NHW#6 KETIKA MENCOBA MENJADI MANAJER HANDAL

Alhamdulillah, assallammuallaikum..

Finnally setelah vakum untuk sekian lama akhirnya kelas dibuka kembali. Halo materi! Halo tugas! kita bertemu lagiii!

sejujurnya untuk NHW kali ini saya merasa agak sedih karena tidak ada diskusi maupun pembahasan lebih lanjut dikarenakan putri koordinator iip tangsel batch4 sedang sakit, hiks. cepat sembuh yaaa dan semoga kita bisa segera membahas materi pekan ini.

Ketika mendengar kata manajer, apa yang ada dalam bayangan teman-teman? Saya kok kebayangnya mbak-mbak dengan jas dan rok span selutut, rambut rapi sebahu, mata setajam elang dan membawa map yang tebal sekali. Nemu bayangan ini dimana, entahlah..wkwkwkwk

Ada pepatah yang mengatakan, Ibu adalah madrasah dengan Ayah sebagai kepala sekolahnya. Setelah 22 tahun menjadi seorang anak yang memikul tanggung jawab yang tidak banyak, tak pernah terbayangkan ketika menjadi istri dan ibu tugas-tugas serta tanggung jawabnya banyak sekali, tidak sedikit yang menjadi shock, terutama saat menjadi ibu sih. Hayo ngaku ajaaa, itulah kenapa muncul beberapa kasus Baby Blues maupun Post Partum Depression Syndrome.

Tak apa teman *pukpuk kita senasib kok.

Nah, kali ini kebetulan materinya tentang menjadi manajer yang handal. let’s see

Tuliskan 3 aktivitas yang paling penting, dan 3 aktivitas yang paling tidak penting

Aktivitas yang paling penting

  1. Membersamai Anak
  2. Aktualisasi diri (ikut kursus, membaca,menulis, belajar tahsin, halaqah, seminar, arisan dll)
  3. Memasak

Aktivitas yang paling tidak penting

  1. Nonton TV
  2. Bermain gadget
  3. Leyeh-leyeh enggak jelas

Waktu anda selama ini habis untuk kegiatan yang mana?

I must be honest , pasca mengetahui kalau diri ini sedang mengandung anak ketiga justru kegiatan leyeh-leyeh enggak jelas itu yang sering saya lakukan *malu. Tapi, sebelumnya alhamdulillah hidup saya cukup terarah, TV sudah saya tiadakan, banyak bermain bersama anak dan bahkan bisa berjuala secara online maupun offline.

Kumpulkan aktivitas rutin menjadi satu waktu, berikan “kandang waktu”, dan patuhi cut off time

Aktivitas Rutin :


Kegiatan Pagi (Bangun, sholat,dll)                                                            04.30 – 05.00

Memasak                                                                                                        05.00 – 06.00

Sarapan dan persiapan kegiatan                                                              06.00 – 08.00

Membersamai anak                                                                                     08.00 – 12.00

Istirahat Siang                                                                                               12.00 – 13.00

Aktualisasi diri (biasanya membaca dan nulis dikit)                           13.00 – 15.00

Kegiatan sore (membersamai anak, bersosialisasi)                              15.00 – 18.00

Kegiatan malam bersama suami dan anak                                            18.00 – 20.00

Istirahat                                                                                                          20.00 – 04.30


Amati selama satu minggu pertama, apakah terlaksana dengan baik? kalau tidak segera revisi, kalau baik, lanjutkan sampai dengan 3 bulan.

(Visited 1 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *