BERPISAH DENGAN ODOP

Assallammuallaikum, aduh judulnya udah bikin sendu aja yaaaa.

Iya, ini adaah hari terakhir meng-ODOP, rasanya nano-nano sekali. Sedih iya, terhari iya, lega dan bahagia juga iya. Lengkap banget deh, ngalahin gado-gado karet dua pakai telor.

Saya bersyukur sekali bisa menemukan komunitas ini, sungguh. Begitu banyak ilmu kepenulisan yang luar biasa bermanfaat, terutama bagi amateur seperti saya. Mulai dari ilmu menulis artikel, review, cerpen dengan sudut pandang unik dan terakhir adalah cerbung. Saya takjub sekali melihat dua belas episode yang berhasil saya tulis walaupun terseok-seok dan minim riset. Sejelek apapun hasilnya, saya bahagia sekali karena tulisan itu selesai. SELESAI BRO! DUA BELAS EPISODE!! Sini, sini kasih tepuk tangannya dong, wkwk.

Jujur, mengikuti ODOP ini awalnya seperti berjudi, pokoknya modal nekat tok. Ternyata oh ternyata, walau disambi ngurusin anak, rumah serta berbagai kegiatan sosial saya bisa mengikuti sampai akhir. Terharu, karena dalam perjalanannya banyak yang gugur. Bagaimanapun, konsisten menulis setiap hari itu tidak mudah.

Berkat ODOP saya menjadi semakin aware dengan keadaan sekitar, soalnya cerita paling remeh sekalipun bisa dijadikan ispirasi untuk menulis. Sebuntu-buntunya pikiran ini, ketika laptop dibuka dan dinyalakan ide muncul begitu saja kok, ahahahaha. Intinya saya menemukan bahwa menulis itu bukan masalah “bisa atau tidak bisa” tapi “mau atau tidak mau”.

Terima kasih banyak ODOP atas ilmu dan kesempatannya. Insya Allah tahun depan saya sudah bisa menelurkan buku ya, aamin ya Allah. Hu Hah!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *