Ruang Cerita Keluarga Mama Triplet

Recent Posts

CINTA TANPA KATA PART 8 : MALU

CINTA TANPA KATA PART 8 : MALU

Rania membolak-balik buku yang dibacanya, pandangannya menerawang. Biasanya dia selalu bisa tenggelam dalam kisah-kisah romantis buku favoritnya. Tapi untuk kali ini,entah kenapa buku-buku itu tak lagi menarik minatnya. Rani bangkit dan menaruh buku itu di nakas samping tempat tidurnya.   Setelahnya, dia mengambil posisi tiduran di […]

CINTA TANPA KATA PART 7 : KOSONG

CINTA TANPA KATA PART 7 : KOSONG

Aufar memandang ruang kelasnya yang sudah masih agak ramai. Hari ini hari terakhir latihan ujian, teman-temannya banyak yang tidak langsung pulang. Mungkin, seperti Aufar mereka ingin rehat sejenak dari kejenuhan harus belajar terus menerus. Belum lagi beratnya atmosfir ruangan saat latihan ujian diadakan tadi. Baru […]

CINTA TANPA KATA PART 6

CINTA TANPA KATA PART 6

Aufar melongok, memeriksa dengan hati-hati keadaan dari arah samping gerbang sekolahnya. Beberapa hari ini dia merasa dikuntit oleh Rania. Baru juga berjalan dengan tenang, tau-tau ada tepukan di bahunya, Rania. Gadis itu selalu mengajaknya mengobrol namun Aufar selalu mengabaikannya. A

Dia tidak merasa nyaman dengan hal itu. Karena itu, dia memutuskan untuk menunda waktu pulang hari ini. Setelah dirasa aman, Aufar mengalungkan tas ke salah satu bahunya dan mulai berjalan.

“Aufaaaaarrrrrr!!!” Terdengar suara cempreng memanggilnya.

Aduh, Aufar mengenali suara itu, dia tidak mau berhenti dan langsung mempercepat langkahnya. Rania yang melihatnya di belakang langsung berlari tak kalah cepat, gadis itu meraih lengan Aufar, memaksanya berhenti.

Aufar menggeram. Namun tak urung, dia menghentikan langkahnya.

Gadis itu mengatur nafas, tangan kirinya memegang lengan Aufar erat, tak mengijinkannya pergi. Setelah nafasnya tidak lagi ngos-ngosan, dengan tangan kanannya yang bebas, Rania menggerakkan jari-jarinya.

Aufar tampak sangat terkejut “Kamu bisa bahasa isyarat?” Jawab Aufar reflek, dengan bahasa isyarat yang sama.

Rania tersenyum lebar, setelah sekian lama baru kali ini lelaki itu memberi respon. Akhirnya. Akhirnya. Akhirnya. Harapan muncul di hatinya, perasaannya melambung begitu tinggi. Kerja kerasnya untuk mempelajari bahasa isyarat terbayar. 

“Sedikit, aku sedang belajar” jawabnya mencoba rendah hati.  Rania kembali menggerakkan jari-jarinya. Dia berharap bahasa isyarat yang digunakannya tidak salah.

“Kamu?” Aufar menunjuk Rania dengan telunjuknya. “Belajar?”

Rania mengangguk, kembali membentuk pola dengan jari-jarinya “Ya, aku belajar Aufar. Aku belajar karena ingin berteman denganmu” Gadis itu balas menunjuk Aufar.

Untuk sesaat, tak ada yang berkata-kata lagi di antara mereka. Aufar masih tercengang, kaget dengan apa yang telah diperbuat Rania kali ini. Belajar bahasa isyarat? Ya Tuhan. Pikirannya masih bekecamuk ketika  dengan pelan Aufar menarik tangan Rania yang mengait lengannya.

“Eh, maaf” katanya, tersipu malu

Aufar memandang gadis dengan pipi merona di hadapannya. Dia menghela nafas. “Ya Tuhan, apa yang harus kulakukan dengan gadis ini?” Tanyanya bingung dalam hati. Aufar menggaruk-garuk tengkuknya yang tidak gatal, kebiasaan yang selalu dilakukannya setiap kali tidak tahu harus berkata apa.

Rania  terus mengamatinya, tersenyum kecil. Pandangannya jatuh ke arah buku-buku yang berada dalam genggaman tangan kiri Aufar.

“Kamu…mau ujian ya?” Tanyanya, kali ini tanpa bahasa isyarat.

Aufar mengangguk. Karena tak tahu harus memberikan tanggapan apa lagi, dia memutar badannya dan kembali berjalan seperti biasa. Rania dengan cepat langsung mengambil posisi ikut berjalan di sampingnya, kembali mengoceh, bercerita tentang kesehariannya.

Tiba-tiba saja langkah Rania melambat, “Aufar, aku besok libur…kurang lebih tiga hari karena ruangan akan dipakai kakak-kakak kelas tiga untuk latihan ujian. Aku enggak masuk sekolah dan besok enggak akan bisa jalan bareng pas pulang kayak gini lagi” katanya sedih.

Aufar hanya menanggapi dengan diam, ekor matanya melirik  raut wajah Rania yang tampak sendu. Apakah gadis ini sedih karena selama beberapa hari ke depan tidak bisa bertemu dengannya lagi?

“Kamu juga kelas tiga kan? Mau ujian juga, baik-baik ya. Kamu harus semangat, aku tahu kamu pintar.”

Rania melihat sudut-sudut bibir Aufar sedikit terangkat, dia yakin kalau Aufar tadi tersenyum walau sekarang sudah kembali ke raut wajahnya yang semula. Hanya respon sekecil itu saja sudah membuat dirinya bahagia.

“Aufar, aku…aku akan menyebut nama kamu dalam doaku. Semoga kamu dimudahkan untuk ujian besok” katanya tulus sambil menatap Aufar dengan senyum termanisnya.

Tak beberapa lama kemudian, gadis itu menoleh ketika angkot yang menjadi langganannya sudah datang menghampiri. Dengan cekatan dia naik dan merapikan roknya. Dilihatnya dari celah jendela Aufar yang masih berdiri mematung, menatap angkot yang dinaikinya. Dengan berani Rania melambaikan tangan.

Entah ada malaikat lewat atau bagaimana, Rania melihat keajaiban. Lengan Aufar terangkat, dilihatnya Aufar sedang menggerakan jemari sambil terus menatapnya yang berjalan makin jauh.

“Terima kasih” kata Rania dengan bisikan, mengartikan bahasa isyarat dari Aufar. Hatinya melambung lagi, malam ini bisa dipastikan kalau mimpinya pasti indah.

 

#onedayonepost #cinta #bisu #unconditionallove #fiksi #cerbung

CINTA TANPA KATA PART 5 : CANTIK

CINTA TANPA KATA PART 5 : CANTIK

Aufar merapikan buku-buku yang ada di perpustakaan sekolahnya. Dia menggerakkan lehernya ke kanan dan ke kiri, tangannya memijat tengkuk yang terasa pegal. Selesai dengan buku-buku dia memperhatikan tumpukan kertas kerja yang berisi soal-soal ujian dan jawaban. Aufar terlahir sebagai seorang tuna wicara. Entah karena virus […]

CINTA TANPA KATA PART 4 : AWAL PERJUANGAN

CINTA TANPA KATA PART 4 : AWAL PERJUANGAN

Seorang gadis sedang fokus membaca sebuah artikel di laptopnya. Artikel itu membahas seluk-beluk tentang tuna rungu, mulai dari penyebab sampai cara berkomunikasi dengan mereka. Tangannya menggenggam sebuah pulpen dan notes kecil. Setiap kali ada hal yang menurutnya menarik dan penting pasti akan langsung dicatat olehnya. […]

CINTA TANPA KATA PART 3

CINTA TANPA KATA PART 3

“Aufar!” Seru Rania penuh semangat, akhirnya setelah behari-hari menunggu, mencari informasi dan menguntit layaknya burung hantu yang mengincar mangsanya gadis itu bisa menemukan orang yang ditunggunya.

Lelaki yang dipanggil Aufar itu menghentikan langkahnya. Perlahan-lahan dia menoleh ke belakang, ke arah datangnya suara. Dahinya mengernyit ketika melihat sosok gadis koprol yang dulu dibantunya berdiri kini sedang berlari mengejarnya. Aufar menghela nafas sesaat dan kembali melanjutkan langkahnya.

“Hei tunggu dulu, Aufar! Aufar!” panggil Rania dengan suara terengah-engah karena habis berlari dan mencoba menjajari langkah Aufar. “Hei” Rania menarik-narik lengan kemeja orang yang mengacuhkannya.

Sekali lagi, langkah Aufar terhenti, dia menoleh ke arah Rania. Aufar sengaja memasang raut wajah kesal, tapi entah kenapa gadis di hadapannya justru tersenyum.

“Hai, kamu Aufar kan? Kenalkan, aku Rania!” Sahut gadis itu sambil mengulurkan tangan.

Aufar hanya menaikkan sebelah alisnya sebagai jawaban. Rania menggigit bibir, mencoba menyembunyikan kegugupannya.

“Aufar. Aku. Rania.” Rania menengadah, memandang langsung ke arah bola mata yang kembali membuatnya terpana. “Maaf, apakah bicaraku terlalu cepat? Apakah kau kesulitan memahami kata-kataku?” Tanya Rania dengan hati-hati.

Ya, Rania mengetahui kalau Aufar adalah seorang tuna wicara. Rania sempat khawatir apakah itu artinya Aufar juga tuna rungu, tapi ternyata tidak. Pendengaran Aufar masih bagus, hanya sejak lahir memang ada kelainan pada pita suaranya. Sangatlah sulit bagi Aufar untuk mengeluarkan sebuah suara lirih sekalipun. Rania mengetahui hal itu dari anag tukang fotokopi yang tidak jauh dari sekolah mereka. Yah, seoang wanita muda yang sedang jatuh cinta lebih jago melakukan penelusuran dibanding detektif bukan?

Aufar hanya melambaikan tangannya, menyuruh Rania menjauh.

“Tidak, aku telah mencarimu berhari-hari dan aku tahu kau bisa mendengar ucapanku dengan baik, jadi jangan menghindar” kata Rania gigih. “Anggukan saja kepalamu kalau jawabannya ya dan menggelenglah kalau jawabannya tidak”

Aufar kembali menatap Rania sambil membetulkan letak ransel di punggungnya.

“Namamu Aufar kan?”

Lelaki itu mengangguk

“Aku Rania, kau masih mengingatku bukan?”

Lelaki itu mengangguk

“Maafkan aku, tapi aku ingin mengucapkan terima kasih. Terima kasih sudah bersedia membantuku berdiri, menolongku sehingga terlihat tidak terlalu memalukan” Kata Rania tulus.

Lelaki itu tertegun sejenak kemudian mengangguk lagi. Rania yakin walau hanya sesaat tadi dia melihat sorot kelembutan dari mata Aufar. Hanya sesaat karena mata itu kembali menatapnya acuh tak acuh.

“Aku ingin mengenalmu lebih jauh, bolehkah?”

Sebuah kernyitan muncul di dahi Aufar, dia menggeleng dan mengibaskan tangannya.

“Tidak, aku serius. Aku sungguh-sungguh ingin mengenalmu. Aku ingin menjadi temanmua. Ayo berteman”

#onedayonepost #tantangancerbung  #bingung #embuh #kacau

 

 

CINTA TANPA KATA PART 2 : MENGAMATI

CINTA TANPA KATA PART 2 : MENGAMATI

“Kenapa harus jatuh cinta sama lelaki yang enggak sempurna gitu sih?” Rania terlonjak kaget, dia menoleh ke samping dan menemukan Sasya yang sedang memiringkan kepala, mengamatinya. Rania merasa agak malu karena terpergok sedang melamun tadi. “Siapa?” Rania balas bertanya. Bayangan seorang lelaki dengan pandangan mata […]

Cinta Tanpa Kata : Perkenalan

Cinta Tanpa Kata : Perkenalan

Rania lupa kapan saat pertama kali melihatnya. Yang dia ingat, saat itu dirinya sedang berlari terburu-buru mengejar gerbang sekolah yang akan segera ditutup. Rania terlalu sibuk melihat jam di tangannya sehingga saat kakinya tersandung sebuah batu cukup besar, dia tak sadar. “Aaaarrgggghhhhh!!!” Jeritnya kaget ketika […]

Hobi Suami yang Bikin Istri Gigit Jari

Hobi Suami yang Bikin Istri Gigit Jari

Assallammuallaikum wahai para istri solihah idaman suami masing-masing, dimanapun anda berada.Alohaaaa,  apa kabarnya? Pastinya alhamdulillah, luar biasa, allahuakbar kan ya? Yeeiii!

Eh, kamu dan kamu  para istri cantik yang sudah mandi atau belum, tanya dong, apakah suami kalian memiliki hobi? Punya? Alhamdulillah.

Kalau berdasarkan KBBI, kata Hobi memiliki arti : kegemaran, kesenangan istimewa pada waktu senggang, bukan pekerjaan utama. Saya sangat memahami kondisi spiritual istri ketika melihat suaminya sedang asyik dengan hobinya sendiri. Tenang kawan, kamu tidak sendirian , ihiks.

Nah, kali ini saya mau membahas beberapa hobi yang dimiliki oleh suami berdasarkan hasil pengamatan dan curhatan para istri baik di dunia nyata ataupun sosial media. Saya sangat mengerti bahwa kita semua butuh hobi. Hobi menjadi salah satu escape , cara kita melarikan diri dari rutinitas harian. Melakukan hobi, membuat kita menjadi lebih fresh, segar dan bahagia.

Layaknya seorang chef yang menabur garam pada sup. Terlalu banyak keasinan, terlalu sedikit rasanya hambar. Hal yang sama berlaku pada hukum melakukan hobi. Takaran yang pas adalah secukupnya. Hanya, hal tersebut kadang tidak mudah dilakukan. Apalagi kalau yang melakukan adalah makhluk bernama suami. Dimana khilaf adalah nama tengahnya.

Sudah ditinggal kerja dari senin-jumat, sejak pagi sampai malam. Berharap bisa sayang-sayangan atau sekedar ngobrol enak di kala weekend. Jebul, suaminya malah memilih untui melakukan hobinya sendiri tanpa mengajak anak-istri. Duh, itu bendungan katulampa kalah deh sama jebolnya air mata para istri.

Masih mending kalau hobinya juga sederhana, yang gratisan gitu misalnya. Masalahnya, enggak jarang hobi para suami itu mahal-mahal banget. Disinilah dilemanya istri, pengen sih mendukung suami dengan hobinya. Tapi kok harga sakuprit mainan hobi suami itu bisa untui uang belanja dua puluh satu hari ya? Bingung kan?

Kira-kira, apa saja sih hobi suami yang bisa bikin saya dan teman-teman semua gigit jari? Atau, minimal menggelundung sampai ke ostrali lah? Wkwkwkwkwk. Udahlah, langsung cekidot aja yuks :

1. Main Game di Handphone

Saya yakin teman-teman enggak asing dengan game semacam ML (Mobile Legend), CoC (Clash of Clans) ataupun Pokemon. Kadang bingung juga kenapa itu para bapak kepalanya bisa tertunduk khusuk kebawah, dikira lagi dzikir ternyata main game. Ya Allah bang, jangan bikin zonk ke aye napa?

Saya benci dia main game, lupa waktu, lupa keadaan, lupa kalau punya anak-istri. Lebih benci lagi kalau ada yang bilang gini “Masih mending main game, dirumah, kelihatan. Daripada kelayapan enggak jelas”

Hmmm… Kalimat yang rasanya enggak cocok deh buat dijadikan pembenaran. Faktanya, segala sesuatu yang berlebihan itu salah.

2. Futsal

Siapa disini yang suaminya suka banget main futsal? Ayok cuuunggggg!!

Iya, walaupun rasanya keren bingits punya suami yang hobi futsal, kalo tiap hari ditinggal buat mainan bola rasanya gimanaaaaa gitu. Belum lagi harga pernak-pernik olahraga yang satu ini terbilang cukup mahal. Walaupun bisa aja beli jersey KW tapi untuk sepatu harga enggak bisa bohong loh buibu, yakin deh.

Ini belum termasuk ketika pulang badan bau keringet, rambut lepek dan wajah kusam plus kresek isi baju kotor. Alamak, harap sabar buibu ini ujian! (sambil pencet hidung)

3. Koleksi Mainan

Mainan disini banyak macamnya ya, dan yakinlah bahwa “mainan” yang dimaksud tidak murah. Mari kita sebut dengan hotwheels, plarail, action figure dan masih banyak lagi. Untuk hobi yang ini kita harus benar-benar perhatian karena cameo “Beli mainan harga sejuta ngakunya seratus ribu” bukan isapan jempol belaka.

4. Memelihara Hewan

“Udah, kekepin terus itu aquariumnya!cium aja sekalian ikan cupangnya!”

atau

“Bujug, bersihin kandang burung jago amat yak, sekalinya disuruh bersihin pup anak ngeluhnya sakit perut”

Pernah dengar kalimat yang mmm…mirip-miriplah sama kalimat di atas? Emang nyebelin sih kalau suami udah fokus ke makhluk lain. Kita berasa jadi istri kedua, burung disayang-sayang dihibur-hibur. Kita? haaaahh…(mengehela nafas)

5. Membaca Buku

Dari sekian banyak hobi, rasa-rasanya hanya hobi ini yang terdengar smart, seksi dan suamiable banget. Ya enggak sih? Pernah lihat di Facebook kumpulan foto pria-pria nerd penyuka buku yang tampang dan penampilannya bikin kita auw-auw-auwww!!

Yak, itulah lima hobi yang kira-kira bisa bikin istri gigit jari. Saya sering bertanya-tanya dlam hati, coba para suami itu hobinya nyuci baju, beberes atau nganterin istrinya belanka ke pasar. Bahagia banget deh hidup kita. Wkwkwkwkwk

Bali : Ketika Bertemu Orang Baik

Bali : Ketika Bertemu Orang Baik

Duh, Mumet! Itu yg saya rasakan ketika sedang fokus mendulang cah ayu  saat  Yusuf bilang kalau “mah, tiket sudah dibeli” (Warning! Tulisan ini akan panjang, jadi siap-siap loh ya) Detik berikutnya muncul SS alias sreenshoot jadwal penerbangan untuk malam nanti jam 22.50 Tak lama kemudian […]