GENDANG TELINGA AYLAN PECAH KARENA PILEK

Ketika pak dokter bilang, kalau cairan yang keluar dari telinga kanan Aylan adalah pertanda gendang telinga nya sudah pecah, saya hampir pingsan di tempat

– Madam A –

 

Beberapa waktu yang lalu, Aylan terserang demam, batuk dan pilek. Biasa,  ketularan kakak-kakaknya. Padahal, sebelumnya dia adalah satu-satunya yang paling perkasa di rumah karena saya, Yusuf, Abang dan Teteh sukses KO karena flu. Saya menjaga banget supaya Aylan ini tidak sakit. Berbagai cara saya lakukan  dengan misalnya,  menggunakan masker, memberikan vitamin tambahan atau memandikan dengan air hangat dan menjauhkan dia dari kakak-kakaknya sementara waktu. 

Qadarullah dia tetap sakit.

Sedih banget. Sediiihhhh banget karena sebelumnya dia sudah berkali-kali kena penyakit menular semacam Roseola Infantum dan Flu Singapur.  Badannya yang dulu montok dan berisi sekarang terlihat agak mungil karena saat sakit susah sekali makannya. 

gendang telinga - ayunafamily.com
Sayangku… Cintaku…Masya Allah
Robbi Habli Minas Solihin… 

Cemas dengan demamnya yang naik-turun sampai lima hari, saya  membawanya ke dokter. Kami adalah pengguna setia BPJS, maka kami pergi ke faskes tingat 1 terlebih dahulu. Di sana, dokter umum yang memeriksa terlihat agak khawatir. Akhirnya, Aylan dirujuk ke Dokter Spesialis Anak di RS  (Rumah Sakit) yang menerima pasien BPJS. Saya memilih untuk pergi ke RS AMINAH Kreo yang dekat dengan rumah. 

Di sana kami bertemu dengan Dr. Rohani Rani Sp.A. Dokternya sudah agak sepuh tapi cukup ramah dan baik pada anak. Melihat kondisi Aylan, beliau meminta agar kami melakukan prosedur pengecekan darah. Dari situ, hasilnya terlihat bahwa Trombosit tinggi dan HB rendah, begitu juga dengan Leukositnya. Hasil anamnesa beliau, Aylan juga menderita radang tenggorokan yang membuatnya sangat sulit menerima makanan. Oalah, pantesan doi enggak mau makan, maunya ASI tok. 

Akhirnya Aylan terpaksa diberi antibiotik, vitamin penambah darah dan penurun panas lagi. Kami disuruh kontrol kembali setelah seminggu. Beberapa hari setelahnya deman Aylan turun, dia juga sudah mau makan dengan porsi normal. Kami sangat bahagia. Qadarullah di saat harusnya kontrol, kami malah lupa karena Aylan kondisinya sudah baik. Jangan ditiru ya teman-teman, menyesal banget saya. 

Aylan kembali demam! Hanya selang tiga hari dari waktu seharusnya dia kontrol. Tapi, saya merasa aneh karena yang panas hanyalah KEPALANYA saja sedangkan badannya terasa dingin. Selain itu tingkat KEREWELENNYA SEMAKIN MENJADI-JADI . Tidur malamnya tidak nyenyak, maunya menyusu terus sampai saya merasa jadi zombie. Kekhawatiran saya makin  karena dia yang sebelumnya sangat aktif belajar jalan mendadak jadi lesu, males sekali untuk sekedar menapakkan kaki ke tanah sambil berpegangan. 

Alhamdulillah ternyata surat kontrolnya berlaku untuk seminggu lebih. Pergi ke AMINAH lagilah saya. Bertemu dengan Dr. Rohani Rani Sp.A untuk kedua kalinya. Kulit mulus Aylan pun terpaksa ditusuk jarum suntik kembali untuk cek darah. Ketika keluar, hasilnya ternyata tidak membaik. Trombosit tetap tinggi dan HB tetap rendah. Kami jadi bertanya-tanya, apa yang sebenarnya terjadi? Di akhir pemeriksaan beliau meminta saya untuk melakukan observasi dan kontrol ulang lagi. 

MENEMUKAN PETUNJUK

Sampai dua hari setelahnya, pemberian obat penurun panas tetap saya lakukan. Namun Aylan juga tetap sangat konsisten rewelnya. Saya pusing dan lelah sekali. Stress menghadapi dia yang menolak makan padahal segala macam jurus sudah dicoba. Belum lagi kalau tidurnya tidak nyenyak. Di waktu yang bersamaan, Yusuf juga sibuk banget dengan kerjaan di kantornya. Ambyar wis, ambyar hidupku.

Di saat itulah saya membaca sebuah buku yang berjudul “BERANI JADI TAUBATERS”. Di sana tertulis, kalau kehidupan kita amburadul bisa jadi penyebabnya adalah sholat kita yang acak-acakan, tidak tepat waktu dan tidak tuma’ninah. Kalau solusi tidak pernah kita dapatkan, mungkin karena kita selalu minta penyelesaian saja, bukan ampunan. 

Rasanya tertampar sekali. 

Barangkali hal ini hanya kebetulan saja atau mungkin saya mengotak-atik gathuk-kannya sendiri, tapi perubahan mulai terjadi. Iya loh bener,  baru beberapa kali saya coba praktek untuk sholat tepat waktu dan fokus berdoa minta ampunan, Allah memberi saya petunjuk. Pada hari minggu, selang tiga hari pasca kontrol terakhir, saya menemukan ada cairan putih kental dan pekat keluar dari telinga kanan Aylan. Mengucur sangat deras. 

Saya tertegun. Ini cairan apa?

gendang telinga - ayunfamily.com
Cairan yang keluar dari telinga Aylan
Robbi habli minas solihin…

Saya bersihkan sampai cairan tersebut berhenti mengalir. Waktu saya diskusikan dengan Yusuf, dia bilang kemungkinan besar itu ASI. Aslinya saya tidak puas dengan jawaban itu, tapi karena cairan tersebut tidak lagi keluar saya diam saja. 

Hari senin, sepulang mengantarkan sekolah si Abang, Tini, ART saya sudah menunggu di depan dengan raut wajah khawatir. Aylan dalam gendongannya tampak segar karena sudah mandi.

“Ibu, ini keluar cairan dari telinga Aylan!” Katanya panik.

Saya tersentak. Ya Allah, keluar lagi? Buru-buru saya ambil Aylan dan cek telinganya. Benar, cairan itu kembali mengalir dan semakin banyak, warnanya bahkan mulai kehijauan. Naluri saya sebagai seorang ibu mengatakan bahwa hal ini tidak beres walaupun Yusuf berkata sebaliknya. Dia masih keukeuh bahwa itu adalah ASI. 

Jam 10 pagi, saya bawa Aylan dan kakaknya ke klinik lagi. Di sana, saya memaparkan perjalanan sakitnya Aylan yang bolak-balik ke RS AMINAH. Dokter menggelengkan kepala saat memeriksa kondisi telinga Aylan, wajahnya tampak serius. Setelahnya beliau duduk dan berkata, “Saya rujuk ke THT langsung saja ya bu?”

Saya mengangguk.

PERIKSA KE DOKTER THT

Malam itu kami sekeluarga akhirnya kembali lagi ke RS AMINAH. Iya, saya suka banget sama Rumah Sakit ini, tidak terlalu besar tapi fasilitasnya cukup lengkap dan pelayanannya baik. Di sana saya mendaftar pada dr. Dwi Agustawan Nugroho, Sp.THT-KL. 

Dokter tersebut laki-laki, berusia sekitar 30-40an lah dan sangat baik saat menyambut kami masuk ke dalam ruangannya. Beliau bertanya siapa yang mau diperiksa dan keluhannya apa. Saya langsung bercerita panjang lebar tentang Aylan. Setelahnya, Aylan duduk di kursi pasien , dipangku oleh ayahnya. Begitu melihat cairan yang keluar dari telinga kanan anak bungsu saya tersebut beliau langsung berkata,

“Sepertinya gendang telinga kanan putra ibu pecah.”

 Pecah? Gendang Telinga Aylan? Ya Allah, Ya Allah, Ya Allah… 
Saya hampir pingsan di tempat saking shocknya.

Setelah memeriksa dan mengamati beliau mengambil tindakan,  menyemprot telinga Aylan dengan cairan tertentu yang membuatnya keluar busa. Seperti kegiatan mencuci pakai sabun gitu. Telinga Aylan lalu dibersihkan dengan kapas hingga kering. Terakhir, suatu alat khusus yang berbentuk panjang ada kamera di ujungnya dimasukan ke dalam telinga Aylan. Hanya beberapa detik saja lalu berhenti, di layar tampak gambar kondisi telinga Aylan bagian dalam. 

Dari gambar tersebut, beliau mengatakan bahwa dugaannya tepat. Sambil menyimpan alat-alatnya kembali, pak dokter mempersilahkan kami duduk untuk bersedia menerima penjelasan beliau. 

Jadi, penyebab utama pecahnya gendang telinga Aylan adalah Pilek. Tolong catat dan diingat-ingat tentang hal ini, PILEK! Bayi seusia Aylan , kalau pilek belum bisa mengeluarkannya sendiri. Bedalah sama kita yang dewasa yang bisa sratsrot seenaknya ketika umbelen. Cairan yang tidak keluar ini kemudian turun dan masuk ke telinga karena saluran antara hidung dan telinga bayi itu pendek. Si cairan lalu mendorong dan menekan gendang telinga dari belakang hingga pecah dan terpisah dari tempatnya. Hal ini menyebabkan munculnya luka. 

gendang telinga - ayunafamily.com
penampang telinga

Luka ini berada di dalam, tidak terlihat tapi pasti terasa sangat sakit. Itulah alasannya kenapa Aylan rewel bingits. Kami semua, orang dewasa yang tidak tahu tentang hal ini membiarkan gendang telinga itu terluka begitu saja hingga akhirnya muncul infeksi dan mengeluarkan nanah. Jadi, yang keluar dari telinga itu adalah si nanah. 

“Apakah bisa sembuh?” tanya kami berdua resah. 

“BISA.” Jawab dokter Agus optimis. 

Usut punya usut, ternyata dr.Agus ini punya pengalaman pribadi. Gendang telinga beliau pecah saat usianya tujuh tahun, namun dengan pengobatan dan perawatan yang tepat gendang telinga itu bisa tersambung kembali. Tidak ada masalah pendengaran yang terjadi. Pokoknya beliau masih bisa mendengar secara normal. 

“Kalau yang umur 7 tahun saja bisa sembuh dan menyambung kembali, apalagi yang masih bayi begini,” terang beliau, menenangkan kami. Iya, kami tahu kalau bayi mengalami luka biasanya bisa recovery lebih cepat.

“Pokoknya yang penting harus telaten dan sabar merawat lukanya. Asal pengobatannya tepat Insya Allah sembuh. Oh iya, untuk sementara telinga kanan yang luka ini tidak boleh masuk air sama sekali sampai nanti saya bilang boleh. Bisa ya?” pungkas  beliau lagi.

Kami berdua mengangguk. 

Sepulangnya dari Rumah Sakit, saya dan Yusuf ngobrol-ngobrol sebentar. Benar bahwa saya kaget sekali saat tahu kondisi Aylan seperti apa. Tapi di sisi lain ada perasaan lega menyelimuti, akhirnya yang sejak dulu jadi misteri terkuak sudah. Pada awalnya saya mengira bahwa Aylan punya ISK, jebul ternyata telinganya yang infeksi. 

Saya bersyukur sekali, masalah sudah ditemukan dan solusi muncul dengan sendirinya. Kali ini saya ingin menunjukan bahwa barangkali memang saya melenceng jauh, abai dengan yang namanya ibadah, jauh dari Allah. Begitu mendekat lagi, langsung Allah tunjukan dan kasih jalan penyelesaian. Ya Allah, ampuni hambaMu ini…

PENGOBATAN & PERAWATAN PASCA PECAHNYA GENDANG TELINGA AYLAN

Lalu, bagaimana caranya merawat gendang telinga Aylan yang pecah itu? Kami diberi beberapa obat oleh Dr, Agus, antibiotik minum, cairan pembersih telinga serta obat tetes.

gendang telinga - ayunafamily.com
Obat pembersihnya

Nah, setiap hari saya dan Yusuf berjibaku untuk membersihkan telinga Aylan. Tiga tetes untuk setiap sesi, setelah ditetesi dari telinganya muncul buih-buih busa gitu. Ini pertanda bahwa nanahnya masih ada, masih keluar. Kemudian kami mengeringkannya dengan tissue dan masukin deh obat tetesnya dan diamkan selama kurang lebih sepuluh menit. 

gendan telinga - ayunafamily.com

Karena Aylan masih bayi, jadi netesin dan bersihinnya sambil nyusuin. Ketika sing Yusuf ngantor, saya bersihkan dan teteskan sendiri, nunggu dia bobok dulu. Kalau misal kebangun ya sambil susuin dulu. 

Kami periksa hari senin, hari kamisnya kami datang kembali untuk kontrol. Di pemeriksaan kedua, dr. Agus bilang kalau gendang telinga Aylan sudah mulai rapat walau ada bagian lain yang masih terlihat merah. Hmm…lukanya mungkin masih belum sembuh betul. 

Telinga Aylan kembali disemprot, dibersihkan dengan cairan khusus, beberapa buih busa yang mangkrak di dalam keluar. Nanah sudah tidak lagi keluar sehingga kami tidak perlu meneteskan obat pembersih lagi, cukup obat tetesnya saja. Karena proses perbaikan belum selesai, Aylan masih tidak boleh kena air.

KETIKA GENDANG TELINGA AYLAN MENYATU & DINYATAKAN SEMBUH

Kontrol ketiga dilakukan seminggu setelahnya. Jauh sebelumnya, saya melihat perbedaan pada kondisi Aylan sebelum dan sesudah penyebab sakitnya diketahui. Kini Aylan kembali ceria, makannya jadi banyak dan dia mulai mau latihan berdiri serta berjalan lagi walau sering jatuh-jatuh.

Saat kontrol terakhir kami lakukan, dr.Agus melakukan pemeriksaan dan menyatakan bahwa GENDANG TELING AYLAN TELAH MENYATU dan infeksi serta lukanya sudah sembuh. Alhamdulillah, allahu akbar, legaaaa sekali rasanya. 

Aylan diperiksa oleh pak dokter
Robbi Habli Minas Solihin…

Meski begitu, beliau memberi pesan bahwa untuk aktifitas berenang boleh dihindari dulu. Kami sebagai orang tuanya juga perlu banget menjaga Aylan supaya tidak pilek. Pokoknya kalau anak, pilek lebih dari tiga hari tidak sembuh-sembuh baiknya bawa langsung ke THT. Bukan bermaksud bikin parno, tapi lebih baik mencegah daripada mengobati. Karena ternyata kasus-kasus seperti ini sudah seringkali terjadi.

Saya dan Yusuf sepakat bahwa kami sangat menyukai dan merekomendasikan dr. Dwi Agustawan Nugroho Sp.THT-KL. Apa ya, beliau ini bertangan dingin, luwes sekali saat memeriksa bahkan pada bayi sekalipun. Sering kita mendengar kisah-kisah dokter yang menakut-nakuti dan bikin ortu down, tapi dr.Agus enggak, beliau ngasih positive vibes, yakin kalau masih bisa sembuh asal perawatan tepat.

Kami bahkan sempat mengobrol cukup banyak karena beliau informatif sekali. Bagi teman-teman yang butuh saran dokter THT, beliau sangat saya rekomendasikan. Tempat prakteknya ada 3, RS Bethsaida, RSIA Karunia Kasih dan RSI Aminah. Beliau juga dosen di Universitas Trisakti. 

HIKMAH PECAHNYA GENDANG TELINGA AYLAN

Ada beberapa hal yang bisa saya tarik dari kejadian ini. 

  1. Aware dengan kondisi anak, jangan remehkan pilek. Selalu usahakan agar cairan ingus itu keluar. Waktu itu saya diresepin respimer, semacam obat luar yang bisa memancing ingus keluar. Mungkin kalo buat bayi kita kenal dengan breathy itu loh.
  2. Jangan terlalu sering membersihkan telinga, apalagi pakai cottonbud. Jangan. Terbukti saat Aylan dicek telinga kirinya, malah ada kotoran nempel banget di gendang telinga, terdorong oleh cottonbud
  3. Bila anak batuk pilek atau pilek saja dalam jangka waktu lama ada baiknya cek langsung ke dokter THT. Apalagi kalau anaknya udah mulai rewel-rewel enggak jelas ya.
  4. Bergerak cepat bila sudah muncul tanda-tanda yang tidak beres. Dalam kasus Aylan, dokter mengatakan sebetulnya sudah terlambat tapi masih bisa ditangani. Kalau tidak ada penanganan efek paling buruk adalah anak bisa kehilangan kemampuan untuk mendengar.

Baca Juga : Menjaga Kesehatan, Pesan Penting Dari Film Me Before You

Nah, barangkali itu yang bisa saya ceritakan kali ini. Semoga anak-anak kita sehat semua dan semoga tulisan ini bermanfaat. 

(Visited 276 times, 2 visits today)

7 Replies to “GENDANG TELINGA AYLAN PECAH KARENA PILEK”

  1. Mba Ajeng, jazaakillahu khair ini info dan sharingnya. Kebetulan kemarin bayiku juga sempat ketularan kakaknya pilek. Alhamdulillah skrg sudah sehat lagi, pileknya sudah sembuh. Tapi ini barusan jadi bahan diskusi sama kakaknya, biar dia ga kebiasaan cium2 adeknya kl pas lagi sakit. Semoga Aylan sehat2 selalu ya di Sana 🙏💕

  2. Semoga lekas sembuh ya adek sayang.

    Ih madam, ngeri juga bacanya, terlebih saya juga punya bayi yang selalu ditularin kakaknya hiks.

    Ini nih yang selalu bikin saya dan kakak selalu berdebat.
    Kakak saya nakes, dan jika anaknya batpil, sudah pasti dicekokin antibiotik.

    Nah saya emak zaman now yang idealis, selalu musuhan ama AB.

    Padahal menurut kakak saya, kalau kelamaan batpil bisa menimbulkan penyakit lain, terlebih kalau penyebabnya bakteri.

    Semoga anak2 kita selalu diberi kesehatan ya aamiin

  3. Halo mba, ngubek2 beberapa tulisanmu tapi speechless jadi ga bisa komen, jadi aku mampir di sini aja, hihihi. Informatif banget isinya mba, aku tau kalo pilek bisa ke sana akibatnya, tapi aku baru tau kalo gendang telinga pecah bisa sembuh lagi….
    Semoga si bungsu sehat selalu yaa… Doa yang sama: Robbi habli minas shoolihiin. Aamiin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *