Ruang Cerita Keluarga Mama Triplet

MENIKMATI THE VILLAGE PURWOKERTO

MENIKMATI THE VILLAGE PURWOKERTO

Enggak merasa rugi sama sekali saat menyempatkan diri untuk berkunjung ke The Village Purwokerto

– Madam A –

Halo Assallammuallaikum, gimana kabar teman-teman semua? Mudah-mudahan dalam kondisi baik dan sehat walafiat ya.

Kali ini Madam kembali lagi dengan postingan yang ringan-ringan aja. Maklum, lagi mumet abis keracunan kopi , hiks. Ceritanya tadi pagi Yusuf nawarin white coffe pake hazelnut yang merupakan oleh-oleh dari temennya gitu. Saya yang penasaran, karena dari packagingnya kok kelihatan enak, iseng bikin. Apalagi setelah semalam ngerasa kurang tidur banget sehingga pagi-pagi mata kerasa berat. Ealah, kok jantungku malah jadi deg-degan, keluar keringat dingin, ngos-ngosan dan mules-mules. Enggak nyangka, selemah itu akutu sama kopi.

Oke, balik lagi ke blog. Kalau di postingan sebelum ini saya udah cerita tentang wisata kulinernya, maka sekarang saya mau sharing mengenai salah satu tempat tujuan wisata Purwokerto. Hari itu hari Jumat, hari di mana bapak-bapak punya tugas untuk berangkat ke Cilapop, eh Cilacap, meninggalkan kami dan anak-anak di hotel. Daripada cuma ngentung, hayuklah saya mengajak mbak Bela untuk jalan ke The Village Purwokerto yang lokasinya enggak jauh dari tempat kami menginap.

Baca juga : Empat Kuliner Hits Purwokerto Yang Aman di Kantong

Asli, rasanya tempat wisata ataupun tempat makan di kota ini tuh enggak ada yang jauh. Based on Map jarak antara hotel dan The Village Purwokerto adalah 11 km, namun jarak tempuh yang diperkirakan hanya 20-30 menit. Itupun sudah pakai mobil ya, kalau motor mungkin lebih cepat lagi. Saya mau ngakak, apa kabar kalau ini di Jakarta?

Pukul 10 pagi, tim emak rempong yang terdiri dari saya, mbak Bela yang lagi hamil muda, beserta empat orang anak yang baterainya masih full charge pun berangkat dengan semangat. Belum juga mendarat di tempat tujuan, mobil yang kami tumpangi sudah dipenuhi oleh keriuhan anak-anak yang excited untuk jalan-jalan.

Begitu sampai, komentar awal yang keluar dari mulut kami adalah W.O.W alis wow alias terpana alias takjub tiada tara *biarin sekalian aja lebainya maksimal*. Beneran, akutu salut sama kota ini karena bisa membangun tempat wisata yang kekinian tanpa menghilangkan kearifan lokal.

The Village Purwokerto - ayunafamily.com
Tampak depan The Village Purwokerto

Hal selanjutnya yang akan kita dapatkan di The Village Purwokerto adalah senyum ramah para pegawainya. Mereka sangat welcome, dan saya merasa disambut. Mereka tersenyum melihat anak-anak yang heboh saking pengennya segera masuk. Harga tiket masuknya pun sangat terjangkau, hanya 15ribu rupiah. Ya Allah Ya Rabb, uang segitu kalau di sini cuma dapet semangkok soto kudus campur yang isian daging ayamnya cuma sak uprit loh, huhuhuhu.

Sungguh dunia ini tidak adil! Padahal kan masih sama-sama di Indonesia 🙁

Eits, enggak boleh bilang gitu ding.

Anyway, di sini kita dilarang untuk membawa makanan dan minuman ya. Kalau misalnya tidak sengaja membawa maka bisa dititip sementara di penitipan untuk diambil saat keluar nanti. Jangan khawatir, tiket seharga 15 ribu ini udah include minum kok, bisa di redeem di food court yang ada di dalam.

Duh, udah tiketnya murce mursidah, dapet minum pula. Surga dunia banget ini maaahhh!

SEKILAS TENTANG THE VILLAGE PURWOKERTO?

Sebelumnya, saya mau cerita dikit ya. Dikit aja kok, hihihi. Jadi gini, wisata The Village Purwokerto ini memang terbilang anyar karena baru saja diresmikan bulan Februari tahun 2018 yang lalu oleh Gubernur Jawa Tengah. Ibarat gadis, masih kinyis-kinyis gitu deh, kayak akyuuu *kemudian disleding pembaca*

Tempat ini dibangun selain sebagai tujuan wisata juga untuk wahana edukasi bagi pengunjungnya. Kalau menurut saya pribadi, kawasan ini sebelas dua belas lah sama Kuntum Farm Field yang ada di Bogor sana. Bedanya, pada area seluas 2,8 hektar ini selain kandang aneka hewan, terdapat bangunan-bangunan besar dengan desain unik dan futuristik. Pemandangannya juga indah, sengaja diatur sedemikian rupa agar tampak instagramable untuk foto bersama ataupun selfie.

The Village Purwokerto - ayunafamily.com
Pokoknya di sini semua orang bebaaasss foto-foto

ENJOYING THE VILLAGE PURWOKERTO

Wahana di dalam tempat ini sebetulnya cukup banyak, tapi kami tidak mencoba semuanya. Usut punya usut, salah satu alasan kenapa harga tiket masuknya murah adalah…di setiap wahana masih harus bayar lagi, wahahahahahaha!

The Village Purwokerto - ayunafamily.com
Sedihnya harus bayar tiket lagi untuk naik choo-choo

Begitu masuk ada wahana kereta anak, ini bayar. Anak-anak ngrengek sih, tapi karena anak saya tiga yang berarti harus beli tiga tiket, saya kok urung. Lagian paling cuman keliling-keliling bentar, maknil terus selesai. Rugi bandar rek !

The Village Purwokerto - ayunafamily.com
Wahana edukatif

Alhamdulillah syukur, bocah-bocahku pada manut. Sebelum lanjut cerita, saya mau kasih sedikit tips, kalau ke tempat ini baiknya enggak usah pakai stroller. Kenapa? Karena di sini ada danau yang untuk melewatinya harus lewat jembatan. Problem is, jembatannya itu tinggi-tinggi sehingga rasanya capek banget mesti naik-turun ngangkutin stroller sambil gandeng anak umur setahunan yang sangat berhasrat untuk nyemplung ke air.

The Village Purwokerto - ayunafamily.com
Ngos-ngosan naik-turun tangganya
The Village Purwokerto - ayunafamily.com
Wajah kesel karena enggak dibolehin nyebur

Rasanya lega ketika Aylan, mau dialihkan perhatiannya untuk bermain ke Bird Dome, meski untuk masuk saya harus membayar tiket tambahan sebesar 10rb rupiah per orang. Tiket masuknya sudah termasuk seember kecil makanan burung.

The Village Purwokerto - ayunafamily.com
Penampilan Bird Dome dari luar

Di dalam dome, sudah ada mbak Bela dan anak-anak yang lain. Saya kembali mesti berjuang menjaga Aylan supaya enggak menginjak tlethong burung yang bertebaran di lantai. Sayang anaknya enggak mau dijagain, jumawa banget dia lempar-lempar biji jagung ke arah burung.

The Village Purwokerto - ayunafamily.com
Fokus kasih mamam burung

Dalamnya Bird Dome ternyata cukup asyik, minus ranjau yang tersebar di mana-mana tapi ya. Jenis burungnya cukup banyak, seperti merpati dan kakaktua. Anak-anak sangat terhibur dan takjub dengan atraksi burung beo yang selalu menirukan ucapan manusia.

The Village Purwokerto - ayunafamily.com
inside the bird dome
The Village Purwokerto - ayunafamily.com
Inside the bird dome, eh ada anak ganteng nyempil

Keluar dari sana, kami jalan-jalan ke kandang hewan lainnya seperti sapi, burung unta, ayam, bebek, kambing, serta kuda. Udah mirip kebun binatang versi mini.

Di sini anak-anak kembali minta naik kuda. Saya membeli dua tiket, satu buat Yuan, satunya lagi untuk Luna dan Aylan.

The Village Purwokerto - ayunafamily.com
Udah berani naik sendiri
The Village Purwokerto - ayunafamily.com
eciye masnya

Yuan sih bisa naik dengan aman dan sukses, tapi Aylan mewek di tengah jalan. Ya Allah, anak bungsu itu (eh, yakin dia bakal jadi anak bungsu?) ternyata bisa takut juga to, padahal sebelumnya dia cuek-cuek aja loh. Maklum, dia plek ketiplek-ketiplek sama ayahnya si pemilik muka datar, wkwkwk.

Puas naik kuda, kami pun foto-foto di arena permainan. Sambil duduk saya lihatin mereka yang seru banget manjatin tiang-tiang.

The Village Purwokerto - ayunafamily.com
main-main gini aja loh mereka udah bahagia

Hari semakin siang, saya merasa tenaga saya makin habis walaupun anak-anak masih cenghar, masih semangat untuk melakukan thawaf di tempat ini, nengokin kelinci dan hewan-hewan lain. Saya mengeluarkan rayuan pamungkas : minum-minum sambil istirahat di foodcourt.

The Village Purwokerto - ayunafamily.com
Tiga sekawan kesayangannya mama, robbi habli minnas sholihin…

Foodcourt dome-nya ini gede banget ya bapak-bapak ibuk-ibu, dalamnya juga nyaman dan cukup dingin meski enggak pakai AC. Di sini ada beberapa tenant makanan yang menyediakan variasi menu baik western ataupun lokal. Berdasarkan hasil pengamatan singkat, harga makanan yang dijual masih sangat masuk akal loh.

Kami pun menukarkan tiket masuk di konter minuman. Satu tiket berlaku untuk satu gelas minuman, kita bisa pilih mau milo, teh tarik ataupun nestea. Defaultnya sih sudah dingin ya, makannya enggak ditambah es oleh pihak sana.

Setelah merasa cukup beristirahat, kami pun melanjutkan perjalanan. Ketika itu, mbak Bela dapat kabar dari suaminya kalau acara di Cilacap sudah hampir selesai. Yusuf? Dia baru mengabari ketika kami hampir pulang, itupun saya yang WA duluan. Wkwkwk.

The Village Purwokerto - ayunafamily.com
Keliatan enggak kelincinya di mana?

Tambahan inforasi, selain wisata yang tadi di dekat pintu keluar ada penyewaan kostum-kostum adat orang luar ya. Bisa banget disewa untuk foto-foto. Cuman karena saat itu saya enggak nyobain, jadi enggak tahu berapa harga yang dikenakan untu sewa bajunya. Huhuhu, maafkan yah!

REVIEW JUJUR THE VILLAGE PURWOKERTO

Dua kata: Amazing Place!

Saya ngerasa kayak bukan lagi di Purwokerto, bukan di Indonesia malah, ahahaha. Tempatnya besar, luas, apik dengan panorama hijau dan suasana yang asri. Di sana ada banyak kursi tersedia untuk duduk-duduk, sekedar menikmati suasana. Selain itu, hampir semua titik di tempat ini bisa dijadikan lokasi berburu foto.

The Village Purwokerto - ayunafamily.com
mici, ada bidadari mau lewat…

Bagi saya, sentuhan ala perkotaan dan peternakan yang ada di tempat ini bersatu cukup harmonis. Semua kalangan bisa menikmati, mulai dari anak-anak, orang tua, ataupun yang jomblo-jomblo itu.

Oh iya, kebersihan lokasi wisata ini terjaga dengan baik. Toilet tersedia di beberapa titik dengan kondisi yang bersih terawat, semoga para pengunjungnya juga bisa turut menjaga kebersihan lah ya. Pegawainya ramah dan hangat, mulai dari yang berjaga di depan sampai para perawat binatangnya. Mereka sangat bersedia untuk dimintai tolong memotret.

Bila ada teman-teman yang bertanya, puas atau enggak saya bermain di sini? Sejujurnya kurang puas sih, masih pengen explore lagi. Tapi da kumaha, namanya juga anak ada tiga biji, yang satu ke kanan, yang satu ke kiri, yang satu ke depan. Posisinya saya jaga sendirian pula, bingung kemarin itu mau nangkep yang mana dulu. Coba ada bapaknya, kan bisa bagi-bagi tugas, ehehehe. Dia jaga terus saya foto-foto, gitu maksudnya.

Overall, saya seneng dengan pelayanan maupun fasilitas yang disediakan. Walau harus bayar untuk wahana tambahan, sebenernya sih tetep enggak mahal-mahal banget kok. Apalagi kalau masih singlelilah, affordable banget wis.

Sangat merekomendasikan tempat ini sebagai salah satu tujuan wisata di Purwokerto, titik.

Oke deh, sekian dulu review dari saya, ketemu lagi di tulisan yang lain yah!

The Village Purwokerto - ayunafamily.com
Pose bahagia bisa main-main ke The Village

THE VILLAGE PURWOKERTO

  • Lokasi : Jalan Raya Baturaden KM.07, Rempoah, Baturraden, Dusun I, Rempoah, Baturraden, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah 53151
  • Jam Operasional : 09.00 -21.00 WIB
  • Harga tiket : Rp 15.000,00

(Visited 128 times, 1 visits today)


19 thoughts on “MENIKMATI THE VILLAGE PURWOKERTO”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *