Cinta Tanpa Kata : Perkenalan

Rania lupa kapan saat pertama kali melihatnya. Yang dia ingat, saat itu dirinya sedang berlari terburu-buru mengejar gerbang sekolah yang akan segera ditutup. Rania terlalu sibuk melihat jam di tangannya sehingga saat kakinya tersandung sebuah batu cukup besar, dia tak sadar.

“Aaaarrgggghhhhh!!!” Jeritnya kaget ketika merasa tubuhnya melambung ke atas. Namun, dengan cekatan gadis itu mengubah momentum dan melakukan roll deepan. Kepala ditelengkupkan, tangannya memeluk lutut dan berputar.

Orang-orang yang berada di tempat kejadian menatap takjub. Waktu serasa berhenti saat Rania terduduk, bajunya kotor, rambutnya berantakan. Menyaksikan pemandangan itu orang-orang bertepuk tangan, beberapa siswa lelaki bersiul. Rania tertunduk malu.

Lalu tiba-tiba saja sebuah tangan terulur di depan wajah, membantunya berdiri. Rania mengamitnya, sambil menunduk dia menepuk-nepuk roknya yang kotor terkena debu dan tanah.

“Terima ka…” Kata-kata Rania terpotong saat menengadah dan menemukan sepasang mata yang luar biasa hitam dan teduh, bulu mata tebal dengan lengkungan sempurna serta bibir tipis yang kini tampak geli. Sadar dengan keterpanaannya, Rania berdehem.

“Terima…kasih…” Katanya canggung.

Lelaki di hadapannya tersenyum, namun tak membalas ucapan Rania. Tanpa kata, lelaki itu menunjuk rok Rania, ada robekan yang cukup besar disitu.

“Oh shit!” Rutuknya, dengan malu Rania langsung merapatkan kedua kaki serta roknya.

Ketika menengadahkan kepalanya lagi, lelaki itu sudah berlalu. Rania hanya bisa melihat punggungnya. Dia tertegun saat tahu bahwa lelaki itu masuk ke dalam gerbang Sekolah Luar Biasa. Lelaki itu…cacat…

#onedayonepost #cerbung #aarrggg #kacrut

tempo gelato - ayunafami;ly.com

Ibu tiga anak. Pecinta martabak coklat-keju. Suka menulis biar enggak histeris 🙂

Hobi Suami yang Bikin Istri Gigit Jari

Assallammuallaikum wahai para istri solihah idaman suami masing-masing, dimanapun anda berada.Alohaaaa,  apa kabarnya? Pastinya alhamdulillah, luar biasa, allahuakbar kan ya? Yeeiii!

Eh, kamu dan kamu  para istri cantik yang sudah mandi atau belum, tanya dong, apakah suami kalian memiliki hobi? Punya? Alhamdulillah.

Kalau berdasarkan KBBI, kata Hobi memiliki arti : kegemaran, kesenangan istimewa pada waktu senggang, bukan pekerjaan utama. Saya sangat memahami kondisi spiritual istri ketika melihat suaminya sedang asyik dengan hobinya sendiri. Tenang kawan, kamu tidak sendirian , ihiks.

Nah, kali ini saya mau membahas beberapa hobi yang dimiliki oleh suami berdasarkan hasil pengamatan dan curhatan para istri baik di dunia nyata ataupun sosial media. Saya sangat mengerti bahwa kita semua butuh hobi. Hobi menjadi salah satu escape , cara kita melarikan diri dari rutinitas harian. Melakukan hobi, membuat kita menjadi lebih fresh, segar dan bahagia.

Layaknya seorang chef yang menabur garam pada sup. Terlalu banyak keasinan, terlalu sedikit rasanya hambar. Hal yang sama berlaku pada hukum melakukan hobi. Takaran yang pas adalah secukupnya. Hanya, hal tersebut kadang tidak mudah dilakukan. Apalagi kalau yang melakukan adalah makhluk bernama suami. Dimana khilaf adalah nama tengahnya.

Sudah ditinggal kerja dari senin-jumat, sejak pagi sampai malam. Berharap bisa sayang-sayangan atau sekedar ngobrol enak di kala weekend. Jebul, suaminya malah memilih untui melakukan hobinya sendiri tanpa mengajak anak-istri. Duh, itu bendungan katulampa kalah deh sama jebolnya air mata para istri.

Masih mending kalau hobinya juga sederhana, yang gratisan gitu misalnya. Masalahnya, enggak jarang hobi para suami itu mahal-mahal banget. Disinilah dilemanya istri, pengen sih mendukung suami dengan hobinya. Tapi kok harga sakuprit mainan hobi suami itu bisa untui uang belanja dua puluh satu hari ya? Bingung kan?

Kira-kira, apa saja sih hobi suami yang bisa bikin saya dan teman-teman semua gigit jari? Atau, minimal menggelundung sampai ke ostrali lah? Wkwkwkwkwk. Udahlah, langsung cekidot aja yuks :

1. Main Game di Handphone

Saya yakin teman-teman enggak asing dengan game semacam ML (Mobile Legend), CoC (Clash of Clans) ataupun Pokemon. Kadang bingung juga kenapa itu para bapak kepalanya bisa tertunduk khusuk kebawah, dikira lagi dzikir ternyata main game. Ya Allah bang, jangan bikin zonk ke aye napa?

Saya benci dia main game, lupa waktu, lupa keadaan, lupa kalau punya anak-istri. Lebih benci lagi kalau ada yang bilang gini “Masih mending main game, dirumah, kelihatan. Daripada kelayapan enggak jelas”

Hmmm… Kalimat yang rasanya enggak cocok deh buat dijadikan pembenaran. Faktanya, segala sesuatu yang berlebihan itu salah.

2. Futsal

Siapa disini yang suaminya suka banget main futsal? Ayok cuuunggggg!!

Iya, walaupun rasanya keren bingits punya suami yang hobi futsal, kalo tiap hari ditinggal buat mainan bola rasanya gimanaaaaa gitu. Belum lagi harga pernak-pernik olahraga yang satu ini terbilang cukup mahal. Walaupun bisa aja beli jersey KW tapi untuk sepatu harga enggak bisa bohong loh buibu, yakin deh.

Ini belum termasuk ketika pulang badan bau keringet, rambut lepek dan wajah kusam plus kresek isi baju kotor. Alamak, harap sabar buibu ini ujian! (sambil pencet hidung)

3. Koleksi Mainan

Mainan disini banyak macamnya ya, dan yakinlah bahwa “mainan” yang dimaksud tidak murah. Mari kita sebut dengan hotwheels, plarail, action figure dan masih banyak lagi. Untuk hobi yang ini kita harus benar-benar perhatian karena cameo “Beli mainan harga sejuta ngakunya seratus ribu” bukan isapan jempol belaka.

4. Memelihara Hewan

“Udah, kekepin terus itu aquariumnya!cium aja sekalian ikan cupangnya!”

atau

“Bujug, bersihin kandang burung jago amat yak, sekalinya disuruh bersihin pup anak ngeluhnya sakit perut”

Pernah dengar kalimat yang mmm…mirip-miriplah sama kalimat di atas? Emang nyebelin sih kalau suami udah fokus ke makhluk lain. Kita berasa jadi istri kedua, burung disayang-sayang dihibur-hibur. Kita? haaaahh…(mengehela nafas)

5. Membaca Buku

Dari sekian banyak hobi, rasa-rasanya hanya hobi ini yang terdengar smart, seksi dan suamiable banget. Ya enggak sih? Pernah lihat di Facebook kumpulan foto pria-pria nerd penyuka buku yang tampang dan penampilannya bikin kita auw-auw-auwww!!

Yak, itulah lima hobi yang kira-kira bisa bikin istri gigit jari. Saya sering bertanya-tanya dlam hati, coba para suami itu hobinya nyuci baju, beberes atau nganterin istrinya belanka ke pasar. Bahagia banget deh hidup kita. Wkwkwkwkwk

tempo gelato - ayunafami;ly.com

Ibu tiga anak. Pecinta martabak coklat-keju. Suka menulis biar enggak histeris 🙂

Bali : Ketika Bertemu Orang Baik

Duh, Mumet!
Itu yg saya rasakan ketika sedang fokus mendulang cah ayu  saat  Yusuf bilang kalau “mah, tiket sudah dibeli”
(Warning! Tulisan ini akan panjang, jadi siap-siap loh ya)

Detik berikutnya muncul SS alias sreenshoot jadwal penerbangan untuk malam nanti jam 22.50
Tak lama kemudian sebuah pesan masuk:

jam 21.00 kamu udah harus sampai bandara ya

Peh, paiitt! paiitt!! makjegagiik!! makbedunduk!!
Saat itu rasanya saya pengen ngelempar yusuf ke papan penggilesan dan nggiles dia bolak-balik sampai jadi remah-remah. Dan itu pun masih belum cukup.
Dia mah santai wae disana tinggal klik2 hape, yg disini udah keringet dingin mbayangin berbagai kerjaan yg harus diselesaikan : beberes rumah, packing, sounding ke yuan kalau bakal naik pesawat (karena dia trauma terbang entah gegera nonton apa), menyiapkan mpasi luna dan seabrek pekerjaan lain yang , intinya harus mengkondisikan semua hal beres dan rapi sebelum berangkat.

packingnya simpel aja mah, yg penting2 aja dibawa

Asli, saya ngambek berat waktu itu, kuezeell!!Suami saya tercinta, si Yusuf belum pernah dicocol pake sambel geledek kayaknya.
Lah, judulnya bawa toddler sama baby, apalagi Luna sedang mengonsumsi susu tambahan, ya nggak mungkin to kalau bawaan saya kurang dari seabreg-abreg? Grrrrrr…! (Keluar taring dan ekor)

Yaa.. salah saya juga sih, soalnya selama ini Yusuf kebanyakan tugasnya cuman tinggal ngancingin dan angkut2 koper doang. Nggak ngerti bahwa dalam proses pengepakan koper yg dipikirin sama ibu2 rempong macam saya ini banyak banget. Belum lagi prosesnya lama dan melelahkan. 


Anak-anak juga taulah kalau di bali mereka akan banyak bermain pasir dan air sehingga rasanya perlu deh baju anak2 dibawa agak banyakan, males banget bok kalo disana harus umbah-umbah. Walaupun janjane iso tuku, tapi sebagai traveler dadakan pemula yg kere, saya harus pinter2 ngatur keuangan kan? Terus, karena males kalau harus bawa Slow Cooker dan ubo rampe-nya, saya membeli Teddy’s chef rice salmon dan juga puree buahnya (jangan ditiru ya, maklum sejak hamil lagi semangat memasak apapun menurun drastis). Nah, saya hemat disatu sisi dan jebol di sisi lain karena Teddy’s chef iki regane luaraaaangg!

Setelah keriuhan dirumah, berangkatlah saya diantar Alvin di tengah hujan badai menuju bandara. Sesampainya di bandara, saya turun dan bersikap sok tegar, sok kuat, sok ho’oh.


“Nggak usah dianterin sampai ke dalem, insya allah aman”

Pokoknya setelah barang2 tersimpan rapi di trolley saya melaju masuk ke bagian keberangkatan. 

Alhamdulillah, disana banyak mas2 entah dari BC entah Angkasa Pura yg kepincut sama senyumnya Luna. Tentu saja hal itu langsung dimanfaatkan emaknya untuk nyuruh mereka angkut2 koper pasca pemeriksaan. Begitu juga saat check in, puas bangetlah sama air asia karena proses check in yang sangat simpel. 

Saya melirik jam, masih 2 jam menuju boarding. Lagi-lagi Alhamdulillah karena Bandara Internasional Soekarno-Hatta sekarang sudah menyediakan playground. Anak-anak saya taruh disana, dan saya sendiri makan sego ayam goreng yg saya beli di deket rumah dengan harga murah meriah (jian kere tenan) sambil lesehan sambil njagain mereka, multitasking khas ibu-ibu.

Tibalah saat kami duduk manis di dalam pesawat dan hendak take off. Kalau mau jujur nih, saya sendiri deg2an setengah semaput karena udah lama banget nggak naik pesawat. Tapiiiiiii, as a mother i’m trying my best pokerface.

“Tenang ya Yuan, tenang ya Luna, nggak usah takut, kan ada mamah disini” kata saya dengan jumawa di luar, padahal jireh di dalam ???

Qadarullah penerbangan berjalan lancar walau diwarnai Yuan yg njerit2 ketakutan saat proses take off. Untung banget, orang yg duduk di barisan kami sangat baik sekali. Mbak ini membantu saya menenangkan Yuan, ngajak dia ngobrol. Masalah baru muncul ketika kami selamat mendarat di Ngurah Rai, Yuan Luna KO dengan sukses.setelah menyusun strategi sebentar. Saya bersabar, menunggu semua orang keluar dari pesawat kemudian meminta seorang mbak pramugari untuk menggendong Luna sementara saya mengatur Boba Air saya untuk posisi gendongan belakang. 


Saat saya hendak mengambil Luna kembali, ternyata bahkan kaptennya sudah keluar dr kokpit dan tampak gemas melihat bayi saya dalam gendongan si pramugari, saya sempet ngikik karena ekspresi si kapten ini lucu banget, hahahaha. 

Pada akhirnya saya dirubung dan dibantu oleh para awak kabin, Luna saya gendong belakang, tas saya slempang ke samping dan Yuan saya gendong di depan. Untung si Janin masih di dalam perut dan mau berbagi dengan kedua kakaknya. 

Ketika hendak beranjak si kapten sempet berdecak “Wah wah, ibunya jagoan” 

Saya hanya tersenyum sambil mengucapkan terima kasih yg tulus pada mereka. Alhamdulillah saat mengambil bagasi Yuan terbangun dan mau duduk kembali di trolley

Akhirnya saya kembali bertemu Yusuf yang menyambut di pintu kedatangan. Awalnya sih pengen melancarkan aksi sebel, tapi yawislah.. Allah maha baik, emang berat sih jd single fighter saat berangkat tadi, tapi toh Alhamdulillah bisa dilalui juga dengan adanya bantuan-bantuan yg tak terduga. Lagian, harusnya saya bersyukur karena nggak semua suami mau mewujudkan impian istrinya, eaa eaaa.

Saya yg sudah ngerasa teler banget karena hampir tidak tidur sampai dini hari masih harus menahan kantuk dan menelan shock karena jarak lobby sampai ke kamar itu jauuuhhhhhnyooooo. Besoknya saya baru tau kalau itu hotel memang gede dan luas banget karena menyambung ke pantai langsung. Kamarnya enak, luas. Satu hal yang munkin nggak enak cuman klosetnya, nggak ada semprotannya yang bikin saya repot setengah mati saat mau cebok wkwkwkwk. Duuh, dasar udik, nggak bisa bertahan sama toilet dengan style yg aneh2 begini, hihihi.

Saat mengajak Yuan ke pantai saya udah ketakutan, takut dia bakal teriak-teriak “Aurat aurat, iihh auratnya keliatan” sama orang2 yg cuma pakai bikini dan bapak2 yg cuma pakai cangcut renang doang. Maklum, si Yuan ini emang sedang diajarin konsep aurat, lha wong kakeknya aja ditentang keras waktu pakai celana pendek di dalam rumah.

Aheeiii, secara keseluruhan saya meraaa enjoy banget di bali. Orangnya ramah-ramah, murah senyum. Iyes, traveling bener2 membawa hikmah yg banyak sih, apalagi dengan bantuan yg begitu banyak saya terima. Selain mengajarkan anak-anak tentang keindahan alam ciptaan Allah, dan kenyataan bahwa kita mah cuma butiran debu ditengah alam semesta ini, saya menyadari satu hal : Sebanyak apapun kebencian yang ditebarkan di dunia maya, tak ada yang dapat mengalahkan indahnya kebaikan-kebaikan di dunia nyata. FAITH IN HUMANITY : RESTORED

Pondok Aren, 16 April 2017

Tulisan ini saya ambil dari Facebook saya sendiri untuk #odedayoepost #travelling #bali
tempo gelato - ayunafami;ly.com

Ibu tiga anak. Pecinta martabak coklat-keju. Suka menulis biar enggak histeris 🙂