REVIEW JUJUR NOVEL ELENA

Apakah kamu termasuk dalam golongan yang terkena efek Elena juga?

– Madam A-

 

Disclaimer : Semua yang saya tulis di sini adalah opini pribadi. Tidak ada maksud menjatuhkan ataupun menyerang. Jadi, kita sepakat untuk tidak sepakat ya seandainya memang memiliki pendapat yang berbeda. 

PERTAMA KALI MENGENAL ELENA

Elena, adakah yang belum pernah mendengar tentangnya? Tentang kisah cinta yang diceritakan begitu rumit, mengharu-biru dan sukses membuat emak-emak sejagad maya baper berjamaah. Yap, Elena adalah novel karya Ellya Ningsih yang muncul pertama kali di group Komunitas Bisa Menulis (KBM), sebuah grup kepenulisan yang didirikan oleh pasangan Isa Alamsyah-Asma Nadia di media sosial Facebook. 

Di sana, lanjutan kisah Elena selalu ditunggu-tunggu oleh pembaca. Hal ini terbukti dari banyaknya Likes dan Comment di setiap postingannya. Akan tetapi,  sebuah kasus plagiarisme mencuat  di KB. Kejadian ini menyebabkan beberapa  penulis menjadi khawatir. Bahkan ada yang berhenti membagikan kisah mereka di sana dan memilih untuk posting di wall pribadi. Salah satunya ya Elena ini. 

Baca juga : Ikhtiar mencari jodoh? Baca ini dulu ya !

Walau sudah tidak muncul di KBM, kisah tentang Elena banyak merajai status emak-emak. Tentu hal ini mengundang rasa penasaran banyak orang. Begitulah hingga akhirnya Elena booming, menjadi postingan paling banyak dicari dan dikunjungi saat itu. Semua ingin membaca ceritanya secara lengkap. 

Jujur, kisah tentang perselingkuhan, orang ketiga maupun poligami bukan a cup of my tea.Tapi saya tetap membaca. Iya, saya tetap memaksa diri untuk membaca walau sambil nutup muka, ngintip-ngintip lewat sela jari.  Entah kenapa saya  kok  enggak kapok, padahal udah tahu kisahnya nyeri-ngeri sedap. Yang lebih nyebelin, saya juga ikut pesen bukunya malah. Ternyata memang, kisah-kisah ngenes dan nelongso yang menyayat hati itu penggemarnya banyak yak, wakakaka.

SEKILAS TENTANG ELENA

PENULIS : ELLYA NINGSIH

PENERBIT : KATA DEPAN

JUMLAH HALAMAN DAN HARGA : 284/ Rp 75.000 (Harga PO)

Sinopsis : Kenyataan menyakitinya. Ibnu, laki-laki yang telah memenanginya secara halal, memilih menduakannya. Ibnu bilang dia tak sanggup melupakan kecemburuan di dadanya sehingga tak lagi mampu menyentuh Elena.

Masa lalu pun mengejarnya. Cinta Eugene yang membara dan tak berkesudahan, Elena tak kuasa. Dia tahu, bersama laki-laki itu, dia bisa mengeja bahagia. 

Elena harus memlih, dia tahu itu. Cinta masa alu dan janji akan cerita bahagia atau mempertahankan yang dia miliki, dan menyandarkan semua pada doa tak bertepi. Elena tahu, dia harus memilih.

Nah,  setelah beberapa episode yang tayang secara online saya merasa cerita ini harusnya berjudul PEMBALASAN DENDAM IBNU. Yang penasaran kenapa, silakan baca pelan-pelan sampai bawah ya. Warning, akan ada huge spoiler dari tulisan ini, yang merasa tidak nyaman silakan skip saja ya *sungkem

DONGENG SINGKAT ELENA ALA MADAM

Pada awal kemunculannya, saya mengira Elena adalah kisah tentang Celebek alias Cinta Lama Bersemi Kembali.  Hamil di Luar nikah dengan lelaki tak bertanggung jawab, pergi dan melahirkan sendiri kemudian bertemu lagi dengan sang lelaki. Lalu kita akan melihat bagaimana si lelaki yang mengetahui bahwa dia punya anak akan bertobat, merayu dan mendekati ibunya kembali. Happily Ever After.

Jebul saya salah, ternyata dia malah sudah punya suami yang bernama Ibnu. Hal ini baru diketahui setelah kita membaca sampai bab empat atau lima gitu.  Fix madam kecele. 

Ibnu adalah seorang lelaki yang sudah menduda selama dua. Dia memiliki anak perempuan berusia lima tahun bernama Maryam. Alasan utama Ibnu menikahi Elena karena disuruh oleh mendiang istrinya ,Safitri. Jadi, ceritanya jaman dulu si Ibnu ini playboy  cap kadal ijo yang tobat di bawah bimbingan istri serta mertuanya, yakni Ummi Izza dan Abah. 

Ketika menikah dengan Elena, tingkat keimanannya masih so so lah kalau menurut Madam. Dia ngelamar Elena yang waktu itu masih pacaran sama Eugene. Lamaran ini jelas bagaikan petir di siang bolong.  Sebagai gadis muda yang smart dan tidak begitu paham agama, jelas Elena nolak dong. Edan wae, dilamar sama orang yang tidak dikenal. Apalagi profil Ibnu  duda dengan anak, itu artinya dia akan menjadi istri dan ibu sekaligus. Siapa yang enggak histeris coba? 

Tapi orang tua Elena berkeras, mikirnya Ibnu itu lelaki yang saleh (dari penampilannya). Mereka juga pengen cuci tangan dari kewajiban mendidik agama ke Elena. Bagi mereka,  biarlah hal ini menjadi tanggung jawab suaminya. Duh, siapa hayo yang kayak gini? Madam kok jadi pengen self gaplok.

Tapi namanya juga anak, penolakan Elena tidak diterima. Dia terjebak dilema, menerima lamaran Ibnu berarti putus dari Eugene. Dia akan  kehilangan cintanya, hidupnya, sanggupkah? Sebaliknya, menolak lamaran Ibnu membuat ibunya sakit, Elena tak tahan.   Akhirnya dia mau nikah sama Ibnu dan putus sama Eugene, walau terpaksa. Di sini sebenernya Elena sudah mulai merasakan perang batin. Selepas menikah dengan Ibnu  dia masih belum rela menyerahkan hati, apalagi tubuhnya. 

Elena - Ayunafamily.com

Note To Myself

Konflik sesungguhnya dimulai ketika Elena gagal move on. Dia memilih kembali bersama Eugene yang sama-sama belum mau putus. Bayangkan, dua insan yang masih saling cinta bertemu diam-diam itu ibarat nyiram bensin ke api, nafsunya makin berkobar.  Bisa jadi alasan bertemu cuma mencurahkan isi hati, tapi eh lanjut ke grepe-grepe sampai pagi.

Saat mengetahui dirinya hamil, Elena punya feeling kalau anak yang dikandungnya adalah benih Eugene, bukan Ibnu. Di titik ini gadis itu baru menyadari betapa fatal kesalahan yang dibuatnya. Akhirnya dia bertaubat dan melakukan hijrah, mencoba menjadi manusia yang lebih baik. Namun sayang, bayinya lahir dengan mata berwarna biru. Hal itu menjadi bukti tak terbantahkan bahwa Elena telah main hati dan main-main yang lain dengan lelaki yang bukan pasangan sahnya.

Saat tahu bahwa anaknya bukan anaknya, Ibnu muntab. Elena yang sudah ketahuan pun hanya bisa pasrah menerima kemarahan Ibnu. Ibnu pun mencoba memaafkan walau badai kemarahan masih memenuhi hatinya. Mereka menjalani kehidupan rumah tangganya penuh kepalsuan, terlihat baik-baik saja padahal retak dimana-mana.

Masalah kembali muncul ketika Ibnu tidak mampu menyampaikan hasrat kepada istrinya, if you know what I mean. Dia tak mampu menghalau fakta menyakitkan kalau tubuh sang istri sudah pernah dijamah oleh lelaki lain. Hal ini terjadi cukup lama, setahun. 

Sepertinya “pikiran pendek” adalah nama tengahnya Ibnu. Alih-alih menyelesaikan permasalahannya dengan sang istri, dia mencari jalan pintas . Ibnu meminta ijin Elena untuk menikah lagi. What the….  

Oh iya jangan lupa, kebundetan ini dtaitambah dengan Eugene yang kembali mencarinya setelah bertahun-tahun. Usut punya usut ternyata di dalam hati, perempuan itu pun masih memiliki rasa terhadap Eugene. Apalagi ada Al yang merupakan anak biologis lelaki bule tersebut. Nek kamu jadi Elena, mau pilih yang mana?

IBNU, SOSOK PROTAGONIS YANG HARUSNYA JADI ANTAGONIS

Nah, dongengnya sampai situ saja ya karena Madam mau langsung lanjut ke alasan-alasan kenapa Madam enggak suka sama Ibnu

  1. Ibnu tidak mampu mendidik istri. Seorang Istri adalah tanggung jawab suami. Apabila istri melakukan kesalahan maka kita harus melihat ke belakang, bagaimana sih cara suami mendidik istrinya? Sejak awal, saya merasa bahwa ada yang hilang diantara Elena dan Ibnu, yaitu chemistry. Pernikahan berdasarkan cinta saja tetap butuh usaha untuk membangunnya, apalagi kalau menikah karena terpaksa kan? Sangat sedikit deskripsi yang menggambarkan usaha Ibnu merebut hati Elena. Bahkan mendidik secara agama pun biasa-biasa saja karena pasca menikah Elena masih tidak berhijab. Tidak ada godaan atau rayuan atau pembicaraan tentang masa lalu yang membuat dia bisa jatuh cinta sama Ibnu. Sebelnya lagi, Ibnu malah fokus ke usaha untuk itu meluluYaa akhirnya ibnu memang dapat tubuhnya Elena sih, walau hatinya belum.
  2. Ibnu, lelaki berpikiran pendek. Ketika membaca bagian “Ibnu ingin menikah lagi” saya langsung menarik dan nafas dan pengen teriak kencang-kencang “HELLOOOO, ITU KELUARGAMU YANG AMBURADUL MAKKROMPYANG DAN RETAK-RETAK ITU MBIK YA DIBENAHI DULU SEBELUM KAMU MEMBANGUN KELUARGA YANG BARUUUU!!” Lebih shocknya,  alasan utamanya menikah lagi : karena enggak bisa ML. Duh, padahal ibnu ini digambarkan sebagai sosok lelaki yang soleh loh, tapi kenapa mikirnya pake hawa nafsu selangkangan ya? Yaa…okelah kalau memang dia mau menikah lagi dengan alasan begitu, tapi mbok tinggalkan saja Elena sekalian.  Dia itu tidak sakit/cacat dan bukan tidak bisa menghasilkan anak loh, pun kalau mau dicerai rasanya wajar. Ini jelas seperti pembalasan dendam dengan gaya sok syariah. Jauhlkalau dibandingkan dengan alasan kanjeng Nabi berpoligami. Mempertahankan Elena di sisi tanpa memenuhi hak batinnya ditambah memaksanya untuk harus menyaksikan pernikahan serta kehadiran istri kedua. Yayaya, pembalasan itu memang seusatu yang manis, iya kan? *pukpuk Elena.

    elena - ayunafamily.com

    ekspresi Madam saat tahu alasan Ibnu mau nikah lagi

  3. Ibnu, lelaki yang ingkar janji. Elena mengijinkan Ibnu menikah lagi dengan satu syarat : tinggal di tempat terpisah dengan sang adik madu. Faktanya, bahkan setelah menikah dengan Adinda, Ibnu tak kuasa untuk menolak keinginan istri keduanya yang tidak ingin ditinggal. Jadilah Adinda cukup sering hadir di rumah dan jatah harinya Elena. Bahkan pernah, Ibnu dan Adinda keluar dari kamar tamu rumah Elena dengan rambut yang terlihat basah. Parahnya lagi, Ibnu hanya berkomentar menggoda “cemburu ya?” tanpa rasa bersalah sedikitpun. Damn it, perselingkuhan Elena memang sesuatu yang jelas-jelas salah dan berdosa. Tapi apa yang dilakukan oleh Ibnu pun tak kalah menjijikan. Bahkan dzolim yaaa. Bikin saya gemes pengen kruwes-kruwes batu. 
    Elena- ayunafamily.com

    Ekspresi Madam baca part Ibnu-Adinda vs Elena. Source : Meme Comic Indonesia

  4. Ibnu, lelaki yang tidak punya prinsip. Jadi gini, setelah menikah dan berhasil menyalurkan hasrat dengan Adinda, barulah Ibnu kepikiran untuk pergi berkonsultasi dengan ahli perihal masalahnya dengan Elena. Jadi memang ya, akhirnya dia bisa berpikir dengan benar walaupun  telat banget. Tapi hal inipun tidak bisa terlaksana karena diganggu oleh Adinda. Euw, seandainya prinsip Adil ini benar-benar dipegang sama Ibnu, harusnya sih tetap enggak bakal keganggu ya. Harusnya sih dia bisa tegas ke istri kedua tentang waktu dan keperluan-keperluannya. 
  5. Tidak bisa mendidik istri (lagi). Pernikahan yang landasan dasarnya adalah sex belaka tapi mengharapkan jadi samara, menurut ngana? Iya loh, di buku si Ibnu merasa gagal mendidik Adinda. Padahal kurang apa coba, lha wong dia pergi ke Kanada sampai bertahun-tahun saja sama Adinda. Masak iya selama kurun waktu segitu dia enggak bisa membentuk dan membangun pola pikir istri keduanya menjadi lebih baik? Dan oh yeah, di akhir cerita Adinda ini memang bertaubat loh, tapi yang menuntun dan memberi masukan tentu saja bukan Ibnu.

Nah, sampai sini bisa paham kan kenapa Madam enggak suka banget karakter Ibnu? Kenapa Madam sebel Elena memilih dia bukan malah Eugene. Eaa, ketahuan juga nih kalau saya masuk ke dalam #timeugene, bwahahahaha. 

REVIEW ELENA KESELURUHAN ALA MADAM

Saya berterima kasih sekali pada mbak Ellya Ningsih telah menuliskan buku ini. Membuat cerita bergenre romance yang Islami itu tidak mudah, tapi mbak Ellya berhasil melakukannya. 

Elena, Eugene, Abah dan Ummi Izza adalah tokoh-tokoh favorit saya. Elena dan Eugene terutama, karakter mereka berdua tampak konsisten dan berkembang sampai ke akhir cerita. Elena yang dulu biasa-biasa saja berhasil menemukan kembali jalan yang benar. Dia mampu bertransformasi menjadi pribadi yang lebih baik walaupun dorongan awalnya adalah perasaan bersalah. Ampunan itu memang hak Allah, dan saya salut banget sama tokoh Elena yang tak kenal lelah memohon ampunanNya. 

Eugene, tokoh ini juga luar biasa. Penggambaran kehidupannya yang bebas terasa pas karena saya sendiri pernah hidup bareng teman-teman bule. Sikapnya yang pantang menyerah mengejar Elena itu bikin klepek-klepek. Menurut madam, begitulah harusnya seorang lelaki memperlakukan wanitanya. Saya pengen ngakak di bagian Eugene yang kaget saat tahu Elena adalah istri Ibnu, karena yang dia tahu Ibnu sudah beristrikan Adinda. Zonk banget mesti, wkwkwk. 

Pesan-pesan yang disampaikan oleh Abah dan Ummi Izza juga ngena. Saya senang sekali melihat bagaimana pasangan suami istri tersebut tak pernah lelah membersamai Ibnu yang notabene “hanya” menantunya dan bersikap sangat baik pada Elena. 

Baca juga : Review Buku Catatan Harian Menantu Sinting

Saya menyukai kisah Elena, namun saat membacanya versi buku terasa ada hal-hal yang agak mengganggu. Hal tersebut antara lain ;

  • Gambar-gambar hiasan yang selalu ada di halaman pertama bab baru. Kertas yang dipilih untuk buku ini adalah putih agak buram, bukan putih bersih. Sehingga ketika tulisannya ditumpuk dengan gambar-gambar saya butuh usaha lebih untuk membacanya. Jadi kurang nikmat gitu. 
  • Dialog tag yang kepanjangan. Ada beberapa dialog tag yang membuat saya merasa kayak harus berlari saat membaca karena ngejar ujungnya, hihihi. Kalau udah begini biasanya malah langsung saya skip.
  • Ending yang ng..ng…ng… Jadi gini, saya adalah orang yang memesan buku ini karena kepo akut dengan endingnya. Tentu saja aslinya saya juga bisa menebak siapa yang akan dipilih oleh Elena. Hanya saja saya tetap mengernyitkan dahi ketika buku ini berakhir sambil bergumam “Eh, tamatnya udah gini aja?” .  Secara di awal-awal episodenya Elena ini udah dramatis banget gitu, sehingga ketika penghujung kisahnya terasa kurang greget saya jadi agak gimanaaa gitu. 

Finnally, alhamdulillah akhirnya review novel ini selesai juga. Setelah kemarin pakai drama WordPress error dan tulisan yang jumlahnya lebih dari 1500an kata hilang mendadak, hakshakshaks.  

Sekali lagi terima kasih banyak atas bukunya yang luar biasa. Saya menulis buku ini karena benar-benar terpesona dengan novel yang sampeyan buat. Ditunggu karya-karya selanjutnya.

Anyway, bagaimana dengan teman-teman yang lain? Sudah baca bukunya belum? Kalau sudah, boleh dong sharing review kalian di kolom komen yaa, ditunngu loh. kiss kiss

 

 

 

54 Comments
  1. September 5, 2018
    • September 9, 2018
      • August 8, 2019
  2. September 5, 2018
    • September 9, 2018
  3. September 5, 2018
    • September 9, 2018
  4. September 5, 2018
    • September 9, 2018
  5. September 5, 2018
    • September 9, 2018
  6. September 5, 2018
    • September 9, 2018
  7. September 5, 2018
  8. September 7, 2018
    • September 9, 2018
  9. September 7, 2018
  10. September 10, 2018
    • September 17, 2018
  11. September 22, 2018
  12. September 22, 2018
  13. September 22, 2018
  14. September 22, 2018
  15. September 23, 2018
  16. September 23, 2018
  17. September 23, 2018
  18. September 24, 2018
  19. September 24, 2018
  20. September 24, 2018
  21. September 24, 2018
  22. September 25, 2018
  23. October 7, 2018
    • October 8, 2018
    • February 27, 2019
  24. October 12, 2018
    • November 13, 2018
  25. November 10, 2018
  26. November 13, 2018
    • November 13, 2018
      • November 13, 2018
    • November 13, 2018
  27. November 16, 2018
    • November 19, 2018
  28. December 3, 2018
  29. December 30, 2018
  30. January 21, 2019
  31. March 3, 2019
  32. March 27, 2019
  33. May 16, 2019
    • May 17, 2019
  34. July 31, 2019
  35. October 16, 2019

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *