Ketika anak bertanya tentang penisnya yang lurus

LURUS

“Mah, itu si Yuan bilang kalau penisnya tiba-tiba kerasa geli terus jadi lurus” kata Yusuf tiba-tiba, dengan suara yang agak panik.

Saya tercenung
“Lah, emang kalian habis ngapain?” Tanya saya karena tahu ayah dan anak ini habis melakukan aktifitas berdua.

“Aku ngajakin Yuan nonton Final Fantasy bareng. Enggak ada yg aneh-aneh, cuman emang tokoh perempuannya pake celana pendek” jawab dia, saya mendeteksi ada nada meminta maaf dari ucapan Yusuf.

Saya muntab. Kesel! Rasanya pengen ngambil gada terus nggeprukin ke Yusuf berkali-kali atau njejelin cabe seratus biji ke kepalanya. What? Emang sih saya penggemar pasangan Yuna dan Tidus dari FF IX yang muncul di lagu Melodies Of Life. Tapi tapi tapi, mengajak anak umur lima tahun untuk menonton film yang saya tahu betul tokoh perempuannya berpakaian agak terbuka itu, itu..

antara Yusuf sudah bosan hidup, atau kangen saya omelin.

Namun alih-alih pergi ke tukang sayur untuk mewujudkan impian jejelin cabe ke suami saya tersayang, saya pergi menghampiri Yuan.

Saya peluk, saya elus rambutnya. Ya allah, anak yang dulu bayi sekarang sudah sebesar ini. Betapa cepat waktu berlalu?

“Abang, tadi ayah cerita katanya abang ngerasa penisnya geli ya?” Tanya saya lembut

Dia mengangguk dan menjawab dengan wajahnya yang polos ” Iya mah,tadi yuan lihat gambar perempuannya, terus penis yuan kerasa geli. Eh, jadi lurus, ihihihi”

Saya menghela nafas sambil terus mengelus rambutnya. Ya Allah, betapa saya seorang fakir ilmu, untuk kasus seperti ini saja saya masih bingung bagaimana cara menghadapinya. Alhamdulillah, sampai titik ini minimal kami tidak panik histeris.

Saya berpandang-pandangan dengan Yusuf. Setelah melakukan telepati akhirnya kami sepakat untuk menanyakan hal ini pada Bu Fithrie.

Malam harinya saya menanyakan hal tersebut pada si ibu

“Bu, kalimat apa ya yang kira-kira pas untuk menanggapi pengalamannya si Yuan?” Tanya saya setelah bercerita panjang lebar.

“Oh, kalau masalah itu sih ajeng tinggal katakan kalimat ini : Alhamdulillah, itu artinya Yuan adalah anak laki-laki yang sehat. Sudah, sampai situ saja” jawab si ibu, simple dan mudah dipahami, seperti biasa.

Ya allah, alhamdulillah tak lama saya kembali merecall kejadian tadi siang dan mengatakan bahwa Yuan adalah anak laki-laki yang sehat. Tanggapan Yuan? Oh dia tersenyum bahagia karena disebut anak laki-laki yang sehat. Sementara ini, _case closed_

Moral of the story-nya, ternyata kita sebagai orang tua jaman now sangat butuh belajar tentang sex education dan bagaimana cara menyampaikannya pada anak. Anak perlu kita bantu memahami perubahan-perubahan yang terjadi pada tubuhnya. Dan kita perlu untuk berada di sampingnya, mendampinginya, meyakinkannya bahwa hal tersebut normal dan wajar.

Saya bersyukur Yuan tidak malu ataupun menolak untuk berbagi cerita tentang hal tersebut kepada saya ataupun ayahnya. Bagaimanapun, kami berdua berusaha sebisa mungkin untuk menjadi teman tempatnya berbagi. Ngeri banget kalau Yuan sampai menyembunyikan hal ini dan cerita ke temen2nya dan justru mendapatkan pemahaman yang salah.

Selalu ada hikmah dari setiap kejadian. Ini juga menjadi koreksi bagi Yusuf, karena dia adalah si tersangka utama. Hiiihhh, kesel! *Kemudian istighfar*

Demikian sharing saya kali ini, semoga bermanfaat untuk teman-teman semua terutama yang punya anak laki-laki.

Pondok Aren, 2 maret 2018

#parenting #sexeducation #saveourchild #blog #blogger

(Visited 5 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *