What a Day

There’s no bad day, but i do feel bad today

First, my oldest boy is sick. Cukup satu skop es krim atau segelas es teh dan boomm! Batuk merajalela.

Saya kasihan dan kesal. Kesal karena harus mempersiapkan diri menghadapi efek pingpong. Kalau satu anak sudah sakit, tinggal nunggu merembet ke anak yang lain saja.

Second, finnally i can feel what everyone said about writers block. It is real. Aslinya udah nulis berkali-kali tentang reportase meet up blogger muslimah kemarin. Tapi tulisannya nggak berasa, hambar. Nulis, hapus, nulis,hapus, begitu terus nggak ada kemajuan. Iseng-iseng curhat di grup ternyata boleh ditulis pake gaya curhat *tepokjidat

Third, my laptop is broken. Setelah menulis beberapa hal di buku catatan, setelah mendengarkan rekaman berulang-ulang, setelah menata kata-kata di dalam pikiran.

Rasanya pengen menjerit histeris ketika buka laptop, permukaannya basah dan keyboardnya hang.

Ya Allah, apakah ini ujian untuk hambaMu yang lupa waktu ini? Padahal deadline sudah sangat dekat.

Fourth, untuk kesekian kalinya dalam minggu ini pasangan jiwa datang terlambat. Udah gitu pas pulang langsung ceramah tentang perawatan laptop.

Rasanya pengen banget makan martabak dua kardus terus lari-lari dibawah hujan saking keselnya.

Kenapa tidak ada satupun yang mau bekerja sama hari ini? Aarrggghhh, pusiiiingg *dengan gaya ala peggy melati sukma*

Hatiku, please yang kuat ya hatiku..*pukpuk diri sendiri*

tempo gelato - ayunafami;ly.com

Ibu tiga anak. Pecinta martabak coklat-keju. Suka menulis biar enggak histeris 🙂

Meet Up Blogger Muslimah with Teh Khadijah

Rasanya seperti mimpi ketika permintaan saya untuk bergabung ke acara meet up Blogger Muslimah diterima. Agak malu karena saat mendaftar hanya selang sehari setelah permintaan saya untuk bergabung ke dalam komunitas tersebut di platform Facebook di approve. Alasan lainnya karena saya aktif menulis di blog ya baru sebulanan ini, itu pun karena disemangati oleh tetangga saya, seorang blogger senior yang bernama mbak Yeni Sovia.

Betapa beruntungnya diri ini memiliki kesempatan untuk berkomunitas, pikir saya saat bergelantungan di dalam commuter line menuju lokasi acara.

Hari sabtu tanggal 10 Februari yang lalu komunitas Blogger Muslimah mengadakan meet up bersama para anggotanya. Acara ini bertajuk “Muslimah Berdaya dan Menginspirasi” dan bertempat di bilangan Kuningan, Jakarta Selatan. Sebenarnya, saya memiliki dua agenda lain di hari yang sama. Namun, setelah memikirkan, menimbang, membanting dan memungut lagi akhirnya saya mengambil sebuah keputusan untuk menghadiri acara yang ini. Daya tarik utamanya tentu saja karena dalam acara tersebut akan hadir bintang tamu super spesial, yaitu Teh Khadija nama panggilan baru dari artis Peggy Melati Sukma yang kini telah mantap berhijrah. Asli, saya penasaran bangets!

img-20180207-wa00221980173097.jpg
Lihat banner ini langsung mengiler pengen segera ikutan

Alhamdulillah, thanks to Bapak Gojek yang telah mengantar saya dengan selamat ke Gedung Permata Kuningan. Maklum, selama ini tempat gaul saya cuma keliling perumahan. Saya bahkan sudah lupa kapan terakhir kali pergi ke Jakarta dengan angkutan umum sendirian. Jadi berasa orang kampung pergi ke kota ketika berhdapan dengan gedung-gedung pencakar langit, ehehe, Sesampainya di lantai 17, beberapa panitia berseragam menyambut saya penuh senyum. Mereka meminta saya untuk mengisi daftar hadir dan menyerahkan sebuah goodybag.

Ketika tas berwarna pink itu terbuka saya melongo. Masya Allah, salah satu isiannya adalah Khimar segiempat bolak-balik yang sangat uwooww dari Rumah Hijab Alsa berwarna hitam – abu bersama brosnya. For your information, kalian harus tahu kalau Hijab Alsa ini juga menyediakan hijab serta bergo yang elegan namun tetap syar’i loh.

img_20180210_0919191991440356.jpg
penampakan khimarnya, bahannya tebal, lembut dan tidak nerawang. Syukaaa

Di acara itu saya berkenalan dengan teman-teman blogger lain yang levelnya sudah profesional. Sempat merasa tidak pede , tapi kok tapi kok mereka sangat murah senyum dan ramah sehingga membuat saya merasa nyaman. Bagaikan anak ayam ketemu sama induknya, mereka begitu asyik diajak mengobrol walau baru pertama kali bertemu.

Saya juga mengagumi desain interior kantor Proxys yang oh maaann! caem abis! Merasa sebagai kupu-kupu, akhirnya keluar deh keinginan saya untuk foto-foto, mumpung lagi cantik, hihihi.

img-20180210-wa0007830062882.jpg
suasana kantor proxys di bagian depan, bikin saya senyum-senyum 🙂

Setelah puas foto-foto cantik, akhirnya kami dipanggil masuk ke dalam sebuah ruangan karena acara akan segera dimulai. Alohaaa ~

Acara meet up Blogger Muslimah ini dipandu oleh Teh Icha. Si teteh orangnya unik! Dia punya cara yang sangat antimainstream untuk membuat kami semua berkenalan dan saling mengenal satu sama lain. Intinya, kami mau tidak mau harus bisa menghapal teman-teman dari kursi paling ujung depan sampai ujung paling belakang. Di akhir permainan, Teh Icha ternyata sanggup menghapl nama kami semua, wooohhhh!!

Thanks to Teh Icha yang berhasil membuat kami deg-degan tertawa-tawa, suasana benar-benar hidup! Ijin meniru cara ini ya teh kalau-kalau nanti saya didapuk sama orang lain buat jadi MC *sungkem*

Menyambut sambutan-sambutan dulu yuks!

Kelar dengan tawa, acara kembali berlanjut. Kini giliran founder Blogger Muslimah yang Tampil, yaitu Uni Novia Syaidah Rais. Beliau tampak sangat anggun dan menawan dalam balutan gamis merah. Dengan penuh semangat, Uni menyampaikan kepada kami semua tentang program-program Blogger Muslimah di tahun 2018 ini.

uni syaidah rais
Uni Novia Syaidah Rais

Program-program tersebut antara lain:

  1. Meet-Up; Menghadirkan tokoh muslimah inspiratif. Seperti acara BM sabtu lalu yang menghadirkan teh Khadija aka Peggy Melati Sukma.
  2. Edukasi Muslimah; Melakukan kunjungan ke media agar anggota BM tidak hanya bisa menulis namun mengerti kode etik dalam kepenulisan itu sendiri.
  3. Kepribadian Muslimah; Disajikan secara online di website Blogger Muslimah bersama mba Ratih Sophie Azizah
  4. Posting Tematik; Menuliskan dalam sebuah blog dengan tema yang sudah ditentukan.
  5. Program Kepenulisan; yang masih terus digodok agar lebih interaktif.
  6. Muslimah Trip : berharap bukan sekadar jalan-jalan tapi dapat mendatangkan 3 manfaat sekaligus, yaitu melatih fisik, menajamkan akal dan menghidupkan hati.

Widihh, keren banget yak program-programnya, bikin saya gemes pengen ikutan! Eh, kamu-kamu tertarik pengen ikutan? Bisa loh join di grup FB Blogger Muslimah atau jalan-jalan ke websitenya di www.bloggermuslimah.id

Next…

Sambutan selanjutnya datang dari seorang ibu yang tidak kalah cantiknya yang berperan sebagai tuan rumah. Yap, Ibu Veni Ferawati Nirmala Sari dari proxys consulting. Jujur saya agak terbuai oleh suara si ibu yang begitu lembut ini. Mungkin banyak teman yang bertanya, proxys itu apa sih? Nah, beliau memperkenalkan sedikit tentang perusahaan ini. Sebagai sebuah perusahaan konsultan manajemen, Proxys cukup berpengalaman dalam membantu perusahaan-perusahaan melalui beragam trainingnya. Saya juga takjub ketika tahu bahwa ini kali kedua Blogger Muslimah mengadakan acara disini. Saya cuma bisa ber-o-o ria karena memang inilah kali pertama saya ikut acara kumpul-kumpul blogger.

img-20180210-wa0027734548381.jpg
Ibu Veni Ferawati Nirmala Sari yang tampak sangat memesona

Dalam kesempatan itu, beliau menjelaskan bahwa kantornya adalah coworking space. Ruangan-ruangan training ini tidak terpakai di hari sabtu dan Minggu. “Saya senang bila ruangan ini bermanfaat di hari libur” Ucapnya lembut.

Sebagai tambahan informasi, berikut beberapa program yang dimiliki IT Learning Center@proxsisspace:
  • ITLC Community Meet Up yang mewadahi para komunitas untuk meet-upan atau melakukan kegiatan di sini, seperti yang dilakukan blogger muslimah sabtu lalu.
  • ITLC Experts Presents yang menyediakan pembicara handal seputar IT (IT startup, blogger, web developer).
  • ITLC Start Up Incubator yang akan membimbing pebisnis pemula di bidang IT, mulai dari perencanaan hingga bisnis tersebut berjalan.
Wow, so cool!

And Finnally, Main Course !!

Setelah ditunggu-tunggu tibalah acara inti meet up Blogger Muslimah ini bersama bintang tamu yaitu Teh Khadijah “Peggy Melati Sukma”. Awalnya saya sempat keluar ruangan dulu untuk mengambil air minum ketika ada sesosok wanita yang ramping dan tinggi semampai mengenakan gamis kotak-kotak biru dengan cadar cokelat. Walau saya tidak bisa melihat mulutnya, matanya memancarkan senyuman, wanita tersebut mengulurkan tangan, menyalami saya dan cipika-cipiki kanan-kiri sambil mengucapkan salam. Duhai…
Wanita cantik tersebut, teh Peggy Melati Sukma…
Setelah beberapa kali mengerjapkan mata, takjub ada seorang artis yang mau bersalaman saya langsung menghambur masuk kembali ke dalam ruangan seraya berjanji dalam hati untuk menghindar cuci tangan dulu sementara, wkwkwk.
img-20180210-wa002633384491.jpg
Teh Khadijah Peggy Melati Sukma dan Uni Novia, Masya Allah…Masya Allah…
Tanpa banyak membuang waktu, Uni selaku moderator langsung memandu jalannya acara inti. Selama hampir dua jam acara berjalan, begitu lancar dan mengalir laksana aliran sungai. Begitu indah, memesona dan mengharukan. Tak jarang berkali-kali saya menghapus aliran air yang tak bisa dibendung kelopak mata.
Allah…
Sungguh, saya bingung harus bagaimana menulis ringkasan cerita dua jam yang sangat berisi dan mengharu-biru menjadi sesingkat mungkin. Saya ragu tulisan saya tidak akan seindah dan semenarik diskusi faktualnya. Tapi, saya harus berani mencoba kan?
Saya berani taruhan, kalau semua orang di ruangan meet up itu penasaran betul dengan alasan teh Peggy eh, teh Khadijah berhijrah.
“Elu keracunan apa sih gy?” Celetuk si teteh menceritakan komentar teman-temannya yang cukup ekstrim ketika dirinya mulai berhijrah, membuat kami semua tertawa.
“Padahal ini ya bukan one minute moment. It’s a process, it’s a journey” terangnya lagi.
Di awal-awal ceritanya, teteh menjelaskan konsep hijrah. Hijrah adalah diri kita sendiri sejak dilahirkan. Dari saat awal menciptakan kita di alam ruh, dihijrahkan atau ditiupkan ke dalam jasad. Lalu ketika jasad dan ruh bersatu di dalam rahim dihijrahkan bentuk baru ini ke alam dunia. Setelahnya, Allah hijrahkan lagi kita dari dunia ke alam barzah. Dipisahkan lagi ruh dan jasadnya. Jasad kembali ke tempat asalnya yaitu tanah, yang ruh melanjutkan perjalanan. Hijrah itu berpindah.
Menurut salah satu hadistnya, Rasululah SAW mengatakan bahwa hijrah adalah perjalanan untuk selalu meninggalkan apa yang dilarang oleh Allah.
Bagi teh Khadijah sendiri, hijrahnya tidk hanya meninggalkan sesuatu yang dilarang oleh Allah tapi juga menuju sesuatu yang lain, yang diperintahkan oleh Allah sesuai dengan surat Adz dzariyat ayat 56. Artinya eggak saya tulis ya, biar temen-temen tergerak untuk kembali membuka al-qurannya. hohoho *dikeplak
Tapi kita pastinya paham lah bahwa hijrah diakukan untuk menuju ke arah yang lebih baik bukan? Teh Khadijah menuturkan apa saja ikhtiar yang dirinya lakukan saat awal berhijrah, ini dia rangkumannya;
  1. Dimuai dari berhijab. Bagi si teteh, ini adalah salah satu proposl awal yang ditujukan kepada Allah agar Allah merubah arah hidup menuju ketaatan. Bukan hanya sekedar menutup aurat saja.
  2. membereskan syahadat. Laaillahaillallah, tiada tuhan selain Allah. Berusaha membereskan perilakunya, perasaannya, pemikirannya untuk tidak menduakan Allah dengan apapun juga. Dengan kelima jarinya teteh memaparkan tentang berbagai hal yang selalu dia uber-uber dalam hidup mulai dari sekolah, perusahaan, karir, penghargaan, go international semua itu telah menempati posisi tertinggi dalam kehidupannya. Teteh bercerita betapa dia sering membubarkan sholat hanya gara-gara show ataupun syuting. Belum lagi membuka aurat kesana-kemari demi uang seratus atau dua ratus juta. Naudzubillahmindzalik.
  3. Memperbaiki sholat. Kalau syahadat adalah akad, maka tekhnis peribadatannya adalah sholat. Apa sih yang mesti dirapikan dari sholat? Menurut teteh tentu saja sholat tepat waktu, di awal waktu. Menambah kuantitas dengan sholat sunah, menambah kualitas dengan memperbaiki gerakan-gerakan sholat.
  4. memperbaiki puasa

Singkat kata, semua ikhtiar di atas hanyalah sebuah proposal dimana kita berharap bahwa Allah yang akan menggenapkan niat kita untuk berhijrah. Yang pasti jangan pernah lelah untuk terus menerus memperbaiki diri kita di hadapan Allah.

screenshot_2018-02-21-12-01-54-320_com1226996139.png
Teh Khadijah ketika asyik bercerita, foto diambil langsung dari instagram uni

Kami seemua tersentak ketika teh Khadijah bercerita bahwa saat kecil dulu beliau pernah menyabet juara MTQ. Kesiap kaget terdengar dimana-mana, apalagi saya. Kayak enggak percaya gitu bahwa Peggy Melati Sukma kecil adalah anak yang ehem, alim.

Ternyata oh ternyata teh Khadijah alias mbak Peggy ini datang dari keluarga yang biasa saja. Keluarga serba enggak ada, serba enggak mampu dan serba enggak punya. Yang beliau miliki adalah semangat untuk survive di tengah keterbatasan. Hal ini tidak pernah saya ketahui sebelumya. Saya sempat mengira kalau si teteh sudah berlebih secara materi dari sononya.

Saya salah.

Agak mengejutkan ketika teteh menceritakan sekelumit kehidupan masa lalunya, terutama tentang bagaimana sang Ibunda yang sangat teguh mendidik beliau untuk terus dekat kepada Allah.

“Ibu saya mengajarkan tiga hal, pertama tentang how to survive, kedua untuk terus selalu dekat kepada Allah, ketiga untuk meminta segala hal hanya kepada Allah”

Allah, saya bergetar sekali…bahwa pada Indonesia jaman dahulu ada orang tua yang begitu tekun mendidik anaknya dengan pemahaman Islam yang mumpuni.

Lagi, teteh menggambarkan kehidupannya yang beliau sebut terbagi dalam empat fase;

  • Fase pertama : usia 0- 14 tahun dimana orang tuanya mengajarkan Islam, akidah dan tauhid. Dalam fase ini, beliau mulai menyadari bahwa dirinya berbakat, sangat berbakat
  • Fase kedua : usia 14 tahun dimana untuk pertama kalinya masuk ke dunia entertainment.
  • Fase ketiga : usia 15 tahun masuk dunia pofesional. Pada saat itu teteh mulai mengenal uang, fokus hanya pada mengejar prestasi serta reputasi. Mulai lupa untuk sholat, puasa dan lainn-lain. Pokoknya tidak fokus pada Allah. Iman mulai goyang, terombang-ambing di lautan kesenangan dunia.
  • Fase keempat : Saat ini, fase hijrah. Merasa jauh lebih mudah untuk kembali kepada Allah karena di saat kecil sudah diberi pemahaman yang cukup bagus oleh Ibunda. Di fase ini mulai menyadari dua hal penting, kebaikan adalah ujian sama halnya keburukan adalah ujian.

Dalam perjalanan hijrahnya, Teh Khadijah menekankan kepada kami khususnya sebagai Ibu untuk betul-betul menanamkan tiga hal ini:

  1. Ketauhidan
  2. Syariat Islam
  3. Perjuangan Islam

Tiga hal itu sangat penting, lebih penting dibanding meninggalkan harta benda ataupun uang kata beliau. Masya Allah…

Banyak sekali moral of the story dari diskusi dengan beliau. Betapa beliau saat ini sering sekali berdzikir, beristighfar karena mengharapkan ampunan serta kasih sayang dari Allah. Bagaimana beliau menyadari bahwa kasih sayang Allah jauh lebih banyak dibandingkan murkanya sehingga yang perlu dilakukan adalah berjuang sekuat tenaga membereskan bonding dengan Allah.

Di saat-saat akhir diskusi karena waktu tak terasa berjalan dengan sangat cepat, teteh menceritakan bagaimana dia tidak pernah mampu menembus Palestina selama masa keartisannya. Namun, baru dua tahun berhijrah dirinya justru bisa kesana untuk menyerahkan bantuan secara langsung. Ya, fokus Teh Khadijah di luar negeri adalah Palestina, Suriah serta Rohingya. Sedangkan untuk di dalam negeri beliau mendirikan yayasan rumah tahfidz Khadijah.

Fokus Teh Khadijah juga sudah banyak berubah, sekarang waktunya dihabiskan untuk berdakwah. Segala keuntungan usahanya di bidang fashion pun diperuntukan bagi yayasannya. Satu cerita yang membuat kami mendesah, merinding adalah bahwa semenjak hijrah teteh tak pernah lagi membeli baju. Namun setiap bulan tak kurang dari sepuluh akaian selalu diterima olehnya, gratis! Masya Allah…

Waktu terus berlalu, akhirnya mau tidak mau diskusi harus segera diakhiri. Beberapa peserta melakukan tanya jawab, termasuk saya, hehehe. Yang paling mengharukna adalah permintaan Bu Siti, salah satu peserta met up. Bu Siti meminta Teh Khadijah untuk membaca Al-quran, surat manapun untuk kami dengarkan. Dan akhirnya acara tersebut ditutup dengan suara Indah Teh Khadijah yang membuat kami larut dalam keharuan…

****

Dietku oh dietku…

Kalau pada saat acara utama saya menitikkan air mata keharuan, sesi istirahat membuat saya menangis di dalam hati karena melihat…melihat…sajian potluck yang begitu banyak macamnya.

img_20180210_0930412043615943.jpg
potluck penghancur diet yang hakiki

Saya setuju sekali dengan apa yang diucapkan Teh Khadijah, bahwa Kesenangan adalah Ujian. Contohnya kemarin itu saat salah satu Sponsor, yaitu Ah Mah Cake Indonesia meenghadirkan spongecae spesialnya. AAAHHHHHH TIDAKKKKK!!!!

img_20180210_124015889442656.jpg
penampakan Spongecake dari Ah Mah Cake Indonesia yang menggoda
Tuh kan, tuh kan pada ngiler kan yang baca, hihihi.
Jadi, Ah Mah Cake memproduksi tradisional egg sponge cake yang terbuat dari bahan-bahan lokal yang aman dan halal. Saya juga baru tahu kalau Ah Mah Cake ini menduduki peringkat pertama untuk Best Selling Egg Sponge Cake di beberapa negara Asia. Mari kita sebut saja semacam Singapura, China, Thailand dan Malaysia.
Haaa, temen-temen pasti penasaran kan? pengen nyobain cake super lembut yang rasanya kayak kapas dan lumer di mulut ini kan? hayoo, hayo ngaku hayooo hahahha. Yang penasaran boleh langsung datengin dua outletnya yang sementara ini baru ada di Jakarta, yaitu di Kelapa Gading (seberang MKG 3) dan Mall Emporium Pluit lantai LG no.6.
Buat temen-temen lain jangan sedih karena kabarnya Ah Mah Cake bakalan hadir di lima kota besar di Indonesia. Untuk info lebih lanjutnya, terutama yang kepo dengan promo atau kepengen liat produknya Ah Mah Cake yang lain bisa mampir ke instagramnya di ahmahcakeindonesia

Shalira Syar’i

Saya hanya bisa geleng-geleng kepala dan berdecak kagum kepada panitia acara meet up blogger muslimah kemarin itu. Mari kita hitung, saat datang dapat goodie bag, bebas mengambi kopi atau teh atau aqua, bisa foto-foto dengan spot yang keren gila, diskusi di ruangan yang nyaman, menyimak kisah Teh Khadijah, menikmati Potluck dan sajian Ah Mah Cake yang sukses menjadi guilty pleasure saya. Sudah sebanyak itu dan masih belum selesai karena Teh Icha kembali memanggil kami untuk masuk karena akan ada pengumuman pemenang lomba foto meet up blogger muslimah di instagram. Sponsor untuk sesi ini tidk lain tidak bukan adalah Shalira Syar’i.

shalira syar'i
Duh, gamis dari shalira syar’i ini bikin mupeng yaaa. Love bangettss!

Asli iri banget sama temen-temen yang menjadi pemenangnya. Saya cuma bisa tepuk tangan, ikut berbahagi sama mereka yang dapat hadiahnya.

Eh, tapi ternyata ada kejutan lain! Nama saya juga dipanggil! Ternyata pertanyaan saya pada saat diskusi bersama Teh Khadijah terpilih menjadi salah satu pertanyaan yang bagus dan berhak mendapatkan hadiah. Yeeiiii! Senangnya enggak jadi sedih, hahhaha

img-20180210-wa00141565919920.jpg
Kelihatan banget kan yang mana yang wajahnya menunjukkan kebahagian hakiki, hihi

Ahamdulillah, luar biasa Allahu Akbar. Hari itu menjadi Sabtu yang akan selalu dikenang. Saluuttt banget, empat jempol untuk panitia acara ini, rapih, bersih, menarik, pokoknya luar biasa! Kalian keren !!

img-20180210-wa0028212680896.jpg
Foto bersama, memori indah tak terlupakan

Terima kasih banyak teman-teman panitia yang telah menyelenggarakan acara ini. Terima kasih banyak teman-teman blogger lain yang sudah datang, senangnya bisa menambah jalinan komunikasi dengan kalian. Terima kasih blogger muslimah telah berkenan menjadikan saya salah satu bagian dari acara kalian. Semoga Allah membalas kerja keras kalian yah!

Sangat menantikan acara selanjutnya karena acara meet up ini ternyata nagihin! 🙂

#blogger #amateur #meetupbloggermuslimah #hijabalsa #proxysitlearningcenter #ahmahcake #shalirasyari

tempo gelato - ayunafami;ly.com

Ibu tiga anak. Pecinta martabak coklat-keju. Suka menulis biar enggak histeris 🙂