Ruang Cerita Keluarga Mama Triplet

Recent Posts

Ibuku Tak Sempurna

Ibuku Tak Sempurna

Cerpen kesekian yang bisa aku selesaikan, terinspirasi dari komik isyarat mieko. salah satu komik kesukaanku dulu. Tulisan ini masih sangat mentah, tapi semoga bisa menjadi pengingat bagi kita semua. apalah kita ini tanpa ibu kita, hanya sedotan ale-ale yang terbuang …  gambar diambil dari sini please […]

NHW#9 iBU, Sang Agen Perubahan

NHW#9 iBU, Sang Agen Perubahan

Bismillah, assallammuallaikum semua! Kembali berjumpa dengan hari sabtu, kembali berjumpa dengan NHW. Pengerjaan NHW kali ini tentunya terasa sangat melow, aaahh…. Last NHW untuk kelas bunda pembelajar. Setelah delapan minggu berkutat dengan materi dan tugas, akhirnya kok bertemu juga di akhir pembelajaran. mudah2an para agen […]

NHW#8 Tentang Misi Kita dalam Kehidupan dan Produktivitas

NHW#8 Tentang Misi Kita dalam Kehidupan dan Produktivitas

Assallammuallaikum semua, alhamdulillah ya kali ini saya mencoba mengerjakan tugas sehari lebih cepat. Kok bisaaa? Karena ini minggu pertama si Abang mulai sekolah gitu loh (haseeek). Si abang sekolah dan si adek bobok, bisalah mamanya nyruput air putih sambil mulai menulis lagi.

Ketika akan menulis ini sebelumnya saya sempat menjelajah timeline Facebook dan menemukan berita duka cita yang sangat viral, Chester Bennington si vokalis grup Band Linkin Park yang terkenal itu ditemukan mati karena bunuh diri.

Suicide..

Saya prihatin dan begitu merinding membaca beritanya yang cuma tampak sekilas-sekilas saja. Gaes, betapa banyak orang-orang di dunia ini yag hidup dengan kemewahan, pamor yang luar biasa, terlihat bahagia namun memendam begitu banyak rasa sakit di dalam dirinya. Begitu sakitnya sampai kehilangan pegangan dan lari dengan cara bunuh diri. Dari kasus ini, selayaknya kita semakin aware dengan lingkungan sekitar kita yang makin lama makin memprihatinkan.

Bullying merajalela dimana-mana, dilakukan bahkan oleh sekelompok anak sekolahan yng masih ealaaaahh..bau kencur gitu loh. Anak SMP, belum lagi yang mahasiswa membully teman mereka yang berkubutuhan khusus di sebuah universitas. NGERI! JIJIK MELIHATNYA! HOW CAN YOU DO THAT GUYS!!

Itulah yang menurut saya, yang dilakukan orang-orang yang tidak mempunyai tujuan hidup serta pedoman hidup yang jelas. Cocok sekali rasanya dengan materi dan penugasan pekan ini, tentang misi hidup kita serta produktivitas.

baiklah, saya rasa setelah ngelantur kepanjangan, mari kita kembali menekuni apa yang seharusnya dilakukan :Tugas

a. Ambil salah satu dari ranah aktivitas yang sudah teman-teman tulis di kuadran SUKA dan BISA (lihat NHW#7)

Menulis

b. Setelah ketemu satu hal, jawablah pertanyaan “BE DO HAVE” di bawah ini :
1. Kita ingin menjadi apa ? (BE)

Menjadi seseorang yang bisa menyampaikan ide serta gagasannya lewat tulisan

2. Kita ingin melakukan apa ? (DO)

Belajar menulis langsung dengan mereka yang sudah menelurkan karya

Membaca lebih banyak buku

Berbagi ilmu dan pengalaman dengan teman-teman yang sama-sama ingin lebih baik dalam hal kepenulisan

Menulis di media seperti wattpad, facebook, blog
3. Kita ingin memiliki apa? (HAVE)

Ingin memiliki karya tulis hasil jerih payah sendiri

c. Perhatikan 3 aspek dimensi waktu di bawah ini dan isilah:
1. Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu kehidupan kita (lifetime purpose)

Yang ingin dicapai dalam kurun waktu kehidupan ini bagi saya cukup banyak, bekerja sama bersama suami membimbing serta mendidik anak-anak menjadi manusia yang bermanfaat, peka terhadap sesama, mandiri, solih-solihah, pintar tanpa meninggalkan agama. Saya juga bercita-cita memiliki rumah dan kendaraan tanpa perlu terjerat riba. Ingin memiliki usaha sendiri, entah melalui dunia kepenulisan ataupun per-baking-an. Menjadi orang yang bisa menginspirasi teman-teman lain, berhaji, mampu berbhasa asing dan kembali menempuh pendidikan master di Luar Negeri. Menghabiskan masa tua bersama suami dengan melakukan kegiatan yang bermanfaat serta meninggalkan dunia ini dengan khusnul khotimah.
2.Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu 5-10 tahun ke depan ( strategic plan)

Mendampingi anak-anak belajar baik di sekolah maupun di lingkungan. Menyelesaikan sebuah karya tulis entah itu cerbung atau cerpen, berlibur bersama suami ke Lombok hanya berdua saja dalam rangka menumbuhkan kembali rasa cinta *uhuk. Memiliki usaha makanan, melanjutkan studi s2 di luar negeri.
3. Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu satu tahun ( new year resolution)

Melahirkan anak ketiga dengan selamat dan sehat, menyusui si kecil, mendampingi si abang dan si kakak gadis belajar dan bermain, menulis hal-hal yang bermanfaat di medsos, kursus membuat pastry dan cinnamon roll

Alhamdulillah, demikian jawaban dari saya tentang tugas-tugas yang disampaikan. mudah2an bisa terkabul semua, aamin ya allah.

#NHW7 MENEMUKAN BAKAT DAN MENGENAL DIRI SENDIRI

#NHW7 MENEMUKAN BAKAT DAN MENGENAL DIRI SENDIRI

Assalllammuallaikum wrwb, alohaaaa, hai hai haiiii! selamat bertemu kembali dengan hari sabtu, selamat bertemu kembali dengan tugas! Oh ya baidewai, mulai minggu ini saya juga udah say hello lagi sama yang namanya kemacetan, masak sendiri dan rutinitas. Intinya, selamat datang kembali dunia nyata muacchh! Untuk […]

NHW#6 KETIKA MENCOBA MENJADI MANAJER HANDAL

NHW#6 KETIKA MENCOBA MENJADI MANAJER HANDAL

Alhamdulillah, assallammuallaikum.. Finnally setelah vakum untuk sekian lama akhirnya kelas dibuka kembali. Halo materi! Halo tugas! kita bertemu lagiii! sejujurnya untuk NHW kali ini saya merasa agak sedih karena tidak ada diskusi maupun pembahasan lebih lanjut dikarenakan putri koordinator iip tangsel batch4 sedang sakit, hiks. […]

Nice Homework #5 IIP Batch 4

Nice Homework #5 IIP Batch 4

Alhamdulillah, time flies so fast karena baru nyadar kalau kok tiba-tiba udah hari sabtu lagi ya? Inilah nasib emak-emak, nggak bisa ngerjain tugas kalau support system alias mas bojo ada di rumah buat jagain anak-anak. Hiks.

Tanpa babibu yang lebih banyak lagi, langsung saja deh ya kita beranjak ke tugas minggu ke 5

NICE HOMEWORK #5
MATRIKULASI INSTITUT IBU PROFESIONAL BATCH #4

? BELAJAR BAGAIMANA CARANYA BELAJAR? (Learning How to Learn)

Setelah malam ini kita mempelajari tentang “Learning How to Learn” maka kali ini kita akan praktek membuat Design Pembelajaran ala kita.

Kami tidak akan memandu banyak, mulailah mempraktekkan “learning how to learn” dalam membuat NHW #5.

Munculkan rasa ingin tahu bunda semua tentang apa itu design pembelajaran.

Bukan hasil sempurna yg kami harapkan, melainkan “proses” anda dalam mengerjakan NHW #5 ini yg perlu anda share kan ke teman-teman yg lain.

Selamat Berpikir, dan selamat menemukan hal baru dari proses belajar anda di NHW #5 ini.

Salam Ibu Profesional,

/Tim Matrikulasi IIP/

 

Jawab :

Design pembelajaran ala saya sesungguhnya super simple, tidak rumit. Kadang kok jadi malu ngeliat temen-temen lain yang cara belajarnya sungguh luar biasa. Saya mah cuma remah-remah rempeyek.

Ketika mencoba mengenali diri sendiri, maka saya menemukan bahwa metode pembelajaran yang paling masuk buat saya adalah Learning by Doing.

Sejak SD sesungguhnya saya sangat menyukai pelajaran praktikum, entah itu menanam biji kacang hijau, membawa nasi untuk dites ada atau tidak kandungan karbohidratnya, menari, membuat prakarya dan masih banyak lagi.

Saya juga menemukan bahwa pemaparan di depan kelas secara normatif itu sangat tergantung oleh bagaimana cara si penyampai menyampaikan materi. Jika si penyampai terasa datar, maka saya akan mengantuk. Namun sebaliknya, penyampai yang unik , lucu dan komunikatif tentu mampu membuat saya merasa segar dan bersemangat menerima materi.

Hal lain yang membantu saya belajar adalah buku. Hobi membaca ini sungguh membantu langkah-langkah saya sampai saat ini. Buku-buku pelajaran yang ditulis secara menarik tentu akan lebih mudah diingat materinya bukan?

Nah, itu kira-kira bagaimana saya belajar cara belajar. Selanjutnya untuk anak-anak.

Yang saya temukan untuk Yuan metode pembelajarannya super simple bok : Learning while Playing.

dan siapakah yang pusat pembelaran anak? ORANG TUA

Saya menyadari bahwa dalam usianya yang 4,5 tahun ini dia masih mengalami masa-masa duplikasi. Meniru, hanya meniru tanpa merasa perlu memahami arti ini dan itu. Orang tua adalah role model, sehingga peranan saya dan suami sangatlah vital dalam proses pembelajaran anak.

Jujur, saya tidak begitu memaksakan pembelajaran tentang Calistung pada anak, kami berdua berkeyakinan bahwa anak kami akan mampu pada saatnya nanti. Tapi kami tetap berusaha mengajarkan membaca Iqro serta menanamkan pentingnya memiliki kemampuan untuk membaca Al-Quran.

Pintar itu tidak ada artinya kalau tidak tau Adab. Saya mencoba berpegang teguh pada prinsip ini, sehingga yang saya ajarkan pada anak adalah sopan santun terlebih dahulu. Cara berbicara misalnya, bagi saya sampai saat ini masih merupakan tantangan karena kadang dia terpengaruh dari luar. Kami berusaha sebaik mungkin menjadi contoh sempurna untuk masalah bertutur yang baik, sekali lagi. Orang tua adalah contoh, kami percaya selama dirumah dia tidak menemukan orang tuanya bermudah-mudah berkata kotor, maka kemungkinan dia meniru mengecil. Kami juga mengajarkan untuk menyapa dengan ramah orang-orang yang kami kenal di jalanan. Tidak sembarangan membongkar mainan di rumah orang lain atau masuk kamar temannya tanpa ijin.

Berdasarkan beberapa bacaan serta seminar parenting dan membaca langsung surat Luqman yang ada di dalam Alquran, saya menemukan bahwa setelah adab, yang sangat penting diajarkan pada anak adalah TAUHID. Keyakinan tentang Allah, bahwa Allah itu ada, nyata dan kita wajib beriman kepadaNya.

Metode pengajaran tauhid ini saya sampaikan dengan alat bantu buku-buku 25 nabi, siroh dan kadang via youtube. Bahkan sering sekali kami menyampaikan ketauhidan pada Yuan hanya dari kejadian sehari-hari saja. Misalnya, ketika dia pulang dari bermain sambil menangis, mengatakan kepada kami bahwa dia takut hantu. Di situlah kemudian ilmu tentang tauhid pelan-pelan kami masukan.

“Loh, kita itu manusia bang, enggaklah kalau takut sama hantu. Takut itu hanya kepada Allah”

“Bang, takut sama Allah bukan karena Allah itu jahat dan galak, takitlah kalau kita kehilangan kasih sayang Allah”

Kurang lebih, percakapan seperti itulah yang saya sampaikan.

Nah, adab sudah, tauhid sudah, selanjutnya untuk metode pengajaran ilmu pengetahuan.

Dari hasil seminar parenting yang saya datangi bersama ibu Safiti Sutrisno saya mengetahui bahwa Yuan kebanyakan mewarisi sifat-sifat saya. Hal ini tentu saja membuat saya berkesimpulan bahwa mengajari Yuan memang tidak bisa dengan metode normal begitu saja. Saya biasa membuat ilustrasi atau video atau mencari gambar-gambar secara langsung untuk memberikan penjelasan kepada dia.

Mungkin gambar saya yang acakadut dibawah ini contohya;

penjelasan meteor

Suatu hari, Yuan pulang dengan membawa pertanyaan tentang meteor yang jatuh dan akan menghancurkan bumi. Saya akhirnya membaca sedikit dan menjelaskan kepada Yuan tentang apa itu meteor dengan bahasa yang semudah mungkin.

Saya mengambil crayon, membuat gambar Bumi, menjelaskan tentang Atmosfer yang membungkus dan melindungi bumi seperti bungkus permen. Kami berbincang seru sekali tentang benda-benda langit, seperti matahari, awan dan bulan. Saya menjelaskan bagaimana meteor bisa menghasilkan api karena gesekan dengan atmosfer dan efeknya bila jatuh ke bumi dengan crayon.

Alhamdulillah, dia memahami dan merasa senang dengan penjelasan saya.

Di akhi diskusi, lagi-lagi saya tidak lupa untuk memasukkan ilmu tauhid : Siapa pencipta ini semua kak?

dan akhirnya saya akan tersenyum mendengar jawabab dia yang bersemangat, hahaha.

 

kurang lebih, begitulah cara saya belajar dan mengajari anak saya 🙂

NHW#4 MIIP BATCH 4 TANGSEL

NHW#4 MIIP BATCH 4 TANGSEL

Assallamualaikum sedulur semua, kini kita memasuki tanggal 16 ramadhan. Masya Allah, sejujurnya saya malu dan sudah mencoba untuk dapat mengerjakan tugas lebih cepat, cuman ndilalah kok niat baik saya ada aja cobaannya, hiks. Ini hari kedua suami saya nggak puasa karena demam dan diare, yg […]

Surat Uneg-uneg, NHW#3 MIIP Batch 4

Surat Uneg-uneg, NHW#3 MIIP Batch 4

Assallammuallaikum, alhamdulillah udah hari ke delapan puasa nih. dan sudah masuk minggu ketiga dari program Matrikulasi Ibu Profesional. Dua tugas telh ditunaikan, sekarang saatnya menyelesaikan tugas ketiga. FYI, tugas ketiga ini lebih emosional lagi sodara-sodara. Pertanyaan yang diajukan lebih dalam, sehingga jawaban-jawaban pun harus bener-bener […]

NHW #2 MIIP BATCH 4

NHW #2 MIIP BATCH 4

 

Bismillah,

Dalam program Matrikulasi Ibu Profesional, kali ini saya akan mencoba mengerjakan tugas ke2 yang makin lama makin menantang.

Tugasnya adalah sebagai berikut :

Buatlah indikator yang kita sendiri bisa menjalankannya. Buat anda yang sudah berkeluarga, tanyakan kepada suami, indikator istri semacam apa sebenarnya yang bias membuat dirinya bahagia, tanyakan kepada anak-anak, indikator ibu semacam apa sebenarnya yang bisa membuat mereka bahagia. Jadikanlah jawaban-jawaban mereka sebagai referensi pembuatan checklist kita.

 

Nah, sebelumnya mungkin ada intermezo sedikit ya. Saya adalah istri dari seorang suami yang seumuran, kami berdua hanya terpaut jarak lima hari. Suami saya orangnya nggak banyak ngomong, cuman sekalinya ngomong ya nggak beda jauh sama ibu-ibulah, wakakakak. Putra pertama saya bulan ini usianya 4 tahun 5 bulan, alhamdulillah sudah bisa diajak diskusi. Yang susah malah suami, karena dia selalu bilang kalau nggak muluk-muluk mengharapkan istri. Mungkin dia sadar diri dengan kondisinya dia sendiri kali ya, hahahaha.
Nah, sedangkan saya sendiri juga sama, dengan kondisi dirumah momong anak dua dan hamil 19 minggu sepertinya checklist indikator profesionalisme tidak berani yang tinggi-tinggi, memanjat Menara Eiffel misalnya, wkwkwkwk. Pokoknya yang kira-kira bisa merubah saya lebih baik dan lebih professional. Anyway, inilah dia

 

CHECKLIST INDIKATOR PROFESIONALISME PEREMPUAN

1.      Sebagai Individu

No

Indikator

Terlaksana

Tidak
Terlaksana

 1

Membuat satu tulisan sehari

 

 

 2

Membaca minimal satu artikel baru dalam sehari

 

 


 3

Membaca alquran dengan menerapkan ilmu tajwid yang benar

 

 

.
 4

Menahan diri untuk berkeluh kesah mulai sejak bangun tidur sampai kembali tidur

 

 

 

2.      Sebagai Istri

No

Indikator

Terlaksana

Tidak
terlaksana


 1

Sabar dalam segala situasi dan kondisi, terutama saat menghadapi suami

 

 


 2

Murah senyum, terutama di saat-saat suami pulang kantor atau mendapat kabar diajak
futsal atau saat ditinggal Dinas Luar

 

 


 3

Patuh terhadap perintah suami, karena suami tidak mungkin ingin menyakiti istri

 

 

 

Dari hasil diskusi dengan suami yang dilakukan via WA (saking sok sibuknya), saat saya menunjukkan tugas yang harus dilakukan dan bertanya sama dia, KAMU MAU AKU JADI ISTRI SEPERTI APA?

Jawaban doski sungguh simple, istri yang beriman n bertaqwa sudah cukup (sambil diikuti emoticon :* )

Tambahannya ya sabar sama murah senyum

Hahahaha, Tuh kan, simple banget suami saya. Aaah, maafkan aku ya ay kalau sering cemberut dan marah-marah. I love you so much..

 

4.      Sebagai Ibu

No

Indikator

Terlaksana

Tidak
Terlaksana

 1

Menjadi ibu yang less teriak-teriak

 

 

2

Meluangkan waktu lebih banyak untuk bermain bersama

 

 

3

Menambah jumlah buku yang dibacakan oleh mama

 

 

 

Well, dari hasil diskusi geje dengan si abang, setelah ditanya dengan berbagai hal, kesimpulan yang dapat saya ambil untuk digunakan sebagai indikator pada akhirnya mengerucut pada tiga hal di atas.

“Yuan suka mamah nggak teriak-teriak” duuh, untuk halyang ini saya langsung loyo. Maafkan mamah ya solih, mama sadar selama ini jadiibu kok nggak ada lembut-lembutnya.

“Yuan suka main, yuan suka dibacain buku daripada mama main hape”

Beneran deh, mengerjakan tugas ini saya sebagai istri dan ibu kok kayak ditampar berkali-kali, masih begitu banyak dan jauh rasanya dari cita-cita untuk menjadi ibu professional. Tapi, kita tidak boleh pesimis
kan ya? Tetep semangat dan lanjut dengan MIIP!

SARAH & ANDRIAN : PART 3

SARAH & ANDRIAN : PART 3

“Happy Birth Day untuk bumiiilllll!!!” Sarah mengerjap-kerjapkan matanya, tampak terkejut melihat ruang kerjanya yang mungil kini dipenuhi rekan kerjanya seperti Maura, Bobi dan beberapa asisten chef lain beserta kue dan bunga yang terhampar di meja. “Waaaaawwwwwww” Sahut Sarah Sumringah, senyum ceria mengganti ekspresi terkejutnya. “Aku […]