Ruang Cerita Keluarga Mama Triplet

Month: February 2018

Balada perkontrakan

Balada perkontrakan

Gaes, udah berapa kali pindah rumah? Dulu, dulu saya sering bertanya-tanya kenapa kami sering sekali berpindah tempat tinggal kepada mama dan papa. Dari kos-kosan satu kamar ke sebuah rumah mungil dan rumah mungil lainnya. Sampai akhirnya kakek membangunkan rumah untuk kami, kami tidak pernah berpindah-pindah […]

Start a new beginning of toilet training

Start a new beginning of toilet training

Nah, kali ini saya mau berbagi sedikit kabar dan minta doa. Eh, jangan ngambek dulu, masih mending saya minta doa bukan minta disawer uang sama bu dendy ?? Ceritanya kemarin senin sehabis mandi, si tengah yang paling cantik sedunia ogah dipakein diapers. Udah dibujuk, dirayu, […]

KETIKA PEREMPUAN BERSATU & TAK TERKALAHKAN

KETIKA PEREMPUAN BERSATU & TAK TERKALAHKAN

Saya gagal move on ! Gatot alias gagal total untuk bisa melanjutkan hidup setiap melihat foto di bawah ini

img-20180224-wa0079192243666.jpg
terharu sungguh aku terharu #nyanyik

Wuiihhh, rame banget itu ya? Acara apaan sih? kok kayaknya seru banget!!!

Iya, emang acara kopdar PIPDJP a.k.a Persatuan Istri Pegawai DJP yang diselenggarakan di Bumi Bambini, Ciputat tanggal 24 Februari itu keseruannya sungguh tak terlupakan. Temanya juga waow banget, soalnya panitia perlu semedi tujuh hari tujuh malam dengan menabur kembang tujuh rupa ke suami masing-masing, wkwkwk.

Dari Maya Menjadi Nyata, Saudara Selamanya

Tema itu mencerminkan kondisi kami, para istri buruh negara yang bekerja di bidang perpajakan. Selama ini kami terhubung dalam grup whatsaap dan tidak beretemu muka (kecuali yang memang bertetangga, dan member terbayak memang dari pondok aren). Wacana untuk melakukan kopdar sering berdengung, bismillah akhirnya setelah nekat membentuk grup khusus kopdar jabodetabek acara ini berhasil terealisasi, dengan ijin Allah tentunya.

Acara ini terhitung besar karena pada awalnya ada 50-an keluarga yang akan ikut, walaupun pada hari H hanya 30-an saja. Panitia, yang semuanya adalah perempuan, istri juga ibu bekerja sangat keras meramu, meracik serta mempersiapkan acara ini agar betul-betul berkesan. Semua diatur sedemikian rupa, mulai dari waktu, tanggal, tempat, dresscode merah-hitam, agenda lomba dan lain-lainnya. Pokoknya luar biasa deh ibu-ibu ini, ngurus anak iya, sosialisasi iya, jadi panitia juga bisa. Bener-bener istri idaman yang unch unch unch banget, Milea mah cuma a piece of cake ~

img_20180224_0736382042876374.jpg
menyempatkan diri untuk berfoto di photo booth yang dipasang para suami, sebelum acara dimulai. Coba tebak saya yang mana hayooo, ahahaha.

Acara dipandu oleh bapak MC Alvin Erlangga yang ternyata merupakan kakak saya sendiri *uhuk.

Acara berjalan dengan begitu apiknya, mulai dari pembukaan, doa bersama, tausiyah oleh Pak Fery, penyerahan hadiah bagi para pemenang sayembara menulis PIDJP part 2 yang nantinya insya Allah akan diterbitkan dalam bentuk buku *doubleuhuk*

img-20180224-wa00781311926476.jpg
Wajah bahagia para pemenang sayembara menulis, walaupun harus berebut piala dengan anak. Gile, keren banget yak para ibu ini, Sangat istriable *digaplok

Acara ini bertabur hadiah, sampai-sampai panitia harus mengadakan banyak penghargaan unik-unik semacam: 4 orang pertama yang transfer duluan dan 4 orang peserta yang pertama hadir di acara.

Pokoknya, Panitia banyak sponsor mah, bebasss!

Berlanjut ke sesi perkenalan yang lagi-lagi dibuat dengan sangat antimainstream. Setiap kepala keluarga dipersilahkan memperkenalkan diri beserta anggota keluarganya, kemudian mereka wajib menjawab pertanyaan yang diajukan oleh MC. Normal sih ya, yang enggak normal tu pertanyaannya, tak terduga dan ngaco abis!

Beberapa contoh pertanyaan ngaco:

  • Siapakah Dirjen Pajak saat ini? Apakah A. Robert Pakpahan atau B. Robert Makmahan?
  • Berapakah nomer hape pasangan anda?
  • Kapan tanggal lahir istri anda?
  • Siapakah orang paling kaya di dunia? A.Tony Stark B. Bruce Wayne C. Bu Dendy
  • Lebih suka Via Vallen atau Nella Kharisma?
  • Apakah tahun ini akan ada IPK? (DAN JAWABANNYA DISAMBUT DENGAN SANGAT MERIAH BOEBOOO)
  • Apakah anda setuju dengan poligami? (Dijawab dengan kebingungan, penuh keringat dan deg2an karena ada istri disebelahnya, wkwkwkwk )

Saya dan pak MC memang semalaman berdiskusi, menyiapkan 40 pertanyaan berbeda untuk 40 keluarga yang bisa bikin mereka manggil awan kinton untuk pergi ke laut atau mengeluarkan jurus kamehameha.

Sekali lagi, namanya juga panitia, bebass!

Keseruan berikutnya adalah lomba yang dieberi judul enggak kalah ngaco: MENGUKIR CINTA. Dimana para istri ditutup matanya dan wajib melipsticki , eh mengukir bibir suami kesayangannya masing-masing. Kehebohan loma itu benar-benar enggak bisa dilukiskan, karena memang saya bukan pelukis.

img-20180224-wa0084680175164.jpg
Romantis itu sederhana : gendong anak terus dilipstikin sama istri. Oh indahnya Oh bahagianya~

Puas dengan lomba-lomba kami pun menyantap makan siang berupa ayam bakar bumbu rempah yang sangatos lezatos nikmatos. Kemasan makanannya pun sangat eksklusif, dengan sticker yang dicetak khusus. Sungguh, panitia makannya sambil terharu. Snack Boxnya juga enggak kalah nyam-nyam! Sayang engak sempat foto, tapi sosis solo, donat serta kue sus buatan Bu Nining Komalasari beneran jadi favorit semua peserta ataupun panitia.

img-20180224-wa00271326537106.jpeg
Terima kasih mbak Barbara Crony berkenan menyediakan makan iang untuk kami dengan harga terjangkau, rasa enak dan packaging istimewa

Alhamdulillah, akhirnya acara selesai ditutup dengan foto bersama dan saya menyerahkan bingkisan untuk Alvin yang berkenan memandu dari awal sampai akhir.

img-20180224-wa00381174175461.jpg
Adik mnyerahkan bingkisan ke kakak. Ada yang bilang gen kami sangat kuat karena kami sangat mirip satu sama lain

Alhamulillah, saya bersyukur sekali acara yang dipersiapkan dengan susah payah bisa berjalan dengan lancar. Bertemu dengan teman-teman yang selama ini dikenal hanya via medsos. Saya kagum dan terharu dengan semangat para peserta. Ada yang berangkat tanpa suami dengan tiga anak, ada yang sedang hamil dan sendirian, ada yang jauh dari depok bawa motor dan bawa dua anak, pokoknya panitia merasa sangat diapesiasi dengan semangat teman-teman peserta.

Yang paling penting dari kopdar ini adalah satu : MENYIBAK KEBENARAN. Ternyata Mpok Amel yang rame di grup orangnya anggun dan keibuan banget. Ternyata Bu Irvin betul-betul ramah, lembut dan menenangkan banget senyumannya. Ternyata Mbak Laila bener-bener cantik, tinggi, ramping dan setrong persis seperti fotonya. Ternyata Bu Ira dan Bu Endah sangat kalem namun dewasa, Ternyata mbak Iin Tri orangnya sangat njawani dan sumeh. Ternyata mbak miftah orangnya ceria dan maniiiiss sekali. Ternyata Mbak Ati orangnya supel dan hobi banget ngejar-ngejar anaknya, Ternyata mbak Yuna yang sedang hamil besar tetap semangat dan antusias. Ternyata bu Arik orangnya masya Allah bu, berpengalaman! Dan Bu Hanny, uwow syantieekk awet muda!

Saya senang sekali karena acara ini diselenggarakan tanggal 24 Februari, bersamaan dengan tanggal ulang tahun suami saya tercinta.

img_20180224_0848131278446939.jpg
Foto berdua tok, untuk sedetik lupa kalau ekor sudah tiga. Bahagia banget karena di foto ini saya tampak langsing tiada tara, duduudu

Demikianlah laporan acara weekend kali ini. Meskipun saat pulang malam harinya saya menderita diare dan demam, saya tetap bersyukur menjadi bagian dari momen keakraban para istri.

Terakhir, saya hendak mengutip kata-kata pak Fery saat tausiyah :

Ada segolongan orang yang dijauhan dari api neraka. Salah satunya adalah mereka yang menyambung tali silaturahmi.

Nah, semoga kita semua adalah orang-orang yang termasuk dalam golongan itu yaa!

#blog #blogger #kpdar #pipdjp #onedayonepost

JUDGING ALA NETIZEN INDONESIA

JUDGING ALA NETIZEN INDONESIA

Barusan ini saya mengakses media sosial Facebook dan menemukan postingan sesembak yang disertai dua buah video. Postingan tersebut kurang lebih memiliki caption seperti ini Menurut cerita polos anak ganteng ini,dia kena marah ibunya hanya gara2 salah melulu ngerjain LKS sehingga ibunya jengkel lalu ibunya dg […]

Roda

Roda

Kita sering mendengar istilah tentang : Hidup itu berputar seperti roda. Dan saat ini saya kembali nerasakan roda kehidupan. Masih inget bagaimana hari jumat, sabtu, minggu yang lalu saya gedandapan ke rumah sakit untuk mengurus si sulung yang rawat inap karena asma +pneumonia. Saya dan […]

Ketika Menulis Menyembuhkan Jiwa

Ketika Menulis Menyembuhkan Jiwa

Siapa disini yang jaman SD dulu punya diari? Sini ayo ngacung temenin saya, ehehehe.

Tiap kali jalan-jalan ke toko alat tulis saya suka sekali mampir ke rak buku diari yang motifnya unyu-unyu menggemaskan. Selalu bikin saya keingetan masa-masa menulis dengan pensil, pulpen maupun pulpen warna-warni. Saat itu segala macam hal saya tulis, mulai dari kejadian sehari-hari, lirik lagu dan kepanjangan dari nama panggilan per hurufnya (misal AJENG, A:Anak cantik). Saat itu saya juga rajin tukar-menukar diari dengan teman sekelas. Pokoknya seru sekali!

Saya lupa kapan tepatnya, pokoknya ketika saya sudah bisa membaca orang tua membuat usaha taman bacaan di rumah. Ruang tamu kami dikosongkan, lemar-lmari serta rak dipesan, buku-buku berdatangan lengkap beserta sampul plastiknya. Saya bahagiaaaa sekali, it was a very beautiful memory. Coba bayangkan, saya bebas membaca komik doraemon, 21 emon, Ninja Hatori, Dragon Ball, Candy-Candy, Topeng Kaca, Detektif Conan, Lagenda Naga, Paman Gober, Monika, Gosebumps, Harry Potter bahkan sampai Seri Tokoh Dunia dan Kisah 25 Nabi&Rasul dengan cuma-cuma. Saya tumbuh menjadi anak kecil yang gila komik, sampai-sampai saat makan pun sambil baca komik.

Saya merasakan betul manfaat dari kesenangan membaca itu, saat kecil imajinasi saya sudah berkembang sangat luas. Saya bahkan sempat menjadi wakil dari sekolah untuk mengikuti lomba bahasa indonesia, karena nilai saya untuk mata pelajaran itu cukup bagus. Saat SMA menjadi wakil sekolah menghadiri peringatan hari sastra dan bertemu dengan Taufik Ismail yang puisi-puisinya luar biasa. Saat SMP saya membuat cerpen yang ditulis tangan dan ditulisnya di buku, menulis sampai pegal habis itu diedarkan sambil meminta teman-teman berkomentar. Dulu enggak pernah kepikiran apapun, enggak ada beban untuk menulis. Terutama ketika mendengar teman-teman yang bilang kalau mereka terhibur dengan cerita yang saya buat, itu makin bikin saya semangat. Yang penting nulis, pokoknya nulis.

Lalu karena kesibukan ujian dan kemajuan teknologi membuat saya menjadi malas untuk menulis. Lebih suka pegang hape dan smsan sama gebetan walaupun untuk hobi membaca masih saya pertahankan.

Saya suka berbagi pengalaman. Lagi-lagi saya enggak ingat, yang pasti saya pernah membuat postingan cukup panjang di Facebook dan mendapat respon yang cukup baik. Mereka bilang tulisan saya informatif, insipiratif dan very helpful. Padahal tulisan-tulisan yang saya posting adalah tulisan curhatan atau pelampiasan karena lelah, kesal dan merana saking enggak punya tempat sampah untuk meluapkan. Ada perasaan lega ketika semua rasa itu tertuang dalam kata-kata. Rasa sakit, sedih, kecewa, bahagia, gundah pokoknya semua emosi itu tersalurkan tanpa pernah saya ketahui. Akhirnya saya menyadari kalau…kalau…

Menulis itu menyembuhkan jiwa…

Bahkan saat saya belum mengenal blog ataupun segala macam medsos. Menulis adalah sebuah media penyampaian perasaan yang manfaatnya luar biasa.

Hanya saja bagi seseorang seperti saya, menuli itu sangat tergantung pada mood, dan sesungguhnya itu enggak baik, saya tahu. Saya membuat blog entah sejak puluhan purnama yang lalu, saya lupa. Dalam proses pembuatannya saya sering berkomitmen pada diri sendiri untuk rajin menulis. Namun harapan tinggal harapan, kesibukan di dunia nyata dan maya untuk bermain medsos justru yang paling sering mendapat perhatian. Sampai akhirnya nawaitu untuk menulis tinggal angan-angan dan blog menjadi karatan.

Lalu saya bertemu dengan komunitas ODOP a.k.a One Day One Post. Sebuah komunitas yang didirikan dengan tujuan amat mulia : membuat anggotanya konsisten menulis. Aaah, sungguh sulit sekali pada awalnya mengikuti ritme yang ditentukan oleh ODOP karena selain menulis kita diwajibkan untuk BW (Blog Walking). Saya harus pintar-pintar mengatur waktu, menyediakan momen sendiri, fokus untuk menulis, lepas dari gangguan tiga krucils dan suami, hahaha kejem amat yak.

Tapi masya Allah, dari program pelatihan ini makin lama saya makin terbiasa. Gara-gara kewajiban untuk menulis setiap hari saya menjadi ;

  1. Lebih peka memandang segala hal yang terjadi di sekitar. Karena hampir semua hal bisa menjadi ide untuk menulis.
  2. Lebih berilmu walaupun sak uprit karena ODOP menyediakan kelas-kelas yang diisi oleh orang-orang hebat yang leelnya sudah profesinal.
  3. Lebih semangat untuk menuli karena saat BW sering merasa iri, mereka aja bisa menulis dengan sangat bagus, aku juga harus berjuang untuk bisa dong!
  4. Lebih kepenak karena sambil nulis bisa curhat colongan, wkwkwk

Yang pasti, karena ODOP hubungan saya dengan adik perempuan jadi membaik. Eh, kok bisa? Iya, ceritanya waktu itu adik saya ulang tahun. Saya hanya membuat sebuah tulisan untuk dijadikan kado. Jebul, dia sangat terharu dengan tulisan saya, dan entah kenapa ketegangan di antara kami mencair dan komunikasi kami jauh lebih lancar. Temen-temen yang penasaran bisa cek tulisan itu di sini

Karena ODOP juga saya mampu membuat sebuah tulisan curhat yang dalam sehari bisa menembus sampai 1000 viewers, amat sangat uwow bagi saya yang seorang amatir ini. Penasaran lagi? Bisa cek tulisannya di when love hurt your hearts

Dari tulisan yang itu, banyak orang menghubungi saya untuk mengucapkan terima kasih. Terima kasih untuk sudah menuliskan hal-hal yang mereka rasakan, membuat mereka memahami dan lebih mengenal diri sendiri. Tak lupa mereka memaksa saya untuk terus sehat supaya bisa terus berbagi cerita, eciye. hahahaha

Alhamdulilah, saya mengucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya untuk mereka semua yang menjadikan ODOP ini ada. Kalian keren banget gaes!!

Terakhir, alasan kecintaan saya menulis tak lain tak bukan adalah salah satu quote dari penulis favorit say

“Tahu kau mengapa aku sayangi kau lebih dari siapa pun? Karena kau menulis. Suaramu takkan padam ditelan angin, akan abadi, sampai jauh, jauh di kemudian hari. (Mama, 84)” ― Pramoedya Ananta Toer, Child of All Nations

#blog #blogger #menulis #tantangan #odop #onedayonepost

When He’s Not Around

When He’s Not Around

Halo selamat malam! Sejujurnya saat ini saya agak kecewa karena niatan untuk bisa menulis di siang hari selalu gagal total. Sedih banget karena untuk melakukan hal itu masih sebatas cita-cita saja, ihiks. Harapanku, bersabarlaahh ~ Sepertinya akhir-akhir ini saya cukup sering menulis tentang betapa frustasinya […]

Asma

Asma

Punya keturunan Asma? Ceritanya saat menikah dulu bisa dibilang saya buta banget. He pop a question, and I said yes. Sesimpel itu. Saya enggak pernah tahu kalau dia memiliki turunan asma. Saya juga enggak tau kalau dia golongan darahnya B Saya pikir semua itu enggak […]

Ujian

Ujian

Mudah untuk mengatakan “aku beriman” ketika kapal sedang berlayar dengan tenang.

Lalu satu persatu angin itu datang, menciptakan gelombang yang menghantam kapal, membuatnya bergoyang. Terombang-ambing di tengah lautan.

Lalu awan menggelap, petir mengeluarkan gelegar terbaiknya. Menambah suasana makin mencekam.

Saya tak tahu kenapa pikiran itu terlintas begitu saja di kepala ini. Ketika muncul perasaan kesal dan benci pada Tuhan.

Kenapa harus aku?

Kenapa selalu aku?

Kapan putaran ini akan berhenti dan hidupku damai kembali? Kapan?

Lalu saya teringat kata-kata seorang artis yang beberapa tahun ini berhijrah:

Kebahagiaan adalah ujian

Kesulitan adalah ujian

Lalu saya teringat pada perjuangan perempuan-perempuan lain di luar sana, yang diberi ujian lebih lebih lebih berat.

Dan mungkin ujian saya kali ini cuma seujung upil. Upilnya bayi pula.

Ya allah..kuatkanlah pundakku, kuatkanlah dadaku, kuatkanlah perasaanku. Untuk menerima ujian darimu

#onedayonepost #sedih #ujian

Menyesal

Menyesal

Saya mengamati lini masa media sosial dan hanya bisa mengehela nafas panjang. Ketika hampir 70% status berkata “otw ke…” Saya cuma bisa dirumah. Kesepian, kehilangan sosok dua lelaki sholih yang terdampar di rumah sakit sana. Hasil rontgen Yuan sudah keluar dan darisana diagnosisnya tepat : […]