Ikhtiar Mencari Jodoh? Baca Ini Dulu Ya

Assallamuallaikum teman-teman semua.

Bagaimana kabarnya hari ini? Saya kok agak rieweuh ya sampai baru bisa menulis di malam hari saat anak-anak sudah tidur semua, uhuhuhu. Biasanya bisa mesra-mesraan dikit sama Yusuf ealah sekarang harus fokus nulis dulu, uhuhuhu kangenn.

Baiklah, saya akan cerita sedikit tentang pertemuan saya dengan seseorang yang bernama Yunda Fitrian. Saya mengenalnya pasca mengikuti MIPP Batch 4 Tangsel. Waktu itu saya hanya iseng add akun facebook beliau. Ternyata tulisan-tulisan mbak Yunda ini banyak yang ngademin hati. Lama-lama pengen mengenal langsung, dengan gaya sok kenal akhirnya saya memberanikan diri untuk WA dan akhirnya kami janjian ketemu. Dalam kesempatan itu tentu saja saya tidak lupa untuk membeli buku yang ditulis oleh beliau, bahagianya ~

img_20180125_1404421021277647.jpg
Saya dan Mbak Yunda di kediaman beliau. Kelihatan kan mana yang imut-imut dan mana yang am..*ah

Yakin Dia Jodohmu? Itulah judul buku milik mbak Yunda, betul-betul membuat saya penasaran untuk membaca. Membagi waktu antara mengurus anak-anak tiga biji, memasak, melayani suami, menulis serta membaca itu tidak mudah. Ada-ada saja halangannya, siapa yang senasib sama saya? kita pelukan yok, hihi. Karena itu butuh waktu yang agak lama sampai akhirnya kesampaian membaca buku ini.

Sebuah kalimat yang melompat-lompat dalam benak saya ketika membaca sampai halaman terakhir buku ibu tiga anak ini adalah : MASYA ALLAH, ISINYA DAGING SEMUA! BERGIZI BANGET!

Teman-teman pasti bisa menebak dong ya, tema utama dari buku Yakin Dia Jodohmu. Apalagi kalau bukan tentang pernikahan, penyatuan dua anak manusia ke dalam ikatan suci di hadapan Tuhan dan negara. Hmm..saya yakin kalau mendengar kata Nikah yang terbayang adalah tawa, kasih sayang serta kebahagiaan hidup bersama pasangan. Tenang, saya juga membayangkan hal yang sama kok, wkwkwk. Sampai akhirnya saya mengalami sendiri bahwa yang namanya menikah itu…nano-nano banget!

Jujur ya, saking nano-nanonya sempat terbersit di pikiran pertanyaan aneh-aneh macamĀ  gini nih :

“Ini orang beneran cinta sama gue enggak ya? Katanya mau berbagi suka dan duka bersama, tapi kok lebih banyak dukanya dibanding sukanya yak?”

“Aku kokbisa jatuh cinta sama makhluk satu itu sih? jangan-jangan dia main pelet?”

Dan berbagai suara-suara negatif lain yang datang dari sisi kelam saya…. Hiks, betapa sedihnya…

Qaadarullah, pertanyaan-pertanyaan nyleneh itu menemukan jawabannya. Rasanya pengen self gaplok setiap membaca halaman demi halaman yang dipaparkan buku ini. Menikah tidak semudah itu kawan, ohohohooo..tidak! Ada banyak sekali hal yang kita pertaruhkan di dalam pernikahan. Problematika dalam rumah tangga itu rumit dan cukup memusingkan, bahkan bisa menyeret kita ke dalam jurang penderitaan tak bertepi bila kita memasukinya tanpa persiapan. Ini serius, mereka yang menikah dengan mental yang siap pun kadang bisa gojak-gajik saat masalah datang, apalagi yang enggak punya bayangan apa-apa. Haduuhh…

Disini ada pembahasan tuntas mengenai banyak hal seperti : Kenapa kita tidak boleh buru-buru menikahi dia, cara mendeteksi (dan menyeleksi) calon yang tepat serta jebakan-jebakan apa saja yang ada di dalam pernikahan dilengkapi dengan cara bagaimana menghindari serta menghadapinya bila sudah terlanjur. Yang lebih keren lagi, semua ini ditulis dalam bahasa yang lugas, adem dan tidak menggurui. Yakin Dia Jodohmu adalah buku nonfiksi pertama yang tidak membuat saya ngantuk. Masih inget banget waktu kemarin baca The Outliers, baru beberapa halaman saya sudah nguap-nguap dan bobo cantik.

Saya sangat mengagumi bagamana Mbak Yunda menyampaikan hal-hal yang sulit menjadi mudah untuk dicerna otak. Ringan tapi nonjok! Pesan yang ingin disampaikan bisa dengan mudah diterima dan dipahami oleh saya yang kualitas otaknya rata-rata banget. Saya juga sempat terkikik karena ternyata Mbak Yunda ini pengikut infotaiment juga, walaupun bukan garis keras, wkwkwk. Beberapa kisah para selebritis tanah air dijadikan contoh oleh beliau, meskiĀ  tidak semua. Renyah banget.

Sampai halaman terakhir saya hanya menemukan satu kekurangan untuk buku ini: Kurang panjang! Kurang banyak! Ayo Mbak Yunda, nanti tulis part 2-nya yak, hahaha.

Akhirnya, saya cuma bisa bilang bahwa buku ini amat sangat saya rekomendasikan bagi kamu kamu kamu yang mau menikah ataupun sudah menikah. Buku ini sebagai panduan gambaran asli pernikahan. Tidak untuk menakut-nakuti, lebih ke arah mempersiapkan diri.

“Saya hanya tidak ingin salah pilih untuk sebuah keputusan besar bernama pernikahan”

So, jangan ragu-ragu untuk membaca buku ini ya teman. Jodoh memang sudah ditakdirkan, tapi kita harus tetap berikhtiar untuk mendapatkan yang terbaik bukan?

***** (Bintang 5 untuk Mbak Yunda)

img_20180205_205201911775303.jpg
The Book, agak lecek saking seringnya dibaca *uhuk*

 

Pondok Aren, 5 Februari 2018

#OneDayOnePost #ODOPBATCH5 #Review #Tantangan