rumah. Siang hari masih belum terasa karena diserbu oleh kakak-kakak si bayi. Malamnya? Jangan tanya.  Wiihh, pokoknya malam itu penderitaan saya ekstrim  bangetlah.

KENAPA PUTING BISA LECET?

Setelah saya analisis, ada beberapa penyebab kenapa puting saya bisa lecet. Penyebabnya antara lain:

  1. Lidah bayi yang baru lahir itu permukaannya kasar. Saya pernah memasukkan jari kelingking (dalam kondisi bersih tentunya) yang langsung diisap oleh bayi, ya Allah kerasa kasar banget itu. Nah, puting kita ini tidak terbiasa dengan yang kasar-kasar, makannya setelah beberapa kali percobaan menyusui, jadi lecet.
  2. Memakai bra yang terlalu ketat. Saya akui, saat kelahiran anak ketiga saya enggak sadar kalau badan sudah sangat mengembang sehingga harusnya membeli bra menyusui yang lebih besar satu nomor. Bergesekan dengan kain akhirnya membuat lecet makin parah.
  3. Posisi menyusui salah. Iyaaaaaaa, meski udah pernah melahirkan sebelum-sebelumnya ternyata saya tetap lupa posisi menyusui yang benar.

LALU, BAGAIMANA CARA MENGATASI PUTING LECET?

Saat itu yang menjadi prioritas bagi saya adalah menyembuhkan sumbatannya dulu. Jadi saya memanggil tukang pijat laktasi. Alhamdulillah, usaha itu cukup sukses karena setelah dipijat ASI kembali mengalir deras. Problem selanjutnya, yaitu puting lecet saya atasi dengan beberapa langkah :

  1. Membeli bra baru. Yes, akhirnya mau enggak mau demi kesuksesan menyusui suami membelikan bra baru dengan bahan yang nyaman dan ukuran lebih besar.
  2. Memperbaiki posisi menyusui. Selama beberapa waktu pasca mastitis, saya hanya menyusui dalam posisi duduk. Soalnya ppada posisi duduk ini bisa menyusui dengan pas. Capek banget memang, tapi daripada makin parah lecetnya.
  3. Mengoles luka pada puting dengan ASI.
  4. Mengoleskan krim khusus putting seperti Mama’s Choice Intensive Nipple Cream di bagian puting yang luka.

WAH, APA ITU MAMA’S CHOICE INTENSIVE NIPPLE CREAM ?

Hayo, pasti pada mulai bertanya-tanya apa itu Mama’s Choice Intensive Nipple Cream kan? Eh, atau malah masih pada belum kenal sama Mama’s Choice?

Ini dia, Mama’s Choice Intensive Nipple Cream, penyelamat puting lecet

Waah, yaudah ayok kenalan dulu. Jadi gini loh, Mama’s Choice adalah sebuah produsen yang berjuang membuat produk-produk yang aman dan bebas toksin bagi ibu hami dan menyusui. Kita harus mengakui kalau di Indonesia ini, produsen yang memproduksi kebutuhan khusus ibu hamil dan menyusui itu enggak banyak. Iya kan?

Sebelumnya, saya sendiri sudah mengganti penggunaan pasta gigi dari pasta gigi biasa ke pasta gigi khusus ibu hamil dan menyusui yang diproduksi Mama’s Choice. Percayalah, saya puas banget memakai produk tersebut.

Kali ini, Mama’s Choice hadir kembali dengan produk baru yang tentu saja  menjadi penyelamat lahir batin bagi ibu-ibu menyusui. Yuk kita sambut kehadiran Mama’s Choice Intensive Nipple Cream alias krim untuk mengobati puting! *tepuk tangan*

mengatasi puting lecet dengan Mama's Choce Intensive Nipple Cream
Me with Mama’s Choice

So, buat ibu-ibu yang memiliki problem menyusui sekarang udah enggak perlu khawatir lagi ya. Terutama yang bingung gimana cara mengatasi puting lecet dan puting gatal, atau puting pecah-pecah (hyaaaa, gemeter nulisnya). Semua masalah tersebut bisa dihadapi bersama Mama’s Choice Intensive Nipple Cream. Satu-satunya krim puting dengan ekstrak kurma yang efektif menenangkan, melembutkan, dan menghidrasi kulit puting bermasalah baik karena menyusui langsung maupun pumping.

KENAPA SIH KOK HARUS MEMAKAI MAMA’S CHOICE INTENSIVE NIPPLE CREAM?

Selain menjadi satu-satunya krim yang mengandung ekstra kurma, Mama’s Choice Intensive Nipple Cream memiliki beberapa keunggulan lainnya, yaitu :

  • Dibuat dari ekstrak kurma dan minyak kelapa yang aman untuk Mama menyusui
  • Bersertifikat food grade sehingga aman jika tertelan bayi
  • Praktis, tidak perlu dibilas
  • Cocok untuk kulit sensitif
  • Hypoallergenic dan teruji secara dermatologis
mengatasi puting lecet dengan Mama's Choce Intensive Nipple Cream
Kelebihan krim untuk puting lecet dari Mama’s Choice

Alasan-alasan di atas itulah yang membuat Mama’s Choice bisa menjadi #PilihanAmanMama bila mengalami puting lecet.

REVIEW JUJUR PEMAKAIAN MAMA’S CHOICE INTENSIVE NIPPLE CREAM

mengatasi puting lecet dengan Mama's Choce Intensive Nipple Cream
Tekstur Mama’s Choice Intensive Nipple Cream

Packaging produk-produknya Mama’s Choice tuh khas banget, putih-pink unyu gitu. Begitu juga untuk Nipple Cream-nya. Bentuknya tube putih dengan bukaan warna pink. Sebelum dipakai, buka dulu tutupnya karena masih segelan. Jadi, kualitasnya terjamin ya.

Pencet aja pelan-pelan, dan nanti akan keluar cairan yang berwarna coklat jernih dengan tekstur agak lengket. Enggak berbau sama sekali, ketika dioles beneran kerasa lembut dong. Nyaman banget!

YEI, MENYUSUI JADI LEBIH INDAH!

Alhamdulillah, senang sekali rasanya  kegelisahan para ibu-ibu menyusui jadi berkurang dengan adanya produk dari Mama’s Choice ini. Sekarang kita tinggal fokus ngurus bayi dengan semaksimal mungkin deh. Uhuy!

Teman-teman tertarik mau mencoba? Nah, yuk order produk-produk Mama’s Choice di Official Storenya di Shopee dan gunakan kode voucher MAMAAJENG untuk tambahan diskon 10% dari harga promo. Jadi dari harga Rp 99.000,00 jadi 69.000,00 aja. Lumayan banget loh iniiii!!!

Untuk informasi lebih lanjut, teman-teman bisa ceki-ceki:

IG Mama’s Choice : @mamaschoiceid

Website : www.mamaschoice.id

Sok atuh Mama, jangan sampai kehabisan ya ?:)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *