CEMBURU & CARA TERBAIK MENYAMPAIKANNYA

Cemburu itu seperti kentut. Kalau ditahan sakiiittt sekali, tapi mau dikeluarkan kok malu. Ah, sungguh aku cemburu padamu…

– Madam A

c

Cemburu berawal dari sebuah catatan

Sabtu pagi itu rumah kami rieweuh sekali. Aki dan Enin yang sebelumnya datang berkunjung sudah hendak kembali ke Jogja. Sedangkan Yusuf akan pergi menginap di Bogor, ada acara dari kantornya. Seperti biasa, dia mengecup pipi saya dan anak-anak saat berpamitan lalu berangkat. Jujur, saat pertama kali dapat kabar bahwa weekend ini dia akan pergi, saya kesal sekali. Apa-apaan sih, kenapa acara kantor harus merebut waktu keluarga yang kami miliki? *ngelus dadanya Keanu Reeves*

Sulit bagi saya melepas Yusuf karena dia terlihat sangat ganteng (bagi saya). Ada sedikit perasaan tidak rela, pas rapi jali, harum mewangi gitu kok pas enggak sama saya.  Tapi ya sudahlah, saya kembali masuk ke dalam rumah dan melanjutkan pekerjan yang tertunda. Nah,  semua berjalan lancar sampai  saya menemukan sebuah catatan yang di tempel di lemari baju anak-anak. Sebuah post it warna kuning dengan tulisan seperti ini ;

cemburu - ayunafamily.com
yang bikin mewek sepagian

Saya terdiam, mencoba berkonsentrasi membaca catatan yang bahasanya sungguh njlimet itu. Fokus saya ada pada baris pertama, “Dear, Mas Yuyu”.  What??HELL!! APA MAKSUDNYA ITU MANGGIL-MANGGIL SUAMI GUE DENGAN KATA DEAR DAN PANGGILAN SOK IMUT GITU???

Saya berjalan mundur dan terduduk di kasur. Tangan ini gemetaran, pikiran saya kosong.  Berulang kali saya membaca catatan tersebut tanpa suara sampai saya tidak bisa melihatnya lagi karena air sudah berkumpul dengan sangat cepat di pelupuk mata. Ketika sadar, baju saya sudah basah terkena tetesan air mata. 

Cemburu dan ingatan masa lalu

Sambil menyeka air mata, saya mencoba untuk berfikir jernih walaupun itu sangat-sangat-sangat sulit. Saya mengambil hape, menimbang-nimbang tentang siapa dulu yang harus saya hubungi tentang masalah ini. Iya, saya tidak kuat menanggungnya sendiri kalau nanti kenyataannya sesuai dengan apa yang saya bayangkan. Saya memilih untuk menguhubungi bu Fihtrie terlebih dahulu sebelum Yusuf. Saya khawatir rasa emosi yang begitu besar bisa mendorong saya untuk berkata atau berbuat yang tidak pantas pada Yusuf. 

Baca juga : http://ayunafamily.com/when-love-hurt-your-heart/

Seraya menunggu pesan saya dibaca dan dibalas oleh beliau saya mencoba mengirim pesan pada Yusuf, tentu dengan cara yang baik. Pikiran saya berkecamuk, serangan rendah diri yang perlahan-lahan mulai menghilang langsung kembali menyerang.  Bayangan-bayangan masa lalu berkelebat, menciptakan prasangka negatif di dalam diri ini. 

Saya mencoba halau semua itu dengan istighfar dan memaksa diri untuk mengingat semua hal baik dan luar biasa yang pernah Yusuf lakukan. Dia, yang langsung menyanggupi ketika saya bercanda tentang masalah pernikahan. Dia, yang menyerahkan seluruh gaji dan tabungannya untuk saya kelola. Dia, yang tidak pernah perhitungan setiap kali saya punya keinginan untuk membeli buku. Dia, yang menangis saat saya masuk ICU setelah melahirkan Luna. Dia, yang pelukannya bisa memberi tenaga. 

Baca juga : http://ayunafamily.com/?s=empat+tipe

Berhasil! Untuk sesaat saya bisa kembali berpikir rasional. Kalau memang catatan ini dari perempuan, dia enggak akan mungkin menempel di tempat yang seterbuka itu. Seandainya cacatan ini punya maksud tertentu, Yusuf pasti akan menyimpannya. Kecuali dia memang menginginkan munculnya prahara di rumah. Masalahnya, selama ini kami adem-ayem saja jadi … rasanya kok aneh?

Hape saya bergetar dan menyala, sebuah notifikasi WA masuk. Saya menutup sambil mengintip sekilas melalui jari-jari. Jantung saya berdetak kencang, dari Yusuf! Secepat kilat saya melempar ponsel pintar tersebut ke kasur, seolah benda itu terbuat dari api. Masih ada keragu-raguan dan khawatir yang tidak bisa ditepis begitu saja. Baca enggak baca enggak baca enggak baca enggak.

Saya tidak mau menjadi pengecut yang hanya bisa menuduh tanpa mendengar penjelasan. Jadi, akhirnya saya mengambil hape itu kembali dan membacanya. Lalu….

Terbongkar sudah…

Wait, what

-__________________________-

What the… Ternyata COWOK saudara-saudaraaaaa!!! Aduh, aduh, aduh. Setelah sempet kaget, terus nangis-nangis dan galau sendiri karena cemburu. Mencoba konfirmasi dan ternyata yang saya cemburuin adalah seorang laki-laki itu rasanya sungguh, kuingin…

cemburu dan cara menyampaikannya - ayunafamily.com
NYUNGSEP DITELAN BUMI… source : detik.com

BCNBFJSGVHVGVSJVHVUVU13541466793GVB!!!!!!

Jangan tanya kenapa saya nulis enggak jelas begitu. Lebih baik saya nulis ngawur dibanding kata-kata kotor kan? Habisnya kueseellll banget! Yusuf ki wagu tenan, minta diremet-remet banget! Alhamdulillah kemarin itu saya enggak buru-buru ngepak baju dan kabur ke jogja. 

***

Begitulah, saya sempat sekali lagi menanyakan perihal tulisan rapi dan bahasa njelimet. Sesuatu yang sepertinya jarang sekali dilakukan oleh seorang laki-laki pada umumnya.  Tapi gimana ya, suami saya itu emang plegmatis banget, jadinya enggak ngeh kalau hal-hal sederhana kayak gitu aja bisa menimbulkan kecurigaan yang berbuntut panjang. Terutama bagi manusia seperti saya yang cemburunya tingkat tinggi.  

Ah ya Allah, rasanya kok konyol banget. Sudah pakai drama nangis-nangis dan suudzon, jebul hasilnya zonk…wakakakaka. Ternyata memang hidup saya enggak bisa jauh-jauh dari yang namanya drama. Percakapan kami via WA saat itu clear dan semua berakhir dengan damai. Yeaaii!

Cara terbaik menyampaikan rasa cemburu

Madam, terus gimana hasil percakapanmu sama bu Fithrie?  Nah, ini nih bagian terpentingnya. Tenang, saya tahu banyak yang nungguin tips dan triknya kan? Langsung sja deh kalau gitu, cekidot;

  1. Tenang. Iya, madam tahu kalau hal ini rasanya terlalu sulit untuk dilakukan. Tapi percayalah, mau tidak mau bersikap tenang itu wajib. Istighfar yang banyak, ambil air minum, exhale-inhale atau sekedar lari keluar rumah untuk beli gorengan dulu. Pokoknya lepaskan sementara supaya pikiran kita jernih.
  2. Mengingat hal-hal baik yang pernah dilakukan pasangan. Nah, sambil merilekskan diri, coba deh ingat-ingat kembali apa saja yang pernah pasangan lakukan untuk kita. Kalau perlu, diingat-ingat kapan dan bagaimana kalian pertama kali bertemu. Cara ini cukup efektif untuk meredam emosi yang meledak-ledak karena goncangan saat cemburu. 
  3. Buka pembicaraan dengan kalimat pertanyaan, bukan tuduhan. Sebenarnya, rasa cemburu itu muncul karena apa sih? Kalau dalam kasus madam, lebih karena kesal ada yang memanggil Yusuf dengan panggilan sok imut, seperti panggilan istimewa gitu. Selebihnya madam enggak mudeng karena bahasanya njelimet. Yaudah, kita cukup tanya baik-baik, “Ay, aku nemuin kertas ini di lemari. Maksudnya apa ya, jelasin dong?” (sambil siap-siap bawa golok,wkwkwk)
  4. Sampaikan apa yang kita rasakan. Tanggapan bu Fithrie saat membaca pesan saya adalah, “Apa yang sekarang ajeng rasakan?”. Saya tertegun sesaat sebelum menjawab. Saya merasa kesal, sedih dan kecewa pastinya ketika menemukan catatan itu. Eh lupa, cemburu juga dong. 
  5. Wajib marah, tapi bukan marah-marah. Bu Fithrie kembali bertanya, “Ajeng, kamu merasa marah atau enggak?” Hmm… tentang masalah ini, si Ibu bilang kita wajib marah loh. Kita harus marah ketika ada orang lain yang bersikap sok kenal, sok dekat, sok spesial ke suami kita. Ingat, pembiaran terhadap sikap-sikap seperti itu bisa menjadi celah masuknya orang lain di antara kita dan pasangan.
  6. Sampaikan apa yang kita inginkan. Memang, kita tidak bisa mengubah bagaimana orang lain bersikap pada suami kita. Boleh kok kita mengatakan pada pasangan, bahwa kita tidak nyaman dengan perilaku si A dan si B terhadapnya. Bilang saja kalau kita ingin  lebih berhati-hati dan menjaga jarak terhadap orang-orang itu. Ini bukan bermaksud mengekang ya, tapi mengingatkan bahwa berteman dengan orang-orang yang sudah punya pasangan itu jelas ada batasnya. Yakinlah, kalau pasangan kita adalah orang baik, dia akan menerima masukan dan berjuang lebih untuk menjaga perasaan kita. 
  7. Sikap positif. Semua hal, dari yang nomer satu sampai enam, semuanya harus dilakukan dengan sikap positif ya. Positif yang dimaksud bukan garis merah dua biji loh, bukan. Positifnya ada pada kata-kata, sikap tubuh dan pikiran. Kalau kita marah-marah, sangat besar kemungkinan pasangan akan memilih untuk berbohong, hii.
  8. Bangun sikap saling percaya dan serahkan semuanya kepada Allah. Yah, ini terkesan klise sih, tapi da kumaha, sebuah hubungan itu pondasi terkuatnya adalah rasa percaya. So, baiknya memang suami istri saling memahami bahwa kepercayaan yang diberikan bukan untuk dikhianati. Mohon diingat,  hati bukan  Mobile Legend, yang bisa dimainin kapan saja di mana saja. 
  9. Beri Penghargaan. Selalu apresiasi untuk setiap tindakan pasangan yang menunjukan kesetiaan dan keterbukaan. Simpel banget kok, tinggal ucapkan “Terima kasih suamiku sudah mau berkata jujur, makin cintaaaaaa deehh” (kemudian saling seret ke kamar)

Move on dari cemburu

Ketika Yusuf pulang hari minggunya, kami sudah kembali bersikap seperti biasa. Saya sempat menyinggung masalah ini. Saya goda-godain deh dia. “Eh, mas yuyu udah pulang.” atau “Dear mas yuyu, tadi di bis duduknya sebelah siapa?” atau “Ciee, yang  slayernya bisa menghasilkan listrik statis”. 

so relate with me

Dia senyum-senyum mendengarnya lalu segera minta maaf. Dia bilang kalau pagi itu terburu-buru ngambil slayer, dan nggak begitu ngeh dengan catatan dari temannya. Makannya asal tempel aja di lemari biar saya bisa lihat. Dia juga enggak menduga kalau saya akan shock dan secemburu itu. Dia kaget ~

“Iya, aku sempat ngerasa ayah kejam karena sengaja bikin aku cemburu. Padahal kamu paham betul aku orangnya kayak apa,” ujar saya lesu.

Yah begitulah yang namanya kehidupan rumah tangga, selalu ada pasang-surutna, banyak cerita di dalamnya. Kehidupan tanpa masalah, saya kok enggak yakin kalau hal itu benar-benar ada. Tinggal bagaimana kita pintar-pintar menyikapinya. Kalau perempuan memang jarang yang jago menutupi perasaan, beda sama laki-laki. 

cemburu dan cara mengatasinya - ayunafamily.com
Kalo cowok yang cemburu , source :lucu-luan(dot)com

Jangan pernah merasa malu atau bersalah ketika kita cemburu. Wajar kok, cemburu kan salah satu tanda kita mencintai seseorang. Coba lihat, itu istrinya Obama aja bisa cemburu. Tapi tetap, harus elegan dan smart saat mengatakannya. Demikian sedikit sharing dari madam, semoga bermanfaat ya. 

Anyway, teman-teman yang punya pengalaman dengan cemburu, boleh dong berbagi di bawah 🙂

(Visited 29 times, 1 visits today)

32 Replies to “CEMBURU & CARA TERBAIK MENYAMPAIKANNYA”

  1. Wakakakak…. Rasanya kuingin ngakak sepanjang perjalanan. Btw, kenapa juga tulisan lelaki serapih itu, kan aku kalah, *watdezig

    Aku pernah awal2 nikah, eh sampai sekarang dink, udah 3x cemburu dibuatnya… Ketiganya respon aku nangis bombay di hadapannya, bilang ga suka endebre endebre, dia nurut sih sejauh ini, hihihi. Padahal dalam hati dia “apa sih biniku ini foto bareng temen kantor aja ga boleh” wkwkwk

    1. wakakakaka, maafkan ya mbak kalo ceritaku sungguh sangat wagu. Eh, istri wajib banget ngomong kok kalo enggak nyaman. Temen kantor sih temen kantor, tapi awas bae kalo berani.

  2. 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣

    Aku kok jegagakan paraaah yaaaaa..
    Oalaaah Madam..Madam..emank kudu seplegmatis Mas Yuyu kok jodohnya Madam itu, biar dunia seimbang kyk timbangan cabe versi cabe mahal 😜

    Btw..Wanita diciptain mudah julid klo liat list WA cewek (pdhl isinya juga nanya kerjaan, tp liat az udah esmosi duluan) 🤣

    Klo resep elegan versiku..
    Sebelum ngelabrak minta penjelasan, dandan dulu secantik2nyaaaahh..trus pasang muka cool, nada berat tenang (bayangin lah kita tuh arteess drakor dpt peran wanita kelas atas coooll gituuh) trus baru deh bahas si materi kecemburuan 🤣🤣🤣🤣

    Asliiii..mikir kek lagi syuting drakor, bikin kita kuat jd peran apa az..

    Salam hangaat dr kawan “bataliooon cemburu maksimaaaal”

  3. Wkwkwkww…
    Dear istrinya mas Yuyu.

    Saya ngakak terjengkang-jengkang membaca ini.
    Meskipun juga ngeri kalau beneran itu dari cowok.
    Tapi selama suami normal, insha Allah godaan mas dear itu gak ada apa-apanya wakakkaka..

  4. Oh meeeen, saya juga ikut ngegedubrag Mba, pas baca “Itu cowo” 😂
    Itu cowo jenis apaan pake bahasa kimia pula ngasih post it-nya 😅

    Klo saya cenderung yang slow ajah mba, Kangmas yang rada pencemburu, hihihi…

  5. Wah… Mestinya lebih deg2an kl cowo yg nulis… Hihiihi… #piss ah sayang😘
    Aku juga tipikal yg jujur, kl cemburu, marah, kzl… Bete…

  6. Mwahaha yang nulis cowok. Kalo aku jarang sih cemburu sama suami, abis aku orangnya cuek. Ya paling dianya sendiri suka cerita kalo suka ada cewe yang ngemodusin dia, haha. Dan dianya cerita ke aku, udah abis itu jd ketawa bareng.

  7. Becandaan teman cowok itu kadang suka ngeselin ya. Mereka ga mikir dampak buruk dari becandaan mereka. Bersyukur Mba bisa mengendalikan cemburu mba. Coba kalau istrinya ga terkendali emosinya?

    Kalau RT berantakan hanya karena secarik kertas guyonan antar teman, apa mereka masih bs menertawakan?

    Dan seandainya itu terjadi di keluarga mereka, apa mereka maaih ba mengaggap itu guyon. Duuh..

  8. Hahaha.. Kirain bnr cewek. Ituloh bahasa n tulisannya kok sm aku kalah jauh. Padahal ak kan cewek btw. Haha. Lucu banget sharing pengalaman cemburunya. Kalo ak sejauh perjalanan pernikahan kykny blm pernah ad kejadian cemburu2 begini. Cemburu sm mertua iya.. *eh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *