Ruang Cerita Keluarga Mama Triplet

SUSU PERTUMBUHAN UNTUK BAHAGIA LUAR DALAM

SUSU PERTUMBUHAN UNTUK BAHAGIA LUAR DALAM

Susu pertumbuhan yang baik membantu tumbuh kembang anak menjadi lebih baik

– Madam A –

Saya sering kali merasa kalau saya adalah satu-satunya manusia di bumi ini yang perutnya sensitif.

Terutama saat kecil dulu.

Saya paling enggak bisa salah makan sedikit saja. Efeknya amat berbahaya dan brutal. Keliru memilih makanan akan membuat saya memonopoli kamar mandi di rumah. Dan ini bisa menyebabkan problem keluarga yang panjang karena menyangkut hajat hidup orang banyak.

Nah, saya mau berbagi sebuah pengalaman berharga terkait dengan hal ini.

Kejadiannya sudah cukup lama. Kalau enggak salah, sekitar sepuluh tahun yang lalu ketika saya hendak ikut UM (Ujian Masuk) UGM. Sebagai orang tua, Mama tidak tinggal diam melihat saya hendak menghadapi saat-saat krusial. Salah satu bentuk kepedulian beliau adalah dengan memastikan saya makan banyak agar tidak kelaparan selama ngerjain soal.

Waktu itu sebetulnya saya sudah menyadari kondisi perut yang sensitif sehingga kalau ujian justru makan cuma dikit aja. Tapi kok… rasanya enggak tega lihat Mama yang udah berjuang menyediakan makanan bergizi untuk mendukung anak gadisnya yang cantik ini. *eh

Singkat cerita, apa yang saya takutkan beneran terjadi dong. Awalnya saya deg-degan banget  karena melihat bagaimana hebohnya para peserta ujian lain di lokasi. Ada yang komat-kamit sambil bawa buku yang ketebalannya bisa jadi ganjel pintu, ada yang lagi ngeraut pensil 2b sampai seruncing mungkin, ada juga yang cuma cengengesan. Eh, itu saya ding.

Melihat yang begituan tentu saja kepercayaan diri langsung kebanting. Maklum, persiapan yang saya lakukan enggak ada setengahnya dibanding mereka. Memikirkan hal tersebut membuat jantung saya berdebar-debar. Sialnya, debaran itu membawa efek buruk.

Perut saya mendadak ikut bergejolak.

Saking hebohnya gejolak dan gelora di dalam perut, saya sampai mengeluarkan keringat dingin. Dan juga mual. Asli, belum sempat lembar pertanyaan dibagikan konsentrasi saya sudah pecah cah cah cah. Tiba-tiba dada saya sesak, nafas juga jadi pendek-pendek. Udah gitu, kok ya kebetulan sekali tempat ujian saya di ruang yang non AC. Ya Lord, berasa dapet serangan bertubi-tubi. Hasrat untuk buru-buru ke kamar mandi sungguh tak tertahankan!

Saya tersiksa. Banget!

Pokoknya, UM UGM jaman baheula tea bikin saya pengen berkata julid. Julid! Julid! Julid! Saya jamin kalian pasti tahu, butuh waktu cukup lama dan penghayatan tingkat tinggi untuk mampu menenangkan diri dari tragedi semacam itu. Akan tetapi, ujian hidup masih belum selesai bro. Bayangkan, begitu tenang saya baru sadar kalau ndilalah sisa waktu tinggal sedikit. Akhirnya  panik lagi. Terus mules lagi. Muter gitu terus aja sampai Anggun jadi duta shampoo lain.

Iya, akhirnya saya enggak lolos UM UGM. Terpuruk akibat sedih dan kecewa sudah pasti. Sering pula saya merasa kalau diri ini enggak lebih baik dibanding sedotan ale-ale.  Tapi alhamdulillah, Allah maha baik karena saya bisa membalasnya di SMBPTN.

Padahal waktu itu papa masuk rumah sakit dan mama harus menemani. Saya terpaksa menyiapkan segalanya sendirian. Saya enggak makan, minum doang. Tapi Alhamdulillah, justru karena itulah drama mules-mual-ambyar bisa di skip sehingga saya merasa lebih mudah untuk fokus mengerjakan soal.

PENCERNAAN ADALAH OTAK KEDUA KITA

Setelah bertahun-tahun, saya masih menganggap hal tersebut hanyalah angin lalu. Sampai hari selasa tanggal 21 Mei  kemarin. Hari itu saya dan teman-teman blogger bertemu dengan dr.Ray Wagiu Basrowi, MKK. Beliau adalah seorang dokter yang  menjelaskan dengan sangat detail hubungan antara sistem pencernaan dan mood serta kebahagiaan.

susu pertumbuhan lactagrow - ayunafamily.com
Dokter satu ini sangat cool!

Saya terharu, Alhamdulillah ya Allah akhirnya Engkau mengijinkanku untuk bisa  tidur dengan tenang tanpa perlu lagi memikirkan misteri, kenapa ya kok tiap mau ujian aku mules-mules? Wkwkwk.

Jadi gini, setelah hidup selama 29 tahun saya baru tahu kalau sel yang membentuk sistem pencernaan dan otak adalah sel yang sama. So, bisa dipastikan kalau sistem pencernaannya enggak oke, kinerja otak juga pasti enggak oke. Istilah kerennya, “Kalau kamu error, aku juga error shay!”

 Senasib, sejiwa, dan sepenanggungan gitu.

 Takjub enggak sih?

Nah, hal yang perlu banget dipahami adalah, kalau orang dewasa aja bisa mengalami kayak gini, apalagi anak-anak. Fyi, mereka bahkan lebih rentan untuk terkena gangguan sistem pencernaan karena pada 1000 hari pertama kehidupan, sistem pencernaan di dalam tubuhnya masih bolong-bolong. Terutama untuk usus halus, usus besar sampai rectum yang terdiri dari sel-sel epitel.

Dengan kondisi yang demikian, maka enggak heran kalau semua yang masuk dalam sistem pencernaan diserap oleh tubuh. Mau protein mau kuman, semua bisa nyelonong gitu aja lewat celah-celah yang belum tertutup sempurna.

Mmm… kalo yang masuk adalah zat-zat yang penting semacam protein, karbo, atau lemak baik kita bisa tenang. Tapi bila yang masuk adalah bakteri orientia tsutsugamushi penyebab typhus atau bakteri salmonella typhi yang menyebabkan tipes, apa kabar emak-emak?

Selain tipes, penyakit-penyakit yang berkaitan dengan saluran pencernaan juga enggak bisa dianggap remeh. Diare misalnya, penyakit ini terkesan seperti penyakit ringan. Padahal diare merupakan penyebab kematian balita tertinggi kedua di Indonesia. Kemudian ada kolik, yang bisa banget bikin orang tua pusing tujuh keliling karena menyebabkan anak rewel luar biasa.

Gangguan-gangguan tersebut tentu saja mengganggu ritme kehidupan keluarga. Ada economic loss serta time loss sebagai konsekuensinya. Ini tentu saja menyebabkan berkurangnya rasa bahagia pada anak maupun orang tua.

Nah, sampai sini kita sepakat ya kalau sistem pencernaan memegang peranan yang sangat penting dalam kehidupan?

Enggak heran kemarin dr.Ray bilang Gut is Our Second Brain. Logikanya, semua energi dan nutrisi yang akan masuk ke otak, jantung, tulang memang harus lewat sistem pencernaan dulu. Jadi, PR banget nih buat kita para orang tua untuk menjaga kesehatan sistem pencernaan anak.

MENJAGA SISTEM PENCERNAAN DENGAN PROBIOTIK

Allah sudah menganugerahi kita milyaran bakteri baik dalam tubuh,  di usus besar misalnya. Bakteri-bakteri baik ini membantu mengirimkan impulse atau pesan-pesan biokimia yang dikeluarkan dari perut untuk dikirim ke otak. Bahkan konon katanya, keberadaan bakteri baik ini juga bisa merangsang mood. Wow!

Saya percaya sih sama pendapat ini. Saya tahu banget gimana stressnya kalau lagi sakit perut atau diare. Kalau bisa, pengen sekalian pingsan aja wis soalnya bener-bener ambruk. Perut krucuk-krucuk, nyeri. Belum lagi harus bolak-balik ke toilet. Capek, enggak ada mood buat ngerjain apapun.

Meski demikian, saya masih tenang jika yang sakit adalah saya. Soalnya kalau anak-anak yang kena diare atau kolik bhay ajalah. Sudah bisa dipastikan kehebohannya. Lha wong mereka belum bisa mengungkapan apa yang dirasa, bisanya cuma nangis, ngamuk, rewel atau ngrengek. Yang begini yang bikin remuk, sudahlah kita sedih lihat anak sakit, kadang ikut stress pula karena harus menghadapi anak yang enggak ngerti apa maunya.

Penelitian telah membuktikan jika stressor keluar secara berlebihan dalam bentuk segala macam kelakuan negatif, hormon-hormon stress anti endorphin yang menghambat kebahagiaan tumpah. Hormon ini akan membuat sistem tidak bisa bekerja  karena fokus untuk memperbaiki kerusakan-kerusakan yang terjadi sebelumnya.

Jadi enggak happy kan?

Terus harus gimana ? Ya mau enggak mau ini artinya kita harus berjuang untuk menjaga kesehatan sistem pencernaan anak. Don’t worry be happy karena pada kesempatan kemarin itu, dr. Ray memberikan saran dan masukan yang bermanfaat.

Beliau mengungkapkan kalau komponen yang sudah terbukti secara ilmiah berperan penting menjaga saluran pencernaan adalah dengan memberikan probiotik.

PRO.BI.O.TIK

Emak-emak mah udah sering denger tentang ini lah ya. Saya lumayan sering soalny. Cuma memang enggak ngeh kalau probiotik fungsinya sepenting itu. Probiotik tidak hanya membuat sistem pencernaan sehat tetapi mencegah dan mengobati penyakit-penyakit saluran pencernaan terutama diare dan kolik.

Lactobacilus reuteri adalah salah satu jenis probiotik yang terbukti secara klinis memperbaiki kinerja sistem pencernaan. Terbukti secara klinis artinya sudah ada penelitian yang mendalam, skala besar,dan diakui badan kesehatan dunia.

Ya kali buat anak kita kasih yang asal-asalan?

Anyway, Lactobacilus Reuteri ini punya beberapa kelebihan, antara lain :

  1. Lebih panjang periode kerjanya
  2. Mampu berkompetisi dengan mikroorganisme pathogen, artinya Lactobacilus reuteri dapat bersaing dan mengalahkan kuman-kuman patogen yang menyebabkan infeksi diare dan penyakit pencernaan lainnya.  
  3. L.reuteri juga mampu mensintesa vitamin terutama b12 dan vitamin K yang ada di sistem pencernaan. Sistem pencernaan yang sehat dapat mengubah mood. Mood menjadi lebih baik menjadi bahagia. Makannya tumbuh kembang anak yang bahagia lebih baik.
  4. Probiotik membantu menyerap gizi lebih baik serta membantu menjaga kekebalan tubuh.

Lactobacilus Reuteri sediaannya banyak, ada yang berbentuk kapsul, ada pula yang drop dengan cairan. Mana kira-kira yang paling baik?

Tanpa bermaksud promosi nih ya, ternyata pendekatan terdekat adalah  dengan memberikan format makanan. Dan format makanan terbaik adalah dalam bentuk susu

Kenapa susu ( dalam hal ini susu pertumbuhan) ? Kenapa susu powder? Karena pada susu pertumbuhan yang bubuk kandungannya sudah dibuat sedemikian rupa.  Ada probiotik, zat gizi makro, dan zat gizi mikro persis seperti yang diapat saat kita makan.  

Jadi, kalau misalnya teman-teman ingin mencari susu pertumbuhan yang mendukung tumbuh kembang melalui kesehatan saluran cerna si kecil saya akan merekomendasikan Nestlé LACTOGROW.

KENAPA SIH MEMILIH SUSU PERTUMBUHAN NESTLE LACTOGROW?

Karena anak saya yang nomer dua sudah membuktikannya. Ceritanya, saat usia si teteh 8 bulan saya ketahuan hamil lagi, hehehehe. Waktu itu saya keukeuh untuk tetap menyusui, tapi ternyata menyusui sambil hamil itu berat. Perut sering sekali kontraksi, dan asi jadi tidak keluar.

Saat si teteh berusia 11 bulan, akhirnya dia sudah fix tidak lagi menyusu pada saya. Pada rentang waktu 3 bulan itu, dia masuk RS dua kali. Iya, kalian enggak salah baca, DUA KALI masuk RS. Potek bangetlah hati ini.

Nah, setelah tidak lagi menyusu saya sempat kebingungan memilih susu pertumbuhan untuknya. Pernah coba merek A dan B ternyata enggak cocok karena bikin mencret. Waktu saya coba LACTAGROW, eh dia mau! Bahkan pada saat tahap percobaan pun dia enggak mules, enggak ada reaksi apapun di kulitnya ( si teteh punya alergi dengan zat tertentu).

Baca Juga : Tips Menyapih Anak Usia 2 tahun

Alhamdulillah, lega banget rasanya karena dia bisa grow happy. Saya juga kan jadi happy.

TENTANG JIWA YANG BAHAGIA

Selesai dengan sesi tentang kesehatan, kami lanjut mendapatkan ilmu yang bermanfaat dari ibu Vera Itabiliana Hadiwidjojo, S.Psi. Dari gelarnya aja udah ketahuan kalau beliau adalah seorang psikolog. Sama dengan dr. Ray, ibu Vera sepakat bila kebahagiaan adalah faktor penting yang dibutuhkan dalam fase tumbuh kembang anak.

susu pertumbuhan lactagrow - ayunafamily.com
Ibu Vera Itabiliana S.Psi

Mengapa bahagia penting?

Karena seorang anak yang dicintai dan memiliki pola asuh yang baik sejak dini, akan memiliki hippocampus 10% lebih besar. Hippocampus adalah bagian otak yang penting untuk proses belajar, memori, respon terhadap stress.


Disampaikan oleh Joan L Luby (2012) Professor Child Psychology

Apa sesungguhnya yang membuat seorang anak bahagia?

Bukan sulap bukan sihir, yang membuat anak merasa aman, nyaman, dan bahagia adalah ketika dia mengetahui kalau orang tua menerima dirinya apa adanya. It’s about unconditional love mom, dad!

Paham sih, saya sendiri merasakan betapa tenangnya hati ini tahu papa dan mama sayang sama saya meski saya tidak secantik A, tidak sepintar B, ataupun seberprestasi C. They love me just the way I am, and that’s enough.

Apa saja manfaat kebahagiaan bagi anak?

  1. Anak memiliki kesadaran diri yang baik
  2. Anak memiliki kesadaran sosial yang baik
  3. Kemampuan kognitif, afektif, lebih baik

Aktivitas yang dilakukan untuk dukung anak merasa bahagiapun beragam, yang pasti kita harus pastikan keterlibatan kita sebagai orangtua. Tentunya kegiatan yang dilakukan sepenuhnya bersama anak akan menyenangkan untuk anak dan orangtua.

Ini bukan berarti kalau kita lagi nonton TV or browsing anak dibiarkan ikut pegang gadget sendirian terus main disamping kita loh ya. Upayakan dalam setiap kegiatan kita melibatkan anak. Kalau saya biasanya sih suka masak atau bebikinan kue bareng gitu. Mereka bantu aku ngupas sayuran atau sekedar cabutin daun bayam.

TENTANG ACTIVE LISTENING

Kebanyakan orang tua terjebak pada pemikiran bahwa untuk membangun pembicaraan dengan anak haruslah dengan membuat pertanyaan. Padahal itu bisa membuat mereka bosan, apalagi kalau pertanyaannya cuma itu-itu saja.  Padahal cara terbaik membuat percakapan dengan anak cukup dengan kita duluan yang cerita. Mesti anak bakal ikut menimpali. Iya kan?

Memahami otak

Saat itu kami juga diajari untuk memahami hubungan otak dan emosi anak. Agar penjelasannya lebih mudah, beliau meminta kami menggunakan tangan kanan sebagai perumpamaan otak. Pergelangan tangan ke bawah adalah batang otakjempol yang ditekuk ke dalam adalah amygdala, sedangkan 4 jari yang menutup jempol adalah bagian otak depan.

Kalau dilihat dari samping terlihat seperti otak kan?

susu pertumbuhan - ayunafamily.com

Amygdala berfungsi  mengatur  emosi. Lalu otak bagian depan berfungsi untuk membangun pola pikir seperti mengambil keputusan, memilah, memilih, mana yang baik dan benar. Pada anak-anak hingga remaja usia 20 tahun, otak bagian depan belum sempurna kondisinya.

Makanya kalau kadang-kadang kita merasa, “Kenapa anak-anak nih kayak enggak ngerti-ngerti yaah? ”

Ya emang belum ngerti dan belum paham geenkksss! Hahahaha

Anyway seperti yang sudah saya paparkan sebelumnya,  selama kemampuan otak bagian depan belum berfungsi maksimal, semua perilaku anak dikendalikan oleh emosi (amygdala). Jadi bila diibaratkan, ketika anak sedang emosi maka otak bagian depan anak akan ngeblak terbuka sehingga emosi menjadi dominan.

susu pertumbuhan - ayunafamily.com
Ilustrasi kinerja otak anak

Pertanyaannya, bisa enggak otak bagian depan diturunkan kembali dan anak disuruh berpikir?

Bisa banget! Caranya adalah dengan kita memahami emosinya. Jadi ketika si anak berpikir, “Oh..mama memahami emosiku, Mama tahu kalau aku sedang marah.” Maka bagian otak depan ini akan turun perlahan-lahan. Begitu emosi sudah turun baru deh anak bisa kita ajak ngobrol.

Gimana, masih abstrak banget ya? Coba deh saya bikinkan tabel supaya lebih mudah dipahami.

SituasiEmosi Yang Ditangkap Orang Tua
1. “Aku enggak mau makan sayur! Emoh!”“Oalah, Abang enggak suka makan sayur ya?”
2.“Mama nakal, mama enggak sayang sama aku. Aku enggak dibeliin mainan!” “Aduh, Abang kesel ya enggak dibeliin mainan.”
3. “Mama jangan pergi pleaseee! Mama di rumah aja sama aku.”“Ya Allah, abang sedih ya? Abang kesepian kalau enggak ada mama.”
4. “Hore! Hari ini aku dapet bintang!” “Wah, Abang sedang bahagia nih!”

Coba teman-teman perhatikan kata-kata yang sata tebalkan di dalam tabel. Enggak suka, kesel, sedih, kesepian, bahagia, itu semua adalah jenis-jenis emosi. Perasaan. Saya tahu kita awam dalam hal memahami hal tersebut karena memang sjak kecil kita tidak pernah diajari hal ini oleh orang tua kita. Orang tua kita pun tidakpaham karena oleh orang tuanya juga tidak diajari.

Padahal, ketika kita mampu memahami dan menangkap emosi anak, ada dua hal yang bisa kita dapatkan.

  • Anak jadi belajar mengenal nama perasaan yang dirasakannya. Pada akhirnya, ketika mereka makin besar mereka mampu menyampaikan apa yang mereka rasa alih-alih melakukan hal negatif untuk mencari perhatian orang tua.
  • Ketika anak merasa orang tuanya paham, emosi si anak akan turun. Dia akan merasa diterima, dan dicintai.

Saya sendiri sebenernya sudah pernah mempelajari hal ini dalam kelas Komunikasi Pengasuhan Anak bersama bu Fithrie, jadinya bisa lumayan memahami.

Langkah selanjutnya yang bisa diambil setelah menangkap emosi, kita bisa bernegosiasi dengan anak.

Misalnya dalam kasus anak yang tidak mau ditinggal itu. Setelah kita menangkap perasaannya, kita bisa mengajak mereka diskusi.

“Mama tahu abang sedih kalau mama pergi, maafkan mama.”

“Iya ma, abang sedih.”

“Insya Allah, nanti setelah mama pulang, kita makan dan main puzzle barengya? Gimana?”

Nah, kurang lebih dengan percakapan seperti itu, kita bisa meniadakan drama tangis-tangisan ataupun menyelipkan kebohongan dengan pergi diam-diam yang sungguh amat buruk bagi memori anak.

Thinking skill anak pun secara tidak langsung jadi terasah. Anak akan melepas kepergian orang tua dengan happy, mamanya happy. Akhirnya semua happy!

KESERUAN TIADA AKHIR PADA EVENT SUSU PERTUMBUHAN LACTAGROW

Bener-bener, acara “Grow Happy Parenting Ramadhan : Happy from The Inside Out” itu seru banget. Enggak Cuma bagi-bagi ilmu yang bernas bersama para ahli, kami juga seseruan membuat play doh makanan sehat.

Jadi kami membuat tim yang terdiri dari enam orang yang bertugas membuat contoh makanan sehari-sehari yang bernutrisi bagi anak. Ya ampun, seneng banget emak-emak. Saya sendiri kelihatan enggak kreatif, hahaha

Sebetulnya di sebelah piring berisi makanan ini, ada segelas susu pertumbuhan loh!

Alhamdulillah, acara berjalan lancar dari awal sampai akhir. Terima kasih banyak Nestlé LACTOGROW telah mengundang saya dan teman-teman blogger. Enggak menyesal deh memilih produk ini sebagai susu pertumbuhan si kecil. Please, undang saya lagi karena sebagai orang tua, masih banyak yang harus saya pelajari.

Salam!

Catatan : WHO merekomendasikan pemberian ASI Ekslusif hingga bayi berusia 6 bulan dan lanjutkan selama mungkin. Susu pertumbuhan diformulasikan untuk memenuhi nutrisi yang diperlukan oleh anak diatas usia 1 tahun dan tidak diberikan untuk bayo. Baca label sebelum membeli

(Visited 19 times, 1 visits today)


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *