Ruang Cerita Keluarga Mama Triplet

ENAM TRIK MENETRALKAN PERASAAN SAAT SUAMI MENYEBALKAN

ENAM TRIK MENETRALKAN PERASAAN SAAT SUAMI MENYEBALKAN

Sabar ya mak, karena suami menyebalkan itu sesuatu yang pasti terjadi kok

– Madam A –

Genks, kalian percaya kan sesehat-sehatnya sebuah hubungan, masalah pasti tetap ada? Sebaliknya, sehancur apapun relasi kita dengan suami, momen-momen manis pernah kita cicip.

Saya yakin tidak sedikit istri yang setelah menikah justru merasa galau. Mencoba bertanya kepada rumput yang bergoyang, wahai rumput kenapa setelah sah akutu lebih banyak ngerasa susah dibanding senang yak?

Tapi itu sih biasanya keluhan istri di dunia lain, bukan para pembaca setia blog saya.

suami menyebalkan - ayunafamily.com
Say no to Pokemon Go!

Saya menyadari, bahwa lelaki sebenarnya adalah makhluk menye-menye. Kadang dia menyenangkan, seringnya dia menyebalkan. Terutama karena mereka lebih peduli untuk bermain pokemon go ataupun mobile legends dibanding mengajak ngobrol istrinya selepas pulang kantor.

Baca Juga : Cemburu dan Cara Terbaik Untuk Menyampaikannya

Padahal, apa sih susahnya untuk menyimpan hape dan berkegiatan dulu sama anak-istri di rumah?

Tinggal taruh aja, toh enggak bakal bikin menderita juga. Iya kan?

Teman-temanku para istri yang sering sekali ngomel ke suaminya karena dia lebih mesra sama hape dibanding kita, yuk mari kita berpelukan virtual sejenak. Saya tahu persis perasaan kalian. Tahuuuuuu banget dongkol dan betenya kayak apa. Percayalah…kalian tidak sendirian kawan!

Meski demikian, ada satu hal yang perlu kita perhatikan di sini. Sering ngomel dan marah-marah ke suami itu menghabiskan energi. Enggak ada gunanya juga, apalagi kalau pasangan kalian adalah tipikal yang cuek dan memilih kabur saat kita mulai buka mulut.

Sejujurnya, saya penasaran banget, kenapa ya para pemilik hormon testosteron ini bisa secuek itu? Saya, sebagai contohnya, karena sudah dihamili tiga kali merasa memiliki ikatan batin yang kuat dengan suami. Sehingga tidak bisa begitu saja mengabaikan perasaan yang muncul ketika kami bermasalah.

Sedangkan dia, yang sudah menghamili saya sampai tiga kali, kok ya mampu untuk acuh tak acuh menghadapi kemangkelan saya. Gara-gara hal inilah saya jadi sering suudzon, jangan-jangan akutu dulu dipelet ya?

Halah, gayanya ngomong dipelet, padahal ditanyain via WA udah makan atau belum aja udah kelonjotan saking hepinya. *ngomong sama kaca*

Halah, gayanya ngomong dipelet, padahal saat update instastory terus di notice sama suami aja langsung ketawa-ketawa. *ngomong sama kaca*

Halah, gayanya ngomong dipelet, padahal dia pulang kantor bawa martabak aja langsung bahagia, kayak terbang ke awan gitu. *ngomong sama kaca*

KENAPA SUAMI MENYEBALKAN ?

Pertama, karena dia adalah suami kita.

Enggak mungkin kan kita sebel-sebelan sama suami orang lain? Buat apa coba, mau ngajak perang dunia? Kedua, karena secara fitrah laki-laki dan perempuan diciptakan berbeda oleh Allah SWT.

suami menyebalkan - ayunafamily.com
Bertengkar itu capek hati banget loh…
image from pixabay

Laki-laki, memiliki volume otak lebih besar, meski hal ini tidak berarti mereka lebih pintar daripada kita. Mereka juga lebih dominan menggunakan otak kiri, sedangkan wanita otak kanan. Inilah sebabnya para bapak cenderung mampu untuk berpikir logis saat menghadapi masalah.

Sistem limbik mereka juga lebih tipis, yang menjadi alasan mereka selalu pasang taktik fight or filght. Pokoknya kalau enggak sanggup hadapi omelan istri, mending lari. Strategi yang sebenarnya justru membuat para istri makin berang, wkwkwk.

Saya pernah belajar tentang hal ini saat mengikuti kelas tentang pasutri sama Bu Fithrie. Lumayan, jadi bisa lebih tahu gimana cara berkomunikasi yang betul dengan suami saat bermasalah. Tapi tetep aja sih, kalau saat ngobrol perasaan saya belum dingin, pasti ketika mencoba baikan ada yang mengganjal.

NETRALKAN PERASAAN DULU SAAT SUAMI MENYEBALKAN !

Suami menyebalkan itu pasti terjadi kok. Toh mereka ini manusia biasa, bukan manusia setengah dewa . Yang penting, jangan biarkan hal tersebut merusak mood kita. Ingat, ada anak-anak yang perlu kita jaga.

Kalau suaminya enak diajak bicara, tentu bisa langsung dikomunikasikan. Namun, terkadang ada situasi dan kondisi di mana kita lebih memilih untuk mendiamkannya.

Masak iya, harus kita terus yang mulai untuk konfrontasi. Mengeluarkan uneg-uneg, memaksanya duduk dan membicarakan masalah. Jujur, saya sendiri kadang merasa lelah saat membayangkan harus menghadapi perdebatan yang tidak ada habisnya. Padahal ini baru membayangkan.

Kasihan banget enggak sih?

Habis, berharap dia akan mengerti dengan sendirinya juga enggak akan mungkin. Ilusi. Fatamorgana. Bu, suami itu kita omongin kalau kita lagi bermasalah sama dia aja kadang dia enggak paham loh. Apa kabar kalau kita enggak ngomong sama sekali? Lha dia kan enggak punya ilmu perbatinan.

So, sebelum bumi gonjang-ganjing menyaksikan pertengkaran rumah tangga kita, ada baiknya kita mencoba untuk menangkan diri sebelum maju ke medan perang. Istilah gaulnya sih menetralkan perasaan.

Based on my personal experience, ngobrol permasalahan rumit dan tingkat tinggi lebih mudah kalau istri dan suami sama-sama adem, sama-sama sudah mengosongkan gelas. Dan, inilah dia enam hal yang saya coba untuk lakukan dalam ikhtiar membebaskan diri dari perasaan negatif terhadap pasangan ;

  1. Istighfar. Yap, ini hal yang pertama banget saya lakukan kala emosi mulai terpancing. Membaca kalimat Astaghfirullah hal adzim yang memiliki arti, aku memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung. Saya mengucapkannya berulang kali, di dalam hati. Kadang bahkan sambil mengepalkan tangan dan mengusap dada. Bisa juga sambil exhale-inhale.
  2. Menjauh sementara. Well, saya paham banget hal ini agak sulit dilakukan oleh kita, kaum perempuan (what? kita?). Terutama saya sih sebenernya. Suami sering kesal dengan kebiasaan saya yang cenderung grusa-grusu pengen menyelesaikan masalah saat itu juga. Soalnya saya pasti meledak-ledak. Tapi memang, hasil akhirnya berbeda jauh ketika kita mau mundur untuk meredakan emosi sesaat. Less drama, yakin!
  3. Membuka album foto jaman dulu. Pernah tengah malam ketika sulit sekali memejamkan mata, saya keluar dari kamar. Pelan-pelan menyalakan laptop. Saya buka deh itu file-file foto lama. Meski sempat baper ketika melihat betapa berbedanya bentuk tubuh saya dulu dan sekarang, yang bagaikan biting dan karung goni *eaaakkkk. Saya menyadari betapa banyak ups and downs moment yang kami lewati bersama. We’ve been through a lot of things together. Saya sering lupa, khilaf untuk mengerti that he always stay beside me, in every madness situation…
  4. Mendengarkan lagu romantis. Kalau saya youtube-an sih, hahaha. Saya suka sekali menyetel lagu-lagu lama, yang liriknya dalem, nusuk sampai ke hati. Sambil sesekali ikutan menyanyi, terutama saat lagunya The Script yang berjudul The Man Who Can’t Be Moved terputar secara otomatis. “How can I move on…when I’m still in love with you…”
  5. Membaca Buku. Pepatah mengatakan There is no friend as loyal as book, dan saya setuju. Kebiasaan membaca buku saat bad mood bahkan sudah saya lakukan sejak kecil dulu. Jaman kuliah, sehabis UTS maupun UAS saya pasti akan menggeber motor ke taman bacaan yang berada di kawasan kampus UGM. Duduk di sana, membaca komik ataupun novel-novel historical romance terbaru. Kalau uang lebih banyak, saya biasa pergi ke Togamas. Toko buku yang selalu memberi diskon besar dan memberi sampul sebagai bonusnya. Entah kenapa, saya selalu bahagia di tempat yang ada banyak buku, hahaha.
  6. Dari semua cara di atas, yang paling ampuh tentu saja : curhat langsung sama Allah, Sang Penggenggam dan Pembolak-balik Hati. Mana tau barangkali nanti suami menyebalkan yang kita cintai bisa berubah jadi power rangers. Dunia aja dia jaga, apalagi hati kita? #tsaaahh

BERSYUKUR MASIH PUNYA SUAMI

Ketika berproses menulis ini, saya banyak ngobrol dengan murobbi dan guru tahsin saya. Beliau memiliki 4 orang anak yang usianya masih kecil-kecil. Dan keempat anaknya saat ini adalah seorang yatim karena ayah mereka meninggal dunia saat sedang dinas di Bandung.

“Saya sedang berjuang untuk menjalani takdir yang Allah pilihkan untuk saya .” kata beliau tegas, tanpa keraguan sedikitpun.

Baca Juga : Menjaga Kesehatan, Pesan Penting dari Film “Me Before You”

Masih ingat dengan berita pegawai kementrian keuangan yang mengalami kecelakaan dengan bus Transjakarta di kawasan Lapangan Banteng? Beliau adalah suami dari salah satu ustadzah yang cukup dikenal di wilayah saya. Anaknya 4, dan yang bungsu seorang ABK (Anak Berkebutuhan Khusus).

Hati saya teriris menedengar bahwa saat teman-teman ustadzah ini hendak takziyah, sang ustadzah malah bertanya ada apa. Ternyata beliau bahkan belum tau kalau Allah sudah mengambil kembali suaminya.

Allahu..

Saya jadi malu kalau inget sering mengeluh tentang suami. Toh semenyebalkan apapun, dia tetaplah seorang ayah yang bertanggung jawab dan sangat menyayangi saya dan anak-anak. Meski selera humornya rendah banget, meski guyonannya selalu ramashook.

suami menyebalkan - ayunafamily.com
Seberapa sering kita ngomong cinta ke pasangan?
Image from pixabay

Padahal kalau mau jujur, bisa jadi suami menyebalkan karena saya yang sebagai istri kurang sabar. Kurang bisa memahami kelelahan dia. Kurang bisa ngomong yang baik sama dia.

Tuh kan, jadi cirambay…huhuhu

Nah, akhir kata, semoga sedikit tulisan ini bisa membawa manfaat ya. Saya mau dong dibagi tips dan trik untuk menetralkan perasaan ala teman-teman πŸ™‚

(Visited 286 times, 1 visits today)


26 thoughts on “ENAM TRIK MENETRALKAN PERASAAN SAAT SUAMI MENYEBALKAN”

  • Mba ajengggg tau nggak. Aku malam ini lagi kesel ama suami. Eh inget link mba ajeng tadi pagi. Langsung meluncur ke sini wkwkwkw πŸ˜‚. Aku n suami klo saling kesel biasanya kita diam dulu untuk menenangkan perasaan. Kalau udah tenang baru deh aku kadang ngedeketin duluan. Mijitin dia terus curhat deh ngeluarin uneg2 aku. Trus dianya minta maaf n aku jg minta maaf, krn trnyta setelah dia jg ngeluarin uneg2nya. Aku jdi tahu dari sudut pandang laki2 itu sprti apa. Akhirnya saling maapan. Atau kadang klo aku lgi kesel ama dia. Dia yang suka ngedeketin duluan n meluk aku. Trus klo udh dipeluk gitu. Aku ga jdi marahnya. Soalnya udah keburu meleleh dipeluk dia wjwkwkw πŸ˜‚

  • Seandainya bukan suami pun, saya tetep bisa sebal dengan laki-laki. Wajar sih. Cara pandang laki dan perempuan emang dari sononya beda.
    Ada yang bilang, suami tu makhluk yang gak peka. Tapi menurut saya, mungkin suami bukannya gak peka, beliau peka cuma seringkali berakhir dengan solusi yang tidak cocok dengan saya, akhirnya saya menganggap beliau gak peka.
    Misalnya nih, saya lagi ngambek, saya berharap diajak ngobrol atau dielus2 gitu, tapi paksuami datang dengan martabak. Enak sih… πŸ˜€ tapi bahaya, apalagi ngajak makannya pas malam-malam, kan bisa anjlok timbangan. Trus saya ngambek lagi, bilang suami nggak peka, nggak peduli ama timbangan saya, padahal dia tahu saya nggak bisa dapetin endorse pelangsing wkwkw (ini contoh apa sih)
    Intinya, pengendalian diri πŸ˜€

    Saya pernah mikir simpel, kalau suami tidak romantis… baiklah, saya yang akan berlaku romantis! *

    *S&K Berlaku πŸ˜€

  • Bacanyaa kok baper yaa mbak meskipun belum punya suami. Semogaa disegerakan bisa ketemu imam terbaik, aamiin. Uda dicatat dengan baik di memori mbak, trik jitu jadi istri yg sabar hehehe makasih sharingnyaaa 😊😊😊

    • Haha iya nih. Kenapa ya suami itu menyebalkan? Tapi kadang aku sadar diri aja sih sebagai istri masih banyak banget kekurangannya jadi berusaha untuk menerima sifat menyebalkannya suami ini. Bisa jadi dia juga sebal sama aku yang kadang susah dibilangin πŸ˜‚

  • Madaaammmmmm, ini karena template baru kah?
    atau emang tulisannya dibuat macem2 bentuknya?
    Ada yang besar ada yang imut wkwkwkw

    Sebelumnya saya mau numpang ngakak dulu yaaaa

    wakakakakakakakakakakkaak

    Udah gitu aja, mau ngakak karena mengapa ya kita harus sebel ama suami, padahal dulu kita cinta ama dia hahaha

    Dan kalau saya kayaknya lebih complicated, jangankan main hape.
    Pegang hape agak lamaan dikit buat baca pesan saya udah melirik tajam

    Maklum saya trauma si pak su nanti chat lagi ama mantannya.

    Kalau madam benci ama mobile legend, saya benci ama mantan.
    Mengapaaaa coba harus ada mantan di dunia ini.
    Pakai acara chating ama suami orang pula, KESAAALLLLL

    Kok ngegas di sini yak πŸ˜€

    kalau saya menetralkan hati biasanya minta duit, pokoknya mau duit, baru saya senyum

    Matre is da best wakakkaak

  • Aku baca kisahnya dan bacain komen jadi mikir…kapan yaaa aku sebel ama suami? Wkwkwk…Kayaknya dia kali yg sebel ama aku. Karena aku yg lebih banyak gadgetan daripada dia. Wong kalo pulang kantor, dia langsung ngecepret cerita kesebelan orang di kantor. Padahal aku lagi enakΒ² blog walking., kayak sekarang. Wkwkwk…
    Yekan…harus dengerin dia dulu toh…

  • Halo madam, tulisan mu koq pass dengan situasi as always. Ini lagi menenangkan diri krn males pasang muka berkerut2 di hadapan blio. Nanti kalo udah redaan dikit baru bisa ngomong, kalo dipaksain yg ada malah ngegass yaa, makin dia ga ngerti maksud kita apaaah. Hahaha… Pokoknya satuju pisan semua sama yg ditulis. Sekaligus aku meraza tidak sendiri, ooohj ternyataaa bini2 yang lain begini juga tooh, aku pikir apa akunya yaa yang berubah jadi makhluk baperan. Hiks….

  • Baca artikel ini dari judulnya aja udah sreg kalau ini masalah serupa dengan yang saya tulis (curhat tepat nya) di blog saya hehehe…

    Memang benar ya kalau dengan rasa syukur sebenarnya semua bisa kita redakan. Marahan sama suami cukup bersyukur masih punya suami. Tetangga malah baru saja jadi janda.

    Nuhun terimakasih banyak atas sharing nya. Sangat bermanfaat

  • Iya nih aku kadang juga suka sebel kalau dia pegang HP terus sepulang kerja. Padahal sebenarnya dia pegang HP bukan untuk bermain game. Jadi suamiku ini punya usaha sampingan yang kadang ordernya via online juga. Makanya kalau sudah di rumah dia kerjanya ganti bertatapan dengan HP.

  • Hihihi pas kita menilai suami nyebelin, kyknya di saat yg sama suami jg anggap kita gtu. Yaaa namanya jg dua kepala yang berbeda ya mbak πŸ˜€
    Aku jg beberapa kali ribut kecil tapi gak berrati sih sama suami. Herannya abis gondok2an eh hubungan jd makin manis uhuks. Bener emang kata org, pertengkaran kecil itu bumbu penyedap pernikahan hehe πŸ˜€

  • Suamiku juga menyebalkan Mbak Ajeng,sangats, kwwkwkw
    Apalagi kalau diajak ngomong ga nyambung karena lupa (atau ga dengerin pas aku ngomong)
    Duh !!
    Ya gitu meskipun nyebelin tapi ngangenin sih (baik orangnya maupun transferannya πŸ˜€ )

  • ^^ 6 hal penetral yang mbak tulis memang sering banget aku lakuin kalau lagi sebel ma paksu. Akhirnya aku memilih mengalah dengan langsung memeluknya karena Allah telah jodohkan aku dengannya dan visi misi kami sehidup sejannah.

  • Pasti deh, tiap kali baca postinganmu mba rasanya tuh nano-nano. Antara miris kok kayaknya related sama kondisi akohh dan di sisi lain ngakak so hard, ekwkwk. Tapi memang adanya seperti itu ya mba, Romansa rumah tangga. Dan, bohong banget rasanya kalau ada suami yg gak punya sisi-sisi nyebelin.

    Anw, setuju banget mba dengan tulisanmu mba. Karena, meski begitu harus tetap disyukuri ya dan mau bagaimanapun dia tetap aja menurut Allah dia yg terbaik buat kita, hasekk.

    • Kenapa suami menyebalkan, karena dia adalah suami kita. Bener juga ya mbak! Kalau suami orang yang ada gawaaatt! Haha.

      Yang namanya suami kalau gak nyebelin kayaknya gak seru. Suamiku nyebelin banget tuh, tapi tetep aja kalau jauh kangen. Hehe

  • Kalau diriku pasti akan menjauh sementara mbak. Baru kalau udah adem balik kucing lagi dan akan memeluk suami. Habis gitu kita keluar rumah dan cari makan bersama…hehehe

  • Mba, akutu penasaran deh sama kata cirambay. Artinya apa sih? Xixixi.. maklum nih mak2 kurang gaul. Btw, baca tulisan mba ajeng 3x, saya seperti dapat gambaran jelas larakter suami, Mba dan kelincahan Mba. Xixixi.. kebayang yg satu kul.. yg satu lincah. Makanya klop saling mengisi. ^_^

    Soal berhadapan dengan suami yg menyebalkan bener banget. Saya tambahi 1 pon lagi kalau yg namanya suami itu egonya tinggi banget. Mau dia kalem lembut apalagi yg beringas sekalipun, sudah takdirnya memiliki egois yg tinggi. Itu sebabnya Allah ciptakan wanita utk meredamnya. Krn yg mampu meredam ego laki2 ya wanita. Jadi sebisa mgkn jangan ikut meninggi dikala mereka egonya sedang tinggi.

    Sekian dan terima gaji ^_^

  • Yap namanya momen pernikahan itu memang penuh drama. Hihiihi. Tapi kalau aku pas kesal ke suami biasanya ya balik mengingat segala kebaikan yang pernah dia lakukan kepadaku dan keluarga besarku. Biasanya sih manjur :p

  • Duh aku bacanya sambil senyum2, tawa tiwi baca bahasamu sukak banget. emang seperti ituuu ya mak problematika rumah tangga. kadang nyebelin sampe ke ubun2. tapi balik lagi, bersyukur aja ya disaat kita masih punya suami, jaman skrg banyak tikungan haha ngeri euy. saling pengertian aja, gpp maen pokemon asal jangan maen awewe, duh amit2 ya πŸ˜€

  • Dulu aku sebel kalau suami ngegame terus, kadang suka marah-marah. Makin ke sini udah biasa aja, soalnya aku juga suka main hape terus, wkwkwk gak ding, saking udah lumayan lama nikah jadi udah ngerti celahnya. Suami juga butuh me time atau pelepas stres jadi bikin kesepakatan bersama aja gimana enaknya.

  • Haha iya nih. Kenapa ya suami itu menyebalkan? Tapi kadang aku sadar diri aja sih sebagai istri masih banyak banget kekurangannya jadi berusaha untuk menerima sifat menyebalkannya suami ini. Bisa jadi dia juga sebal sama aku yang kadang susah dibilangin πŸ˜‚

  • Hahaa aku jadi pengen ngiKik bacanya, iyaa memang sifat pria dan wanita itu bedaaa.. Mau sebel gimanapun sama suami, dia adalah imam kita, ayah dari anak anak kita. Aku juga termasuk yang males ribut mendingan banyakin istighfar dan diemin aja lama lama adem sendiri hihi

  • Can relate can relate. Apalagi hamba yg baru seumur jagung ini yak menjalani bahtera rumah tangga mba. Suwun banget, artikel nya sangat insporasional, apalagi kata-kata dihamili, aku ngakak lho. Kusuka tulisan embak πŸ™‚

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *