Ruang Cerita Keluarga Mama Triplet

Month: March 2018

HAL SEDERHANA UNTUK IBU BAHAGIA

HAL SEDERHANA UNTUK IBU BAHAGIA

Tak bisa dipungkiri bahwa menjadi seorang Ibu membawa kita pada sebuah pekerjaan yang tidak ada habisnya. Cak Lontong pernah berkata “beratnya pekerjaan seorang ibu itu ngalah-ngalahin presiden”. Iya sih setuju, soalnya menjadi presiden kan ada batas waktunya, lima tahun. Nah, menjadi ibu itu batas waktunya […]

BERPISAH DENGAN ODOP

BERPISAH DENGAN ODOP

Assallammuallaikum, aduh judulnya udah bikin sendu aja yaaaa. Iya, ini adaah hari terakhir meng-ODOP, rasanya nano-nano sekali. Sedih iya, terhari iya, lega dan bahagia juga iya. Lengkap banget deh, ngalahin gado-gado karet dua pakai telor. Ajeng Pujianti LestariIbu tiga anak. Pecinta martabak coklat-keju. Suka menulis […]

EMPAT TIPE KEPRIBADIAN MANUSIA, KAMU YANG MANA?

EMPAT TIPE KEPRIBADIAN MANUSIA, KAMU YANG MANA?

Mengenal tipe kepribadian masing-masing itu perlu banget. Masih inget kan sebuah hadits, barangsiapa yang tidak mengenal dirinya dia tidak mengenal Tuhan-Nya?

– Madam A –

TENTANG KEPRIBADIAN

Apa itu kepribadian? Yang enggak tahu ngacung dong, Madam juga enggak tahu soalnya, biar enggak merasa tersesat sendirian nih, hahah.

Menurut KBBI daring, kepribadian adalah hak untuk menggunakan harkat martabat manusia (jiwa, tubuh, kehormatan) dengan leluasa. Sebuah penjelasan yang sangat-sangat normatif, khas om Ivan Lanin. Penjelasan ini agak berbeda dengan arti kepribadian dari kacamata psikologi ya.

Anyway, saya baru tahu kalau di dunia ini ada empat tipe kepribadian manusia. Sebelumnya, mohon maaf  Madam bukan ahli psikologi. Madam hanya sempat mempelajari sedikit sekali tentang hal ini ketika mengikuti kelas parenting serta konsultasi pribadi dengan   Ibu Safithrie Sutrisno.

Madam begitu tertarik dan penasaran.  Alasan utamanya sih karena Madam bingung. Kenapa ya diriku bisa berjodoh dengan makhluk yang secara kepribadian berbeda 180derajat? Dia kasih pelet khusus atau gimana sih? Atau karena memang…cinta…? Eciyeee, cintaaahhh! *siapinbaskombuatmuntah*

Empat tipe kepribadian Manusia

Berdasarkan informasi yang Madam peroleh, ada empat tipe kepribadian manusia. Keempatnya adalah : Sanguinis, Melankolis, Koleris dan Plegmatis.

tipe kepribadian - ayunafamily.com
kepribadian manusia itu macam-macam loh!

Mmmm…berasa masih asing banget di kuping ya dengernya? Memang sejauh ini yang Madam sering dengar hanyalah kata melankolis. Dan biasanya istilah melankolis itu nyambungnya ke masalah perasaan. Kayak abis denger lagu sedih atau patah hati terus merasa diri melankolis gitu. Padahal ternyata enggak ada nyambung-nyambungnya.

Nah, sebelum pada makin bingung, kuy kita coba bedah satu-satu. Kalian juga boleh ngira-ngira sendiri, berdasarkan ciri-ciri yang dipaparkan  kita masuk ke dalam tipe kepribadian yang mana sih? Nggak boleh denial ya, harus jujur. 

Tipe Kepribadian Sanguinis


Kekuatan : Suka bicara. Secara fisik memegang pendengar, emosional dan demonstratif. Antusias dan ekspresif. Ceria dan penuh rasa ingin tahu. Hidup di masa sekarang. Mudah berubah (banyak kegiatan / keinginan). Berhati tulus dan kekanak-kanakan. Senang kumpul dan berkumpul (untuk bertemu dan bicara). Umumnya hebat di permukaan. Mudah berteman dan menyukai orang lain. Senang dengan pujian dan ingin menjadi perhatian. Menyenangkan dan dicemburui orang lain. Mudah memaafkan (dan tidak menyimpan dendam). Mengambil inisiatif/ menghindar dari hal-hal atau keadaan yang membosankan. Menyukai hal-hal yang spontan.

Kelemahan :
Suara dan tertawa yang keras (bahkan terlalu keras). Membesar-besarkan suatu hal / kejadian. Susah untuk diam. Mudah ikut-ikutan atau dikendalikan oleh keadaan atau orang lain (suka ikutan Gank). Sering minta persetujuan, termasuk hal-hal yang sepele. RKP (Rentang Konsentrasi Pendek) alias pelupa. Dalam bekerja lebih suka bicara dan melupakan kewajiban (awalnya saja antusias). Mudah berubah-ubah. Susah datang tepat waktu jam kantor.
Prioritas kegiatan kacau. Mendominasi percakapan, suka menyela dan susah mendengarkan dengan tuntas. Sering mengambil permasalahan orang lain, menjadi seolah-olah masalahnya. Egoistis alias suka mementingkan diri sendiri. Sering berdalih dan mengulangi cerita-cerita yg sama.Konsentrasi ke “How to spend money” daripada “How to earn/save money”.

Nah, dari uraian di atas, dengan bangga Madam akan bilang kalau Madam masuk ke dalam tipe kepribadian yang ini. Bahkan, sejak awal Bu Fithrie sudah mengatakan kalau Madam ini sanguins banget. 

Tapi emang sih, teman-teman sering bilang kalau Madam ini orangnya happy dan bisa menghidupkan suasana. Madam emang suka buat ramai dan ribut (terkecuali saat nganu-nganu) sampai terkadang bikin orang sebel.   Madam cukup sering dibilang urakan karena kalau ngomong kayak pake TOA. Orang sanguin itu, berbisik aja pasti tetanga sebelah denger, wakakaka.

Orang sanguins sangat suka berinisiatif dan banyak ide, tapi lemah di bagian eksekusi. Tipe ini juga gampang banget dibikin bahagia. Bagi seorang ibu yang sanguins, dibagi permen sama anak aja terharunya enggak ketulungan. Iya kan?

Gimana-gimana? Kalian merasa bukan tipe sanguins? Baik, coba kita cek  tipe kepribadian yang lain ya.

Tipe Kepribadian Melankolis

Kekuatan :
Analitis, mendalam, dan penuh pikiran.Serius dan bertujuan, serta berorientasi jadwal. Artistik, musikal dan kreatif (filsafat & puitis). Sensitif. Mau mengorbankan diri dan idealis. Standar tinggi dan perfeksionis. Senang perincian/memerinci, tekun, serba tertib dan teratur (rapi). Hemat. Melihat masalah dan mencari solusi pemecahan kreatif (sering terlalu kreatif). Kalau sudah mulai, dituntaskan. Berteman dengan hati-hati. Puas di belakang layar, menghindari perhatian. Mau mendengar keluhan, setia dan mengabdi. Sangat memperhatikan orang lain.

Kelemahan :
Cenderung melihat masalah dari sisi negatif (murung dan tertekan). Mengingat yang negatif & pendendam. Mudah merasa bersalah dan memiliki citra diri rendah. Lebih menekankan pada cara daripada tercapainya tujuan. Tertekan pada situasi yg tidak sempurna dan berubah-ubah. Melewatkan banyak waktu untuk menganalisa dan merencanakan. Standar yang terlalu tinggi sehingga sulit disenangkan. Hidup berdasarkan definisi. Sulit bersosialisasi (cenderung pilih-pilih).Tukang kritik, tetapi sensitif terhadap kritik/ yg menentang dirinya. Sulit mengungkapkan perasaan (cenderung menahan kasih sayang). Rasa curiga yg besar (skeptis terhadap pujian). Memerlukan persetujuan.

Saya punya teman dengan tipe kepribadian  melankolis sempurna. Dia itu,  sebelum memasukan uang ke dalam dompet, uangnya akan dirapikan dulu. Setelahnya, baru kemudian dimasukan dengan susunan yang begitu teratur,  dari merah ke biru ke abu-abu.

Teman saya ini enggak bisa melihat pigura yang menyerong sesenti saja, pasti deh langsung dibenerin. Begitu juga saat menjemur pakaian, dengan telaten baju kecil-kecil ditaruh bagian depan, diberi jarak lima senti. Beliau sangat telaten menyusun tampilan jemurannya : bagian tengah untuk  kaos, sedangkan paling belakang adalah kemeja dan baju-baju dewasa.

Menata baju? Wow, suaminya cerita kalau baju ditata sesuai warna dan jenisnya.  Sangat rapi. Barangsiapa berani mengubah susunannya, maka siap-siap kena semprot.

Bekerja sama dengan orang melankolis ini menyenangkan karena mereka biasa memastikan bahwa semua hal telah siap dengan sempurna, hihihi.

Oh iya, mereka juga selalu memastikan diri untuk mengenakan busana yang paripurna. Saat blanja di tukang sayur, kadang saya masih pake baju tidur, belum mandi, masih bau asi dan bawang. Sedangkan teman saya ini sudah cantik wangi dengan gamisnya. Bukan lebay, tapi memang hal ini sudah menjadi standar mereka kok.

Dalam tahap ekstrim, orang melankolis ini bahkan  selalu tergerak untuk merapikan rumah orang lain, kesel lihat berantakan soalnya. Wkwkwkwk.

TIPE KEPRIBADIAN KOLERIS


Kekuatan :
Senang memimpin, membuat keputusan, dinamis dan aktif. Sangat memerlukan perubahan dan harus mengoreksi kesalahan. Berkemauan keras dan pasti untuk mencapai sasaran/ target. Bebas dan mandiri. Berani menghadapi tantangan dan masalah. “Hari ini harus lebih baik dari kemarin, hari esok harus lebih baik dari hari ini”. Mencari pemecahan praktis dan bergerak cepat. Mendelegasikan pekerjaan dan orientasi berfokus pada produktivitas. Membuat dan menentukan tujuan. Terdorong oleh tantangan dan tantangan. Tidak begitu perlu teman. Mau memimpin dan mengorganisasi. Biasanya benar dan punya visi ke depan. Unggul dalam keadaan darurat.

Kelemahan :
Tidak sabar dan cepat marah (kasar dan tidak taktis). Senang memerintah. Terlalu bergairah dan tidak/susah untuk santai. Menyukai kontroversi dan pertengkaran. Terlalu kaku dan kuat/ keras. Tidak menyukai air mata dan emosi tidak simpatik. Tidak suka yang sepele dan bertele-tele / terlalu rinci. Sering membuat keputusan tergesa-gesa. Memanipulasi dan menuntut orang lain, cenderung memperalat orang lain. Menghalalkan segala cara demi tercapainya tujuan. Workaholics (cinta mati dengan pekerjaan). Amat sulit mengaku salah dan meminta maaf. Mungkin selalu benar tetapi tidak populer.


Nah, hayo-hayo siapa disini yang merasa kepribadiannya koleris? Kalau saya lihat sih rata-rata mereka yang selalu kepengen memimpinlah yang punya kepribadian ini. Contohnya yang kemarin ramai-ramai nyaleg itu loh, buahahahaha. Padahal jadi pemimpin itu tanggung jawabnya berat kan?

Beberapa hari ini saya  banyak membaca-baca tentang profesi ranger, orang yang bertugas menjadi pemandu ataupun penjaga di Taman Nasional Komodo. Orang koleris sangat cocok dengan profesi ini, harus keras. Alasannya jelas, kadang ada wisatawan yang ble’e dan menganggap remeh masalah keamanan.  Satu lagi, orang dengan tipe kepribadian koleris sangat sulit ditindas.

Kepribadian ini saya temukan pada Yusuf juga sih, walau enggak dominan. Dia itu meski ble’e tapi prinsipnya  kuat dan enggak mudah goyah. Ya sekali dua kali masih mau diajak kompromi. Tetep aja dia mah seringnya  menjadi  Raja Tega

Oke, the last one

TIPE KEPRIBADIN PLEGMATIS


Kekuatan :
Mudah bergaul, santai, tenang dan teguh. Sabar, seimbang, dan pendengar yang baik. Tidak banyak bicara, tetapi cenderung bijaksana. Simpatik dan baik hati (sering menyembunyikan emosi). Kuat di bidang administrasi, dan cenderung ingin segalanya terorganisasi. Penengah masalah yg baik. Cenderung berusaha menemukan cara termudah. Baik di bawah tekanan. Menyenangkan dan tidak suka menyinggung perasaan. Rasa humor yg tajam. Senang melihat dan mengawasi. Berbelaskasihan dan peduli.
Mudah diajak rukun dan damai.

Kelemahan :
Kurang antusias, terutama terhadap perubahan/ kegiatan baru. Takut dan khawatir. Menghindari konflik dan tanggung jawab. Keras kepala, sulit kompromi (karena merasa benar). Terlalu pemalu dan pendiam. Humor kering dan mengejek (Sarkatis). Kurang berorientasi pada tujuan.
Sulit bergerak dan kurang memotivasi diri. Lebih suka sebagai penonton daripada terlibat. Tidak senang didesak-desak. Menunda-nunda / menggantungkan masalah.

Hmm… yang bisa menjadi contoh untuk tipe kepribadian ini adalah suami Madam sendiri. Dia itu dominan plegmatis. Banget.

Ekspresi wajahnya suami saya sangat data. Kita enggak bisa menebak apakah dia sedang marah, sedih atau senang. Orangnya juga agak pemalas dan enggak sigap.

Selain itu, suami saya tipe yang bisa tidur di mana saja. Pernah rumah dalam kondisi berantakan total, dia hanya memindahkan sedikit barang-barang yang ada di atas kasur untuk kemudian tidur dengan damai. Orangnya ngalahan karena memang tidak suka berkonflik.

Oh iya, saya dan Yusuf sering sekali berbeda. Terkadang, perbedaan itu membawa masalah tersendiri bagi hubungan kami. selengkapnya simak di postingan istri sanguinis, suami plegmatis

Orang plegmatis itu lumayan gampang terdistraksi fokusnya. Niat awal mau mandi, ngambil handuk lihat kok kayak ada buku yang menarik? Ujung-ujungnya baca buku dulu dan enggak jadi mandi. Adakah yang sering begitu? Nyebelin banget enggak sih bosque ? kekekeke

MANFAAT MEMAHAMI TIPE-TIPE KEPRIBADIAN

Nah, bagaimana teman-teman? Sudah bisa menebak belum kita ini masuk ke dalam tipe kepribadian yang mana? Ada orang yang memiliki empat tipe kepribadian, ada yang tiga ataupun dua. Biasanya sih kombinasi walaupun selalu ada satu tipe  yang dominan.

Saya inget betul bagaimana Bu Fithrie menebak tipe kepribadian anggota kelas satu persatu. Dari belasan orang ada satu yang tidak bisa beliau tebak. Orang ini bisa dibilang kepribadiannya tidak terbaca. Sanguin bukan, melankolis kayaknya kok enggak, koleris dan plegmatis juga tidak. Hal ini bisa terjadi akibat kesalahan POLA ASUH orang tua.

Sering kan kita mendengar cerita kalau si A dulu begini sekarang berubah jadi begitu? Biasanya sih orang-orang sanguin itu yang kena. Kenapa? Karena tipe kepribadian sanguins paling mudah dihancurkan. Wiihh, serem ya?

tipe kepribadian - ayunafamily.com
berbeda tak mengapa, yang penting tetap berteman!

Mengetahui tipe-tipe kepribadian ternyata membantu Madam untuk memahami pola komunikasi yang baik dalam kehidupan rumah tangga ataupun lingkup yang lebih besar loh. Madam jadi tahu, kalau berhadapan dengan orang dengan tipe kepribadian ini berarti kita harus… ya begitulah pokoknya. Intinya, jadi tahu harus bagaimana bersikap dan membawa diri. 

Nah, coba dong Madam pengen tahu kalau dari penjelasan di atas, kalian masuk tipe kepribadian yang mana? Feel free to share yah! *ketjup

Sumber : http://arie5758(dot)blogspot (dot)co(dot)id️

CINTA TANPA KATA LAST PART : PERPISAHAN

CINTA TANPA KATA LAST PART : PERPISAHAN

“Bro, ada surat buat kamu” kata mas-mas penjaga warung fotokopi. Aufar mengernyit ketika tangannya terulur menerima sebuah amplop putih dengan tulisan ‘For Aufar’   Lelaki itu membolak-balik amplop yang ada di tangannya. Tidak ada nama pengirim. Aufar memandang wajah si mas-mas dengan tatapan bertanya, tapi […]

CINTA TANPA KATA PART 11 : RANIA MUNDUR

CINTA TANPA KATA PART 11 : RANIA MUNDUR

Rania tidak bisa tidur. Hari ini benar-benar aneh bin ajaib. Kenapa di saat dirinya bermaksud untuk menyerah, menjauh mundur dari niat awalnya ingin mengenal Aufar lebih dekat, makhluk itu justru mendekat? Ya Tuhan, lelaki itu masuk ke sekolahnya, mendatangi kelasnya, menanyakan kabarnya. Bayangkan betapa terkejutnya […]

CINTA TANPA KATA PART 10 : MAAF

CINTA TANPA KATA PART 10 : MAAF

Rindu? Apa itu rindu?

“Aufar, ada apa ini? Kenapa tiba-tiba ke sekolahku, menemuiku dan kemudian pergi tanpa mengatakan apapun? Tunggu, aku paham kalau kamu enggak bisa bicara tapi kita punya banyak cara untuk tetap bisa berkomunikasi walaupun tanpa harus dengan suara. Aufar, jawab? Kumohon, jawab pertanyaanku” Rania bertanya pada Aufar dengan wajah yang tampak sangat memelas.

mereka sudah berhenti berjalan. Kini mereka sedang berdiri besisian di sebelh sebuah pohon yang agak jauh dari gerbang sekolah Rania.

“Baiklah, aku akan ubah pertanyaanku. Yang perlu kamu lakukan hanya menggeleng atau mengangguk” Kata Rania penuh tekad, dia menatap tajam Aufar.

“Apakah kamu memang berencana untuk mengunjungiku?”

Aufar menggeleng

Rania terbata, menatap lelaki di hadapannya dengan takjub.

“Apakah karena ingin bertemu denganku?”

Aufar diam

“Aufar, jawab. Apakah kamu nekat masuk ke sekolahku, karena begitu ingin bertemu denganku?”

Rania memperhatikan raut wajah Aufar yang berubah gusar. Lelaki itu mengusap wajahnya dengan kedua tangan.

“Apakah kamu ingin melihatku karena sudh tiga hari tidak ketemu? Ya, aku menghitungnya Aufar, ini hari ketiga sejak aku terpergok melihatmu main basket kemarin” cecar Rania, pandangannya menyelidik.

Aufar mengacak rambutnya lalu menatap Rania tepat di matanya. Mata yang memancarkan pertanyaan dan juga kejujuran.

Aufar mengangkat bahunya, entahlah dia tidak tahu ada apa dengan dirinya. Pikiran dan hatinya sepertinya sedang tidak mau bekerja sama dengan baik.

Bahu Rania turun, lunglai dengan jawaban dari Aufar. Dia marah, dia kesal, dia ingin sekali membenci lelaki di hadapannya yang tidak bisa menjawab dengan tegas. Rania…kecewa.

“Baiklah, terima kasih atas jawabanmu. Aku membencimu Aufar, aku membencimu yang tidak mampu menjawab pertanyaanku dengan ketegasan. Kamu laki-laki Aufar, kamu seharusnya tahu betul dengan perasaanmu. Ini terakhir kali kita berbicara. Aku tidak mau menemuimu lagi, selamat tinggal” Kata Rania memuntahkan segala rasa yang menghimpit di dadanya. Rania mencegah bulir-bulir air matanya yang hendak jatuh dengan membuang muka.

Tersentak dengan kata-kata Rania, Aufar sontak menahan lengan gadis itu, menahannya untuk pergi

“aaaaaaaa” Aufar membuka mulutnya, dia hendak mengatakan maaf tapi yang keluar hanyalah suara aneh tanpa arti.

Rania terkejut.

“Aufar?”tanyanya, mata Rania membulat

Dengan cepat Aufar mengambil handphone dan menuliskan sesuatu

Maaf Rania

 

CINTA TANPA KATA PART 9 : RINDU

CINTA TANPA KATA PART 9 : RINDU

Aufar berjalan melewati gerbang sekolahnya, menahan keinginan untuk sekedar menoleh ke kanan atau ke kiri. Atau sejujurnya, menoleh ke belakang. Hari ini hari Rabu, sudah tiga hari sejak latihan ujian selesai diadakan dia pulang sekolah tanpa gangguan sama sekali. Tal ada gadis dengan suara cempereng […]

CINTA TANPA KATA PART 8 : MALU

CINTA TANPA KATA PART 8 : MALU

Rania membolak-balik buku yang dibacanya, pandangannya menerawang. Biasanya dia selalu bisa tenggelam dalam kisah-kisah romantis buku favoritnya. Tapi untuk kali ini,entah kenapa buku-buku itu tak lagi menarik minatnya. Rani bangkit dan menaruh buku itu di nakas samping tempat tidurnya.   Setelahnya, dia mengambil posisi tiduran di […]

CINTA TANPA KATA PART 7 : KOSONG

CINTA TANPA KATA PART 7 : KOSONG

Aufar memandang ruang kelasnya yang sudah masih agak ramai. Hari ini hari terakhir latihan ujian, teman-temannya banyak yang tidak langsung pulang. Mungkin, seperti Aufar mereka ingin rehat sejenak dari kejenuhan harus belajar terus menerus. Belum lagi beratnya atmosfir ruangan saat latihan ujian diadakan tadi. Baru latihan saja sudah setegang ini, bagaimana besok saat ujian betulan?

Aufar yang sedang membereskan barang-barangnya menoleh saat merasa punggungnya ditepuk. Andi, salah satu teman sekelasnya nyengir. Lelaki itu membawa bola basket.

“Olahraga sebentar buat melepas penat yuk?” Ajaknya

Aufar balas menyengir dan langsung mengiyakan ajakan temannya itu. Dengan semangat mereka berdua berlarian di lorong. Aufar menarik bajunya keluar dari celana agar bisa bergerak dengan lebih nyaman. Di lapangan teman-teman yang lain ternyata sudah berkumpul. Yang menjadi wasit adalah Andra, seorang tuna rungu juga tuna wicara tapi memiliki penglihatan serta ingatan yang tajam.

Mereka bermain three on three. Enam orang berkumpul di tengah lapangan menempati posisinya masing-masing. Koin dilempar untuk menentukan bola berada di tangan pihak mana, Aufar menunduk, matanya berkonsentrasi penuh. Akhirnya peluit dibunyikan dan bola dilemparkan. Dengan cepat Aufar melompat dan memukul bola tersebut ke lantai. Bola yang memantul itu ditangkap oleh temannya, Aufar segera berlari ke depan,  berdempetan dengan lawan yang menempelnya. Sambil memberi kode, bola dilempar ke arah Aufar yang berada tak jauh dari ring. Aufar menangkap dengan sigap, berlari sebentar dan langsung melemparnya ke arah ring. Masuk! Poin untuk tim Aufar.

Pertandingan terus berlanjut selama kurang lebih lima belas menit sampai peluit panjang dibunyikan yang berarti babak pertama telah selesai. Keenam orang menyingkir dari lapangan, mengatur nafas dan minum air. Aufar menghapus keringat yang mengucur dengan lengan. Tak lama kemudian peluit kembali dibunyikan tanda ronde kedua akan segera dimulai. Aufar kembali ke lapangan dan kembali mempersiapkan diri.

Pertandingan berlangsung cukup intens, timnya dan tim lawan bergantian mencetak angka. Saat akhirnya peluit tanda selesainya babak kedua, timnya ternyata kalah tipis, hanya 3 angka. Aufar dan temantemannya tertawa, saling memuji dan memukul pundak. Aufar mengambil tempat di sudut lpangan untuk duduk dan meluruskan kakinya.

Olahraga dan keringat membuatnya bersemangat, pikirannya kembali menjadi lebih segar dan jernih. Selama beberapa hari ini dia terus menerus menenggelamkan dirinya untuk belajar. Aufar berjuang sangat keras mengalihkan pikirannya dari seorang gadis normal yang entah bagaimana memutuskan untuk belajar bahasa isyarat. Rania. Entah bagaimana nama gadis itu mulai menelusup ke dalam relung jiwanya. Nama itu kadang terlewat begitu saja tanpa ia sadari.

Selama dua hari berjalan pulang tanpa ada suara cempreng yang memanggil namanya, menjajari langkahnya, menceritakan kisah-kisah kesehariannya. Aufar merasakan sesuatu, sebuah kekosongan. Aufar berusaha menampiknya, bukankah harusnya ia bersyukur tak ada lagi Rania si pengganggu?

Tapi kenapa? Kenapa hatinya berkata lain?

Bagaimana mungkin hatinya tidak mau menurut dengan pikirannya?

Besok hari sabtu dan minggu, hari libur. Untuk dua hari ke depan dia masih tak akan melihat Rania. memikirkan hal itu membuatnya merasa tidak bersemangat. Apa yang sedang dilakukan gadis itu saat ini?

Aufar menutup matanya dan menggeleng kuat-kuat. Tiak, dia tidak boleh memikirkan gadis itu ataupun gadis manapun. Dia harus okus pada ujian kelulusan dan juga rencana-rencananya saat telah lulus nanti. Dia tidak membutuhkan gangguan apapun, walaupun gangguan itu adalah sesosok gadis yang cantik, menarik dan bersemangat.

Ketika Aufar mengacak rambutnya, Andi memandanginya.

“Ada apa?” tanyanya hanya dengan sebuah sorot mata.

Andi hanya mengendikkan dagunya ke arah gerbang. Aufar langsung menoleh ke balakang. Di sana, berdiri seorang gadis yang akhir-akhir ini menjadi pengganggu pikirannya. Rania.

#onedayonepost #aufar #rania #cerbung #berjuang

CINTA TANPA KATA PART 6

CINTA TANPA KATA PART 6

Aufar melongok, memeriksa dengan hati-hati keadaan dari arah samping gerbang sekolahnya. Beberapa hari ini dia merasa dikuntit oleh Rania. Baru juga berjalan dengan tenang, tau-tau ada tepukan di bahunya, Rania. Gadis itu selalu mengajaknya mengobrol namun Aufar selalu mengabaikannya. A Dia tidak merasa nyaman dengan […]