Ruang Cerita Keluarga Mama Triplet

Month: February 2018

ART vs IRT

ART vs IRT

Judul di atas terinspirasi dari kejadian yang saya alami kemarin sore. Eh monmaap sebelumnya tau kan apa arti singkatan-singkatan di atas? ART adalah singkatan dari Asisten Rumah Tangga atau pembantu atau pembokat, you named it lah. IRT adalah sebutan bagi para ibu yang bekerja di […]

Random Thoughts Part 1

Random Thoughts Part 1

Assallammuallaikum, Halo selamat malam teman-teman lagi pada ngapain nih? lagi baca blog saya kan pastinya, wkwkwk Baiklah, wahai para penunggu postingan mohon maaf sekali karena untuk malam ini saya tidak bisa menulis banyak, hiks. Saya sedih soalnya di kepala kata-kata udah melompat kesana-kesini. Sayang sekali […]

Nasi Liwet Khas Sunda : Penghancur Diet Kekinian

Nasi Liwet Khas Sunda : Penghancur Diet Kekinian

Dear you..

Pagi ini suami saya sungguh sangat nggaplokable. Alasannya cukup simpel, dia pasang alarm pukul 04.30 pagi, niatnya supaya bisa bangun subuhan, sungguh niat yang sangat mulia. Niat boleh kuat, tapi apalah artinya kalo mata dan telinga sudah tertutup rapat? Faktanya yang terbangun adalah saya, yang buru-buru subuhan adalah saya. Yusuf? Jangan harap, ditabok berkali-kali pun dia masih terlelap.

Setelah mengucap istighfar sebagai sarana menenangkan diri akhirnya saya menggunakan jurus terakhir : elus-alus telapak kakinya dengan jempol kaki. Yusuf ini aneh, dia tahan tabokan tapi enggak tahan gelian.

Kelar urusan bangunin kekasih jiwa raga saya lanjut memasak. Hari ini rencananya rumah saya akan kedatangan banyak tamu. Nah, tamu ini spesial karena datang dari jember dan kami para ibu-ibu yang tinggal di daerah pondok aren akan mengajak dia makan siang sederhana.

Karena kami menggunakan sistem potluck, maka tiap orang membawa makanan sendiri. Saya menawarkan untuk membuat nasi liwet khas Sunda. Ahahahaay.

Ternyata membuat nasi liwet kekinian itu sangat simpel dan murce mursidah saudara-saudara. Nih, saya bagi resepnya.

NASI LIWET KHAS SUNDA ala-ala :

  1. Beras

  2. Duo bawang (merah dan putih)

  3. Salam

  4. Sereh

  5. Daun jeruk

  6. Garam

  7. Teri Jengki/Teri Medan

Cara membuat :

  1. Iris duo bawang, daun jeruk, salam, sereh

  2. Goreng teri jengki, masukan duo bawang, daun salam dan daun jeruk. Tumis sampai harum

  3. Bersihkan beras, masukan tumisan ke dalam beras, aduk-aduk dan tambahkan air.

  4. Masak seperti biasa

Alhamdulillah, ternyata nasi liwet saya laris manis kayak kacang goreng. Beberapa teman malah sengaja membungkus untuk dibawa pulang, yeii!

Nasi liwet ini jangan sampai ketemu sama tahu-tempe, sambal, lalapan atau cumi asin cabe ijo ya, jangan! Bahaya, bisa kalap. Muahahahaha

Diet? Hmmm..besok aja lah yauw 😀

Ikhtiar Mencari Jodoh? Baca Ini Dulu Ya

Ikhtiar Mencari Jodoh? Baca Ini Dulu Ya

Assallamuallaikum teman-teman semua. Bagaimana kabarnya hari ini? Saya kok agak rieweuh ya sampai baru bisa menulis di malam hari saat anak-anak sudah tidur semua, uhuhuhu. Biasanya bisa mesra-mesraan dikit sama Yusuf ealah sekarang harus fokus nulis dulu, uhuhuhu kangenn. Baiklah, saya akan cerita sedikit tentang […]

To Be More and More Grateful

To Be More and More Grateful

Hula-hula! Bagaimana kabar hari minggu kalian kawan? Saya mau laporan nih, pasca tulisan When Love Hurt Ypur Heart publish dan dilihat lebih dari enam ratus orang. Eh, saya bahagia banget loh tulisan saya dibaca orang sebanyak itu. Boleh enggak sih untuk merasa sedikit norak-norak bergembira? […]

Senar

Senar

“Umar Masya Allah, itu kenapa darah banyak banget di baju kamu?!” Jerit mama histeris saat menyambut kepulangan kakakku dari sekolah, abang Umar.

Lelaki itu hanya meringis menahan sakit. Pelan-pelan dia membuka bajunya, menampakan luka goresan yang cukup panjang dan dalam di punggungnya.

“Abang, jangan bilang itu karena kena senar layang-layang?” Tanyaku, menahan mual melihat luka milik abang.

Abang hanya mengendikan bahu tak acuh.

“Kayaknya sih begitu, tapi tenang aja Distya, yang bikin abang begini udah dapet tonjokan di matanya kok. Dijamin besok dia enggak bisa sekolah” jawabnya santai.

Mama yang sedang menutul-nutul luka abang dengab revanol langsung menekan kasa ditangannya kuat-kuat. Abang menjerit kesakitan, persis seperti jeritan kucing yang diinjak ekornya.

“Aduh sakit mama, apaan sih?”

“Siapa ngajarin kamu main kekerasan ha? Yang kamu lukai itu anak orang!” Hardik mama sambil menjewer telinga abang.

Lagi, abang menjerit-jerit. Aku tertawa tapi juga khawatir melihat kondisi Abang.

Dadaku berdebar-debar, jangan-jangan? Jangan-jangan abang…

Ting!

Aku mendengar sebuah pesan masuk ke dalam ponsel pintarku. Jantungku berdentam-dentam saat hendak membukanya.

Maaf aku sudah bikin kamu nangis

Kasih tau abangmu kalau sekarang sudah impas

Aku hanya bisa menganga saat membaca pesan dari Arya.

***

“Heh goblok, berani betul kau bikin nangis adikku!”

Sebuah bogem melayang ke arah muka milik Arya. Arya jatuh tersungkur, matanya terasa sakit.

“Gue nggak takut sama elo. Kalau elo nanti bisa berhasil menghindari jebakan gue, baru gue akan minta maaf ke adik lo” sahut Arya sambil memegangi rahangnya yang mulai nyut-nyutan.

Badannya boleh terluka, tapi otaknya masih berjalan. Nanti, nanti dia akan menjebak Umar, pikirnya dalam hati ketika ingat masih memiliki satu gulung senar gelasan dirumah.

When Love Hurt Your Heart

When Love Hurt Your Heart

Jangan pernah remehkan luka masa lalu, jangan!  – Madam A –  Sabtu tanggal 20 Januari 2018 kemarin adalah jadwal kelas parenting bersama Bu Fithrie yang keempat. Temanya masih sama, tentang komunikasi,  positif dengan anak. Tapi ada satu yang membuatnya  berbeda,   pertemuan kali ini tanpa materi […]

The Power of Martabak

The Power of Martabak

Jikalau ada seseorang yang ketika wafat tetap mendapatkan aliran pahala yang super deras saya yakin salah satunya adalah penemu martabak manis. Iya, martabak. Tau kan? Kue manis yang bersarang, ditabur gula dan kadang kacang lalu diberi toping coklat butiran atau keju. Diangkat, ditekuk menjadi bentuk […]